Tombak Menur Kerajaan Singasari | Pusaka Dalem Keraton Kuno

Rp7,400,000.00

Nama Pusaka : Tombak Menur Kerajaan Singasari
Dapur / Bentuk : Tomabak Pusaka.
Pamor / Lambang / Filosofi : Pamor Adeg Singkir, Pamor Banyu Mili.
Tangguh / Era Pembuatan / Estimasi : Singasari.
Model Bilah Pusaka : Lurus.
Panjang Bilah-Gonjo Keris : – CM
Panjang Seluruh Keris : – CM
Asal Usul Pusaka : Dari Sang Mpu Wesi Aji Sakti (Empu Dalem).
Warangka : Kayu Cendana
Garansi : Pusaka Dijamin Original

Tuah / Khasiat : Sarana Perlindungan Rumah Dan Usaha, Mempermudah Rejeki Bagi Sang Pemilik, Melancarkan usaha/bisnis yang dikelola.

Deskripsi

Keistimwaan Tomba Menur Kerajaan Singasari | Pusaka Dalem Keraton Kuno

Tentang Pamor Adeg Singkir Tombak Menur Kerajaan Singasari Kuno

Pamor adeg Singkir, Sering di sebut juga pamor adeg sapu, adalah sebuah nama pamor yang di berikan, baik dalam bilah keris maupun pusaka tombak. Ciri pamor ini  adalah coraknya yang membujur lurus/menyerupai garis  – garis, membentang dari pangkal sampai ke ujung bilah Tosan aji. Dalam buku pamor, jenis Pamor adeg ini sangat bervariatif dan di sebutkan dengan penamaan yang berbeda, diantaranya pamor adeg mbrambut, adeg siji, adeg sapu dan adeg wengkon.

tombak menur kerajaan singasariMasing masing memeiliki ciri yang berbeda. Sesuai dengan namanya Pamor Adeg Mbrambut adalah pamor adeg yang paling halus/lembut, teksturnya paling kecil, sekitar 0,2 mm. Disusul Pamor adeg sapu yang bentuk motifnya lebih besar, sampai yang paling besar adalah pamor adeg siji, yakni kira – kira sampai 4 mm. Kemudian Pamor wengkon, sering di sebut juga perpaduan pamor adeg dan wengkon, yang banyak di temukan dalam pamor Adeg Wengkon adalah, perpaduan antara Pamor adeg siji dan pamor wengkon.

Pamor adeg ini adalah salah satu jenis pamor rekan, atau pamor yang sengaja di racang oleh sang empu sesaat sebelum memulai proses penempaan keris atau tombak. Jenis Pamor Adek ini sering terlihat pada Pusaka yang enjadi sebuah sarana untuk perlindungan, baik secara fisik maupun gaib.

Sejarah Pamor Singkir – Pusaka Tombak Menur Untuk Sarana Perlindungan

tombak menur kerajaan singasariAda sebagian Pecinta Tosan Aji, yang menyebut pamor adeg dengan sebutan pamor singkir(terutama pada keris ber-luk). Walau sebenarnya Singkir bukan nama pamor, melainkan nama seorang empu yang tidak hanya satu orang dan dari zaman yang berbeda. Misalnya, ada Empu Singkir dari dusun Tapan pada zaman Pajajaran, Empu Ki Singkir Wonoboyo dari zaman Majapahit, Empu Singkir dari Sedayu, dan ada juga Empu Setra Banyu dari zaman Mataram.

Selain itu pengertian “Singkir” bisa juga muncul dari para Empu yang dulunya pernah tersingkirkan, disingkirkan atau menyingkirkan diri dari pusat kekuasaan. Kebetulan sebagian besar keris dan tosan aji yang dibuatnya banyak dijumpai menggunakan motif adeg. Keris/tombak yang dibuat oleh para Empu yang bernama Singkir tadi kemudian dipercaya memiliki fungsi tertentu, Kebanyakan beranggapan menciptakan pusaka sarana untuk perlindungan, seperti menolak geni (api), banyu (air), angin, dan baya (bahaya). Karna public opinion tersebut, kebiasaan sebagian orang lalu menyebutnya dengan pamorsingkir, yang mempunyai konotasi untuk menolak halangan atau menyingkirkan hal-hal jelek yang tidak diinginkan (kalis ing sambikolo).

Pamor Banyu Mili Memancarkan Tuah Alami

tombak menur kerajaan singasariPamor Banyu Mili memancarkan tuah alami yang berasal dari bahan besi tua dan nilai isoteris dari pamor yang membalut pada bilah keris. Pancaran energinya sangat kuat untuk membantu Anda dalam menentramkan suasana dalam rumah Anda, sarana keselamatan, sehingga Anda lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan, memperlancar dan mendekatkan energi Keberuntungan / Kesuksesan. Keris Banyu Mili ini sangat aman untuk Anda gunakan karena tidak ada khodam yang bersemayam, dan secara sengaja tidak di isikan dengan makhluk ghaib pada keris ini.

Artinya, keris ini berfungsi alami layaknya sebuah mesin cerdas yang bekerja siang malam tanpa merasa lelah untuk selamanya. Tuah yang dihasilkan adalah tuah murni yang berasal dari kekuatan do’a atau mantra. Yang dilakukan sang empu ketika memilih hari yang tepat untuk mulai menempa keris pertama kali. Yang tentu saja pancaran tuah ini adalah murni anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuat

Manfaat Kerejekian / Kekayaan

  • Sebagai sarana peningkat kekayaan kedalam diri Anda.
  • Menderaskan aliran kekayaan yang lebih besar.
  • Membuka pintu kekayaan yang lebih lebar, sehingg Anda mudah mendapatkan kekayaan yang lebih besar.
  • Mendekatkan energi kekayaan yang seharusnya masih jauh menghampiri.
  • Membuka pintu rejeki Anda yang lebih besar dibanding sebelumnya.
  • Mendekatkan rejeki Anda yang seharusnya masih jauh menghampiri.
  • Menderaskan aliran rejeki kedalam diri Anda yang sebelumnya tersumbat karena energi negatif yang masih menyelimuti.
  • Membuka peluang untuk menjadikan usaha Anda lebih maju dan berkembang lebih cepat.
  • Anda akan lebih cepat kaya dibanding sebelumnya dengan usaha yang Anda lakukan dan kelola dengan baik.
  • Membuat Anda lebih mudah dalam mengembangkan usaha.
  • Usaha yang Anda kelola akan berkembang lebih pesat dibanding seharusnya ketika Anda memaksimalkan usaha tersebut.
  • Membuat Anda lebih semangat dalam menjalankan usaha, bisnis, atau pekerjaan yang berpeluang untuk mencapai kesuksesan lebih besar.
  • Menjadikan usaha, karier, dan kehidupan anda lebih sukses sesuai dengan rasa yang ada dalam diri Anda.
  • Bagi seorang pengusaha, Keris Banyu Mili ini akan membuat usaha yang Anda kelola akan berkembang lebih pesat dan mencapai puncak kejayaan.
  • Apabila Anda seorang pedagang, maka usaha dagang Anda akan lebih ramai pembeli. Dan jika Anda melakukan pelayanan yang ramah, sopan, menghargai sesama, maka pembeli tersebut akan kembali lagi ketempat Anda.

Tentang Pusaka Tombak Menur Kerajaan Singasari

Pusaka Tombak Menur adalah salah satu bentuk pusaka tosan aji yang dahulu dikenakan pada payung kebesaran Raja – Raja Singasari, Para Priyayi atau bangsawan kerajaan. payung kebesaran ini juga sering di sebut payung agung(Songsong). Bentuk dari pusaka menur ini sangat banyak sekali. Umumnya memiliki bentuk bulat runcing mirip seperti tombak, namun ukurannya sedikit lebih kecil.

Pada jaman dahulu payung kehormatan yang digunakan oleh para raja ini memiliki aturan pakemnya tersendiri. Terutapa pada atribut warna, yang selalu berbeda pada masing pangkat/tingkatan masing – masing raja yang menggunakan payung songsong ini. Pusaka Menur umumnya jarang sekali di cuci atau diwarangi. Hal ini dikarenakan tempatnya yang berada di dalam keraton, jadi tidak sembarang dipindahkan, termasuk oleh abdi dalem kerajaan/keraton.

Konon katanya tosan aji berbentuk pusaka tombak menur ini, diyakini oleh masyarakat sebagai simbol pengayoman atau pelindungan,  penolak hal-hal negatif, hingga sarana pendongkrak kharisma. Karena kecilnya, sejak pertengahan abad ke-20 tombak menur ada yang digunakan sebagai ‘isian” tongkat komando, terutama bila pemiliknya seorang tentara, polisi atau duduk di pemerintahan.

Filosofi penerapan Pusaka Tombak Menur Pada Payung Agung

tombak menur kerajaan singasariOrang Jawa menyebut bunga melati yang kelopak bunganya biasa (tunggal) ya disebutnya melati, akan tetapi jika memiliki kelopak bunga bertumpuk atau susun disebut dengan menur. Bunga yang melambangkan kesederhanaan ini tumbuh liar dan berbunga kecil. Warnanya yang putih dan tidak mencolok melambangkan kesucian dan keelokan budi. Bunganya yang kecil menegaskan keberadaan siapa kita di hadapan Sang Pencipta. Menyadarkan kodrat manusia, sebagai makhluk Tuhan yang sempurna namun tidak sempurna.

Aroma harum yang lembut dan tidak menusuk hidung memberikan relaksasi. Dari filosofi bunga menur di atas kita dapat belajar arti dari nilai kesederhanaan. Meskipun payung songsong terkesan mewah dan merupakan atribut kebesaran. Dengan kehadiran menur di dalamnya akan menjadi sebuah pengingat (lokal wisdom). Untuk menampilkan kemewahan yang sederhana, tidak berlebihan namun tetap sakral. Juga mengingatkan tingkah laku yang baik sebagai orang timur. Sebagai bangsa yang ramah, gemah ripah loh jinawi, kesederhanaan yang mencerminkan keelokan budi pekerti. Yang memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi siapapun. Karena kita kecil, tidak ada apapun yang pantas disombongkan dihadapan manusia apalagi di hadapan Tuhan sang pemilik hidup dan mati.

Note :

  1. Untuk Pemaharan, Deskripsi dan Gambar yang lebih detail tentang Tombak Menur Kerajaan Singasari | Pusaka Dalem Keraton Kuno. Silahkan Menghubungi R.M Ashraff Sigid dinomor : 0811 – 2888 – 540 (WA/SMS/TLP)
  2. Baca Tata Cara Pemaharan Disni!!
  3. Disclaimer, Jaminan Dan Garansi, Disini!!

*Selain Keris Bertuah Keris ini sangat Indah sebagai pusaka koleksi.

41 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini