Posted on

Kelahiran Keris Ditanah Jawa | Titik Terang Yang Belum Tercapai

kelahirn keris ditanah jawa

Kelahiran Keris Ditanah Jawa – Walaupun tidak bisa disangsikan lagi bahwa keris adalah salah satu karya asli peradaban negeri ini. Namun hingga saat ini masih belum dapat dipastikan Kapan pertama kali keris dibuat. Teori tentang budaya Dongson yang dibawa oleh para pendatang ke kepulauan Indonesia,  dijadikan dasar oleh Bernet Kempers (1959) untuk mengemukakan teorinya tentang kelahiran keris ditanah Jawa. 

Bernet Kempers memperkirakan, bentuk keris merupakan perkembangan dari senjata tusuk zaman perunggu yang banyak ditemukan dalam budaya Dongson.  Menurut Egerton (1968), seorang kolektor senjata tajam di Inggris,  pencipta keris jawa adalah Panji Inu Kertapati.  Yakni seorang raja Jenggala pada abad ke-14.  Sudah barang tentu ini bukan pendapat pribadi bangsawan Inggris itu,  melainkan simpulan berdasarkan data yang ada pada masa itu.

Sementara itu menurut buku Pratelan Dhapur Duwung Saha Waos, Karangan Ronggowarsito, yang telah dikoreksi oleh Jayasukadga yang hidup pada zaman pemerintahan Pakubuwana X.  Keris pertama kali dibuat oleh Empu Ramadi atas titah Sri Paduka Mahadewa Buda,  peristiwa itu diuraikan dalam kalimat – kalimat sebagai berikut:

“… Sri Paduka Mahadewa Buda, Inggih punika Sang Hyang Guru Nata, ingkang awit yasa dedamel warna – warni, kathah – kathah mboten kacariyosaken. Namun kapethik nalika yasa dhuwung wonten kahyangan Kaendran dhapur Lar Ngatap, Pasopatisaha Dhapur Cundrik, Ginambar ing angka 1,2,3. Ingkang damel nama Empu Ramadi, kal tahun Jawi angkleresi sangkala 142.”

Terjemahan:

“… Sri Paduka Mahadewa Buda, Yaitu Sang Hyang guru Nata,  yang mulai menciptakan berbagai macam senjata,  kebanyakan tidak diceritakan.  hanya sedikit diceritakan ketika memerintahkan pembuat keris di kayangan Khaendran Dhapur Lar Ngatap, Pasopati, serta Dahpur Cundrik,  yang digambarkan sebagai nomor 1,2,3:  buatnya bernama Empu Ramadi,  yaitu pada tahun 142.”

Perbandingan Antara Salah Satu “SEJARAH PERKERISAN”

Dengan Penelitian Sejarah Secara Ilmiah

kelahiran keris ditanah jawa

Data Terkait Kelahiran Keris Ditanah Jawa

Di sini disebutkan angka tahun Jawa 142. perlu dipahami lebih dahulu perbedaan antara tahun Jawa dan tahun Saka.  Yang sama-sama pernah digunakan dalam kehidupan masyarakat Jawa.  Pengganti tahun Saka,  yang ditetapkan oleh Sultan Agung hanyakrakusuma dan merupakan kalender bulan,  seperti tahun Hijriyah,  dengan penghitungan meneruskan angka tahun 1555 yang dicapai oleh Tarikh Saka ketika itu.

Tahun Saka merupakan seperti tahun Masehi.  Tahun 1555  Saka itu, itu ber tepatan dengan tahun 1633 Masehi atau tahun 1043 H.  Oleh karena itu ntar kemungkinan bahwa tahun Jawa 142. Sebenarnya adalah tahun Saka 142 yang kira-kira bersamaan dengan tahun 220 M.  Jika demikian,  dari buku tersebut dapat disimpulkan bahwa. Pembuatan itu dilakukan pada abad ke-3 Masehi.   hal ini pun masih perlu dikaji lebih jauh untuk mengakui kebenarannya.

Dalam pustaka lain, yakni Serat Centhini,  yang disusun oleh berapa Pujangga Keraton Surakarta atas prakarsa Pakubuwono 5 dan selesai pada tahun 1823 Masehi,  juga disebutkan kronologi pembuatan keris. Baik buku karangan Ronggowarsito,  pendapat Lord Egerton maupun Serat Centhini Belum dapat dianut sebagai kebenaran Historis. Masih  banyak yang harus diteliti sebelum dapat dipastikan Kapan pertama kali Keris dibuat.  Penelitian itu sebaiknya dilakukan saat ini juga. Sebelum data sejarah dan orang-orang yang dapat menjadi narasumber makin surut dan hilang ditelan zaman.

Data sejarah yang dapat dijadikan bekal menuju penelitian yang lebih meyakinkan adalah beberapa prasasti,  kekawin,  kidung tembang macapat,  Babad.  menyebutkan adanya budaya keris pada masa lalu. Beberapa prasasti penting yang menyebut keris adalah Prasasti Humanding (797 Saka atau 875 M), Jurungan (798 Saka atau 876 M), Haliwangbang ( 798 Saka atau 876 M), Taji ( 823 Saka atau 901 M), Pob ( 827 Saka atau 905 Masehi), Rukam ( 829 Saka atau 907 M), Sangsang ( 850 Saka atau 907 M), Wakajana 829 Saka atau 907 M) dan Sanggaran ( 850 Saka atau 928 M).

Selain itu Keris juga disebut dalam Kekawin Sumanasantaka, dan Sutasoma, Kidung Harsa Wijaya dan Kidung Ranggalawe, Serat Pararaton dan Babad Tanah Jawa. 

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 40 total views

Posted on

Keris Dalam Pandangan Jawa | Magis, Mitis dan Mistis

keris dalam pandangan jawa

Keris Dalam Pandangan Jawa – Makna filosofis keris sebagai symbol pengantin pria adalah maknanya sebagai pandangan dunia. Kesakralan keris dalam wahana perkawinan yang berdimensi spiritual-keilahian memberitahukan mistisisme keris, bukan lagi magisme.

Terlebih dahulu, sebelum dielaborasi keris dalam pandangan dunia Jawa, ada baiknya disinggung pula perbedaan antara magisme dan mistisisme, antara sifat magis dan sifat mistis. Hal ini penting berhubung dengan salahkaprah di masyarakat yang tampaknya banyak terjadi. Salah-kaprah itu adalah tidak dikenalnya perbedaan tajam, atau pemakaian kosakata yang saling dipertukarkan antara “mistis” dengan “mitis/mitos”.

Kalau disebut magis dan magisme, hal itu berarti bahwa konteksnya adalah mitis, berasal kata mitis (myth). Sedangkan apabila disebut mistis (dengan “s” di tengah) asal katanya adalah mistik (mystique). Apabila demikian maka menjadi jelas bahwa mitos dan mistik itu memang sangat berbeda. Mitos atau myth adalah:

Pertama:

“An ancient story that is based on popular beliefs or that explains

natural or historical events.”

Kedua:

“A widely belief but false story or idea”.

(Oleh: Longman)

Dalam konteks kebudayaan manusia dikenal adanya tiga tahapan, yakni: Tahap Mitis, Tahap substansialistik dan Tahap fungsional (van Peursen, 1977).

Tahap mitis ini adalah tahapan sejarah budaya paling lama dan paling tua berhubung dengan ciri kepurbaannya, yang kadang-kadang secara sepihak disebut dengan tahapan primitif.

Masyarakat purba itu mempunyai asas kepercayaan ketuhanan animisme- dinamisme dengan unsur kekeramatan pada zat- zat fisik seperti lautan, sungai, danau, gunung, jurang, pohonpohon besar yang dalam kepercayaan keagamaan tertentu diikuti aksi meletakkan sesajen di dekat benda atau wujud yang dikeramatkan tersebut. Mantra, tabu dan ritual merupakan aksi sandingan yang melekat ke dalam jagat mitos.

Peran Adanya Mitos Dikalangan Masyarakat

Van Peursen menjelaskan bahwa jagat mitos mempunyai tiga fungsi pokok, yakni;

  • Menyadarkan adanya kekuatan ajaib atau alam gaib.
  • Memberi semacam jaminan kekinian, dan
  • Memberi pengetahuan tentang dunia. Mirip fungsi ilmu dan filsafat bagi jagat modern.

Berlandaskan pada fungsi- fungsi tersebut, keris dalam rangka pandangan dunia Jawa bukan hanya mewujudkan mistisisme dalam ciri mistik, melainkan sekaligus memenuhkan ke tiga fungsi mitos itu.

Keris dikeramatkan, menjadi dipersepsi secara gaib semisal pada jamasan pusaka setiap tanggal 1 Sura tahun Jawa. Paling tidak, dalam kerangka fungsi pertama mitos itu sering disaksikan unsur keajaiban dalam keris seperti bilah keris yang bisa berdiri di atas meja dengan posisi terbalik (sisi runcing di bawah, gagang keris di atas).

Dalam fungsi ke dua, jaminan masa kini, pemilik keris khususnya keris pusaka secara psikologis merasakan ketentaraman hidup. Dalam fungsinya yang ke tiga, yakni aspek kepengetahuannya, keris ternyata memberikan “kawruh kejawaan” khas yang bersifat, baik filosofis maupun gnosis (pengetahuan keilahian).

Adapun yang disebut magis adalah kelanjutan dari mitos. Yakni jenis mitos negatif, misalnya sihir, jengges, tenung dan santet. Minimal sifat magis ini merupakan pengkultusan lagi dari sesuatu mitos.

Jadi, jika mitos melekat di dalamnya ciri pemberhalaan, dalam magis pemberhalaan itu dikuadratkan sehingga bisa melahirkan sifat dan watak negatif.

Sedangkan mistik atau mystique adalah: “a special quality that makes person or thing seem myaterious and different, esp. causing admiration”.

Adapun mistisisme adalah: “the attempt to gain, or practice of gaining, a knowledge or real/ truth and union with God by prayer and meditation”. (Longman).

Keris Sebagai Gambaran Manunggal dengan Tuhan

Arti mistisisme dalam rumusan yang terakhir inilah yang melingkupi bahasan keris dalam pandangan dunia Jawa yang lazim dikenal dengan frasa “Manunggaling kawula Gusti.” Sering juga disebut dengan “Jumbuhing kawula Gusti,” atau “Pamoring kawula Gusti.” Mistisisme identik dengan tasawuf dan sufisme dalam Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Harun Nasution, bahwa:

“Tasawuf atau sufisme sebagaimana halnya dengan mistisisme di luar agama Islam, mempunyai tujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan. lntisari mistisisme termasuk di dalamnya sufisme, ialah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara ruh dengan Tuhan, dengan mengasingkan diri dan berkontemplasi”.

Kesadaran berada dekat Tuhan itu dapat mengambil bentuk ijtihad, bersatu dengan Tuhan.” (Simuh, 2003: 25).

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 22 total views,  1 views today

Posted on

Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya

Filosofi tuah keris

Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya – Banyak penggemar keris yang mengaitkan nama dan motif pamor dengan khasiat Kegunaan tuah keris atau tombaknya. Untuk mengetahui sebuah keris atau tombak itu baik atau tidak tuahnya, orang lebih dahulu akan mengamati jenis motif pamornya. Begitu pula jika orang ingin tahu apa tuah atau manfaat keris itu, yang pertama kali dilihat adalah pamornya. Itulah sebabnya, mengapa di kalangan pengge-mar keris timbul istilah ‘mem-baca pamor’. Mereka menganggap bahwa tuah keris dapat dibaca dari pamornya.

Menurut RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia, Anggapan itu tidak bisa disalahkan. Sebab, seandainya pamor itu termasuk jenis pamor tiban. Gambaran yang muncul dianggap sebagai pratanda dari Tuhan mengenai isi dan tuah keris itu. Jadi, motif atau pola yang tergambar pada pamor itu dianggap sebagai petunjuk untuk memperkirakan balk buruknya keris itu. Sekaligus juga memperkirakan tuah apa yang terkandung di dalamnya. Kalau motif pamor itu tergolong pamor rekan, pamor itu direka oleh sang empu sedemikian rupa se-hingga bentuk gambarannya sesuai dengan niat empu, yang dirupakan dalam doa atau mantera yang diucap-kannya.

Misalnya, jika sang empu menginginkan keris buatannya mempermudah si pemilik untuk mencari rezeki, is akan membuat pamor Udan Mas, Pancuran Mas, Tumpuk, atau Mrutu Sewu. Tetapi jika si empu ingin agar keris buatannya bisa menambah kewibawaan pemiliknya, empu itu akan membuat keris dengan pamor Naga Rangsang, Ri Wader, Raja Abala Raja, dan yang sejenis dengan itu. Gambaran motif pamor adalah perlambang ha-rapan sang empu, sekaligus juga harapan si pemilik keris, kira-kira sama halnya dengan gambaran rajah penolak bala. Atau mungkin serupa pula dengan gam-baran Patkwa yang oleh masyarakat keturunan Cina dipercayai memiliki tuah sebagai penolak bala.

Perlambangan Bentuk Pamor, Pola Dan Benda di Belahan Dunia Lain.

Mungkin mirip juga dengan kepercayaan sebagian orang Eropa. Yang menganggap bentuk ornamen ladam kuda (sepatu kuda) sebagai bentuk yang dianggap bisa me-ngusir setan dan roh jahat. Dalam budaya Jawa, mungkin juga dibilang bu-daya Indonesia, bentuk-bentuk tertentu membawa per-lambang maksud dan harapan tertentu pula. Bentuk bulatan lingkaran, garis lengkung, atau gambaran yang memberikan kesan lumer, kental, tidak kaku. Melambangkan kadonyan atau kemakmuran du-niawi, kekayaan, rejeki, keberuntungan, pangkat, dan yang semacam dengan itu. Bentuk gambaran garis yang menyudut, segi, pa-tahan, seperti segi tiga, segi empat, dan yang serupa dengan itu. Dianggap sebagai lambang harapan akan ketahanan atau daya tangkal terhadap godaan, gang-guan, serangan, baik secara fisik maupun nonfisik.

Jika gambaran itu dirupakan dalam bentuk pamor, itu melambangkan harapan akan kesaktian dan kadigdayan. Bentuk garis lurus yang membuitir atau melintang, atau diagonal, dipercaya sebagai lambang harapan akan kemampuan untuk mengatasi atau menangkal segala sesuatu yang tidak diharapkan. Pamor serupa itu di-anggap dapat diharapkan kegunaannya untuk menolak bala, menangkal guna-guna dan gangguan makhluk halus, menghindarkan bahaya angin ribut dan badai, terhindar dari gangguan binatang buas dan binatang berbisa. Misalnya, pamor Adeg. Karena itulah, seorang empu sebenamya juga bisa dibilang seniman yang memahami bahaya perlambang, dan menggunakan gambaran pamor sebagai media komunikasi.


Artikel Menarik Lainnya:


Sekian pembahasan kita kali ini, mengenai Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya. Semoga video ini bisa memperluas wawasan Anda dalam dunia Perkerisan.Anda juga bisa mengunjungi www.kolektorkeris.com untuk mendapatkan Pusaka ageman yang tepat dari RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia

 167 total views

Posted on

Mengenal Jenis Besi Bahan Keris Tosan Aji Beserta Tuah Khasiatnya Part 2

Jenis Besi Bahan Keris - Bahan Pembuatan Keris Part II

Mengenal Jenis Besi Bahan Keris Tosan Aji Beserta Tuah Khasiatnya Part 2 – Dari penuturan RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia, Ke17 Jenis Besi Bahan Keris ini pernah dicatatkan oleh seorang Pujangga, Yakni Radeng Ngabehi Ronggowarsito. Seorang Pujangga besar Keraton Surakarta pada abad ke-19. Walaupun ditulis seorang pujangga.

Seperti janji Saya Kemarin. Pada part Kedua ini, Kita akan lanjutkan membahas tentang 8 Jenis Besi Keris yang lainnya. Setelah kemarin kita telah membahas sedikit asal usul ilmu pengetahuan leluhur dan 9 jenis besi keris pusaka oleh para leluhur kita. Bagi yang belum melihat video yang pertama, temukan link videonya di deskripsi.

Jenis Besi Bahan Keris Tosan Aji Beserta Tuah Khasiatnya Bagian 2

  1. Besi Windudadi adalah besi yang konon berasal dari tenggorokan Sang Hyang Mudikbatara. warna-nya putih dan biru bagaikan kaca, kalau dijentik bunyinya: Dung… Tuahnya untuk kekuatan dan keteguhan, tidak tenggelam di air .
  2. Besi Werani adalah besi yang konon berasal dari Gunung Srandil, warnanya hitam keunguan bagaikan bunga teleng. Kalau dijentik bunyinya: ambrengengeng bagai suara lebah terbang. Tuahnya sangat ampuh; kalau pemiliknya tergolong kuat, pangkat dan derajatnya akan cepat meningkat; kalau tak kuat, malah menyebabkan melarat.
  3. Besi Terate adalah besi yang warnanya hitam seolah berlumut, konon berasal dari batu asih. Kalau dijentik bunyinya ambrengengeng bagai suara lebah terbang. Tuahnya jauh dati fitnah dan mudah didekati wanita.
  4. Besi Malela Ruyun adalah konon berasal dari batu cendani, warnanya putih agak kebiruan , berserat seperti rambut. Kalau dijentik bunyinya: Preng… bergetar. Tuahnya untuk menambah keberanian dan keteguhan iman.
  5. Besi Balitung ada dua jenis. Yang baik, besinya berasal dari batu, benwarna hitam agak ungu pekat. Jika dijentik bunyinya: Ting… panjang. Tuahnya baik untuk nelayan. Sedangkan yang buruk warnanya agak kotor, dan jika dijentik bunyinya: Ngeng, pendek. Tuahnya buruk menyebabkan melarat.
  6. Jenis Besi Bahan Keris – Besi Kenur adalah besi yang benwarna hitam mengkilat bagai bulu burung gagak. Jika dijentik bunyinya: Srung… ambrengengeng. Tuahnya baik untuk pedagang dan menyimpan uang.
  7. Besi Malela Kendaga juga disebut besi Loya; jika dijentik bunyinya: Tung…Tuahnya baik untuk menambah keberanian dan menjaga keteguhan iman.
  8. Besi Tumbuk adalah besi yang konon berasal dari Sailan, warnanya putih kekuningan gemerlap bagai batu karang. Jika dijentik bunyinya: Gong ambrengengeng. Tuahnya baik untuk menyimpan harta, serta ditakuti jin dan setan.

Ketujuh belas jenis besi di atas tergolong besi yang baik digunakan sebagai bahan pembuatan senjata pusaka. Selain itu, ada juga jenis besi yang tergolong buruk. Besi yang dianggap buruk untuk bahan pembuatan keris dan tosan aji lainnya adalah besi Kanter, besi Malik, besi Kelengan dan besi Enuh. Jelas bahwa pembagian jenis-jenis besi di alas sama sekali tidak ada kaitannya dengan ilmu metalurgi. Bahkan bisa jadi, yang diistilahkan dengan besi oleh nenek moyang kita dulu tidak harus berarti besi (Ferrum) yang kita kenal sekarang.


Baca Juga : 


Ini adalah Part pertama dari artikel tentang Jenis Besi Bahan Keris tosan Aji dari Para Leluhur Kita. Karena pembahasan mengenai jenis bsei ini terlalu panjang untuk di tuliskan dalam satu postingan, maka saya memutuskan untuk menjadikannya 3 bagian artikel. Silahkan Aktifkan notifikasi dari WWW.KOLEKTORKERIS.COM, untuk mendapatkan pemberitahuan update informasi terbaru seputar Dunia Tosan Aji.

Semoga artikel ini bisa memperluas wawasan Anda dalam dunia Perkerisan. Salam Rahayu,

Untuk mendapatkan Keris Pusaka Sepuh dan bertuah, Sesuai dengan manfaat yang akan menunjang kehidupan Anda dalam hal Kewibawaan, Kerejekian,Asmara dan Rumah Tangga. Silahkan Klik ikon Beranda disitus ini, Atau dengan Mengklik www.kolektorkeris.com. 

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 258 total views

Posted on

9 Istilah Pamor Keris Yang Saat ini Sudah Jarang Di Ketahui

istilah pamor keris

9 Istilah Pamor Keris Berdasarkan Penampakan Dan Rabaan Yang Saat ini Sudah Jarang Di KetahuiBanyak orang yang berburu pusaka lantaran pamor keris atau corak dari bilah pusaka itu sendiri. Sebagian besar para pengkoleksi keris memang cenderung memperhatikan pamor ketimbang jenis dhapur sebuah pusaka. Mereka meyakini bahwa tuah pusaka terkuat adalah dari bentuk dan juga jenis pamor.

Sudut pandang orang dalam menghormati sebuah pusaka adalah berbeda – beda. Ada yang dari segi Energinya, Khodamnya, Seni Tempanya dan masih banyak lagi alasan, kenapa seseorang sangat senang mengkoleksi pusaka.

Dalam buku-buku lama mengenai keris sering dijumpai berbagai istilah untuk menggambarkan keadaan dan penampilan Pamor Keris. Bahasa Jawanya: Wujud semuning pamor.

Lalu apa sajakah istilah – istilah untuk menggambarkan sebuah pamor pusaka yang sudah jarang diketahui orang diluaran sana. Istilah-istilah ini pada umumnya kurang begitu dikenal orang yang hidup pada masa kini, di antaranya adalah:

Istilah Pamor Keris Mrambut

Pamor Mrambut merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan rabaan (grayangan—Jawa), yaitu pamor yang jika diraba dengan ujung jari rasanya seperti meraba rambut. Munculnya pamor semacam itu pada permukaan bilah keris bagaikan susunan helaian rambut, atau seperti serat-serat yang halus dan lembut.

Istilah Pamor Keris Ngawat

Pamor Ngawat juga berkaitan dengan kesan rabaan seperti di atas, tetapi rasa rabaannya tidak sehalus pramor yang mrambut, melainkan seolah-olah seperi rabaan jajaran kawat yang lembut.

Istilah Pamor Keris Nggajih

Pamor nggajih merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan penglihatan, yakni pamor yang tampak seperti lemak beku menempel di permukaan bilah keris Keris atau tosan aji yang pamornya nggajih biasanya adalah keris yang bermutu rendah atau yang sering disebut keris rucahan. Keris semacam itu jika dijentik (dithinthing—Jawa.) biasanya tidak berdenting.

Istilah Pamor Keris Mbugisan

Pamor mbugisan adalah istilah penilaian pamor keris melalui kesan penglihatan dan rabaan. Permukaan bilah keris yang pamornya tergolong mbugisan raba-annya halus, sedangkan gradasi berbedaan warna antara besinya yang hitam dan pamornya yang putih keperakkan tidak nyata terlihat, tidak kontras.

Istilah Pamor Keris Nyanak

Pamor nyanak, adalah istilah untuk pamor Sanak atau pamor peson, merupakan istilah penilaian pamor menurut kesan penglihatan dan rabaan. Alur-alur poly gambaran pamor ini tidak jelas, tidak kontras, tetapi rabaannya sangat terasa, agak kasar. Keris berpamor sanak biasanya dibuat dari bahan pamor yang berupa mineral besi yang didapat dari daerah lain. Jika dijentik, keris dengan pamor sanak tidak berdenting nyaring.

Istilah Pamor Keris Kelem

Pamor yang kelem yang penampilannya cukup jelas, cukup kontras, tetapi sedemikian rupa sehingga seolah yang terlihat ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan pamor. Seolah sebagian terbesar dari pamor itu `tengelam’ di dalam badan bilah. Pamor yang kelem itu jika diraba akan terasa honer atau halus dan lembut.

Istilah Pamor Keris Kemambang

Pamor yang kemambang adalah kebalikan dari pamor yang kelem. Pamor keris ini memberi kesan seolah bagian pamor yang tertanam di badan bilah hanya se-dikit saja. Jika diraba, pamor kemambang juga memberikan kesan lumer dan halus.

Istilah Pamor Keris Ngintip

Pamor yang ngintip adalah istilah penamaan pamor yang sangat kasar perabaannya, malahan kadang-kadang di beberapa bagian terasa tajam. Pamor yang ngintip ini bisa terjadi karena dua sebab. Pertama si empu boros atau dermawan (loma—Jawa.) terhadap bahan pamor yang digunakannya, sehingga jumlah bahan pamor yang digunakan berlebihan Bisa juga terjah karena ketidaksengajaan, yakni untuk memberikan kesan wingit pada keris itu. Sebab yang kedua adalah si empu menggunakan bahan pamor bermutu tinggi, tetapi besi yang digunakan mutunya kurang baik, sehingga besi itu cepat aus. Sewaktu besinya sudah aus, sedangkan pamor tidak, maka pamor keris itu akan `muncur di permukaan bilah secara berlebihan.

Istilah Pamor Keris Mubyar

Pamor yang mubyar yakni pamor yang tampak cerah, cemerlang, dan kontras dengan warna besinya. Walaupun warnanya kontras, namun jika diraba akan terasa lumer, halus.


Baca Juga: 


Selain istilah-istilah di atas, untuk menilai corak pusaka orang juga mengamati kondisi tertanamnya pamor pada badan bilah pusaka atau tosan aji lainnya. Menurut istilah Jawa, kondisi itu disebut tancebing atau tumancebing pamor.

Tancebing atau kondisi tertancapnya pamor pada badan bilah ada dua macam, yakni parades (pandhes), yang tertanamnya pamor seolah dalam dan kokoh dan kumambang, yaitu yang seolah-olah mengambang atau mengapung di permukaan bilah.

Nah, itulah yang bisa saya sampaikan mengenai Pamor Keris Berdasarkan Penampakan Dan Rabaan Yang Saat ini Sudah Jarang Di Ketahui Oleh Orang. Selain  membaca artikel ini, Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan RM. Ashraff Sigid KOLEKTOR KERIS terkait Tosan Aji atau Pusaka melalui Whatsap di nomor 08112888540 atu klik ikon kunsultasi dibawah ini. Salam Rahayu

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 145 total views,  1 views today

Posted on

Begini Cara Memilih Pamor Keris Terbaik Untuk Anda Miliki

pamor keris terbaik

Pamor Keris Terbaik – Pamor merupakan sebuah atau sekumpulan gambar atau pola, yang umum terdapat pada sebilah keris pusaka. Masing – masing pamor memiliki tuah atau khasiat yang berbeda. Tidak hanya dalam hal tuah saja, perbedaan juga terdapat pada proses terbentuknya, hingga kecocokan bagi sang pemilik nantinya.

Banyak yang menyebutkan dan membandingkan pamor keris satu dengan pamor lainnya. Banyak pula yang menyebutkan ada jenis pamor yang baik dan kurang baik untuk di gunakan. Kenapa ada perbedaan?? Padahal, pada dasarnya Sang Mpu pembabar keris, selalu menciptakan keris dengan sangat baik dan untuk tujuan baik pula.

Yap.. Benar Sekali. Semua itu karena unsur kecocokan. Ketika Sebuah keris pusaka telah terjun ditengah Masyarakat, maka akan banyak sekali penilaian pada keris pusaka tersebut. Jika sebuah pamor keris tidak memiliki kecocokan dengan salah satu orang, maka pamor tersebut di anggap sebagai pamor yang kurang baik.

Nah,Hal apa sajakah yang harus kita perhatikan, ketika kita ingin memahari sebuah keris pusaka, dengan pamor terbaik dan juga cocok dengan Kita sebagai pemilikny?

Yang Pertama, Kita Wajib Tau Tentang Pengertian Tuah Keris.

Bagi sebagian masyarakat dalam memahami dan memiliki keris adalah berdasarkan Tuah dan khasiatnya, mengapa kemudian keris dianggap memiliki tuah?

Saat saya mencoba menemui Seorang Kolektor Keris Muda Asal Demak Jawa tengah, Yakni RM. Ashraff Sigid. Beliau mengatakan.

Keris bertuah adalah pusaka yang dianggap memiliki kekuatan atau energi tertentu kemudian membawa dampak kepada pemilinya. Biasanya Benda yang menyandang Gelar Pusaka, adalah benda yang sudah tidak lagi bersentuhan dengan urusan duniawi, termasuk keris.

Memang benar, ketika melihat dari sudut pandang lain sebuah keris. Dalam proses pembuatannya, keris jaman dahulu menggunakan bahan besi alami dan juga pamor meteor, tentu saja tidak semua keris jaman sekarang pembuatannya sama dengan jaman dahulu.

Bahan-bahan alami yang dibuat dimasa lampau sama sekali belum terkontaminasi dengan zat atau bahan lain, sehingga keadaannya masih sangat natural dan juga pilihan.

Pada Hakikatnya setiap benda di alam semesta memiliki energi, yang mana setiap energi tidak bisa dibentuk atau dihilangkan namun dapat diubah bentuknya.

Energi yang terpola dengan baik vibrasinya bisa mempengaruhi gelombang otak orang sekitar dan tentu akal akan memerintahkan gerak tubuh dan lainnya, seperti misalnya membawa semangat dan daya juang meningkat sehingga fokus pada keuangan yang kemudian disangka keris sebagai penarik rejeki.

Pemilihan Pamor Keris terbaik untuk Anda miliki

Menurut RM. Ashraff Sigid, Saat ini keris sudah mulai digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, dari orang biasa dan hingga pejabat tingkat presiden

Keris adalah merupakan warisan budaya Adi Luhung yang kita seharusnya bangga, karena menjadi warisan budaya yang diakui oleh UNESCO.

Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia haruslah bangga dan turut serta menjaga warisan tersebut, jangan sampai kalah dengan orang luar negeri.

Semua Kembali kepada diri Anda, memilih keris berdasarkan tuah khasiatnya, atau berdasarkan bentuk, pamor dan keindahan seni yang terdapat didalam setiap bilahnya, Semuanya boleh-boleh saja.

Karena yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga Warisan leluhur tersebut.

Itulah yang bisa saya sampaikan mengenai Pamor Keris Terbaik, yang bisa Anda miliki sebagai koleksi maupun ageman piandel. Sempatkan waktu Anda untuk mengecek deskripsi di bawah ini ya, Agar ilmu yang Anda dapat semakin lengkap. Anda juga bisa mengunjungi www.kolektorkeris.com untuk mendapatkan Pusaka ageman yang tepat dari RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia.


Artikel Menarik Lainnya: 


Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 311 total views

Posted on

Mistis Jawa Kuno | Keterkaitan Keris Dengan Ungkapan Manunggaling Kawula Gusti

mistis jawa kuno

Mistis Jawa Kuno Manunggaling kawula Gusti adalah ungkapan khas mistisisme atau mistis Jawa Kuno yang seringkali disimbolkan dengan ungkapan lainnya dengan menggunakan kosakata keris (curiga) atau kodok (katak):

“curiga manjing warangka, warangka manjing curiga”. atau “kodok ngemuli lenge”. Kesemuanya mengacu kepada mono dualitas makrokosmos dan mikrokosmos yang mewujudkan realitas loro – loroning atunggal.

Bandingkan dengan pupuh Gambuh terdahulu: ” … kalbu kita kang wengku – winengku …. “

Narasumber paling terpercaya adalah P.J.Zoetmulder dalam desertasinya yang berjudul “Manunggaling Kawula Gusti” (terjemahan Dick Hartoko, 1990). Dalam teks pupuh macapat Maskumambang antara lain terungkap:

“Tunggal katon wawadah kalawan isi, ajro lulut atunggal, mapan sampurna ing jati, saking sih marga sampurna.”

Maknanya:

“(Wadah dan isi nampaknya bersatu, berluluh sedalam-dalamnya, menurut hakikat kodratnya mereka sempurna, akibat karunia Tuhan sumber kesempurnaan”.

Lebih jauh dalam ulasannya Zoetmulder menyatakan bahwa: “Perbedaan yang telah kami catat, yakni manusia didalam Tuhan dan Tuhan di dalam manusia dibahas juga dalam sastra suluk, yakni dengan perumpamaan mengenai keris dan sarungnya. Dalam seluruh sastra rohani Jawa, perumpamaan ini sangat digemari.”

Dalam teks Pupuh Macapat Asmaradana, pelukisaannya adalah sebagai berikut:

  1. Marmane sukma kinawi, sakeh ing sukma kang pada, dening akeh sukma mangke, tan ana sukma mangkana, jumbuh temen Ian suksma, fir duwung sarunganipun, mantep tunggal tiningalan
  2. Nyatane yen tunggal iki, duwung Ian sarunganira,duwung manjing warangkane, warangka manjing curiga, tan ana enggon ika, mantep warangka gonipun, dene wus dadi satunggal.
  3. Yek tenana den sayekti, pujinig warangka ika, yekti manjing ing duwunge, iku pada den prayitna, kawruhana warangka, den wruh panjign wetunipun, Iowan bakal ing paningal.
  4. La nano ujaring dalil, al insanu sirri ika, warangka manjing duwunge, duwung majing ign warangka, wana sirruhu ika,, bakda kun ing tegesipun, wus gumelar ngalam ika.
  5. Yektenana basa iki, warangka manjing curiga, kabla kun tegese mangke, duk manjing ana ing karsa, lanang wadon tan beda, ageng Ian awit ketung, miwah taksis assiya.

Terjemahannya:

  1. Sebabnya sukma dipuji diantara semua sukma lainnya ialah karena diantara sukma- sukma itu tak ada satu seperti yang ini, yang serupa dengan Sukma (Mutlak), bagaikan sebilah keris dengan sarungnya. Selalu dilihat manunggal.
  2. Kemanunggalan diantara keris dan sarung dinyatakan sbb. keris memasuki sarungnya, sarung memasuki kerisnya, Tempat dan leltaknya satu sama yang lain, tak dapat dibedakan lagi. Tempatnya di dalam sarung tak dapat diubah, kerena sudah menjadi satu.
  3. Yakinlah dirimu bagaimana sarung emmasuki keris, ia sungguh masuk kedala keris. Perhatikanlah dengan baik baik sarungnya, supaya kau memaklumi masuk dan keluarnya serta bahan renungan yang tersedia di sana.
  4. Adapun terdapat ucapan kitab suci “al-insanu sirri” manusia adalah rahasia-Ku. Artinya, sarung memasuki keris. Tetapi bila keris memasuki sarung, itulah diungkapkan dengan “wana sirruhu” Akulah rahasianya. Artinya ucapan terakhir ini ialah sesudah kata “kun” dunia menjadi nampak.
  5. Renungkanlah juga kenyataan kata-kata ini, sarung memasuki keris. lni berarti, sebelum kata “kun” diucapkan, jadi pada waktu kita berada menurut kehendak (ilahi), bila belum dibedakan antara pria dan wanita. Dan belum diperhitungkan besar dan kecilnya sesuatu, maupun cirri-ciri has setiap barang ciptaan.

Sarung memasuki keris, atau menurut bagian pertama hadits kudsi yang terkenal, dilukiskan dengan kata “al-insanu sirri, yaitu manusia di dalam Tuhan, itulah makhluk, atau pada umumnya semesta alam ciptaan, sebelum tampak pada kata cipatan “kun”.  Tersembunyi di dalam Tuhan dan seolah-olah merupakan raahsia-Nya.

Keris yang memasuki sarung, atau menurut bagian ke dua hadits · kudsi “Wanna Siruhu”  ialah Tuhan yang didalam manusia.

Namun demikian, frasa mistis manunggaling kawula gusti selain memiliki makna mistik. Juga mengenal arti sosiologis politis dalam konsep “Negara Integralistik,” yakni bahwa antara rakyat (Kawula) dan gusti (pemimpin resmi), menyatu secara rukun dan selaras.

Deskripsi Selo Sumadjan misalnya,

“Nama yang dipakai atau dipilih oleh Sultan Yogyakarta yang pertama mencerminkan kewajiban yang disadari karena kedudukannnya yang penting. Sebagai pangeran, dia diberi gelar “Mangkubumi,” yang artinya “Memangku dunia ini.” Tetapi sebagai sultan atau raja, dia memakai gelar Hamengkubuwono,” orang yang melindungi alam semesta.


Artikel Menarik Lainnya:


Nama ini memberi tanda kewajiban raja yang utama, yaitu menyatukan kerajaannya dengan alam semesta dengan perantaraan dirinya. Dengan tekanan pada kewajiban ini. Pertimbangan terpenting kenegaraan ada pada tercapainya persatuan antara kawula atau rakyat dan rajanya, atau manunggaling kawula gusti. Dalam aspek mistiknya, konsep ini bermakna persatuan antara manusia dengan alam gaib, dan juga antara manusia dengan penciptanya.”

Ada banyak cara untuk memahami warisan budaya Nusantara terkhusus Keris Pusaka. Salah satunya dengan mengkonsultasikan pusaka yang menjadi koleksi Anda kepada Pakarnya. RM. Ashraff Sigid adalah Kolektor Keris muda dari Kota semarang. Untuk berkomunikasi dengan Beliau, silahkan hubungi Kontak dibawah ini.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 50 total views,  1 views today

Posted on

Yoni Utama Pusaka | Tuah Pada Sebilah Pusaka

tuah pada sebilah keris

Tuah Pada Sebilah Pusaka – Yoni pusaka atau Orang awam sering menyebutkan sebagai khodam pusaka adalah sebuah manifestasi energi yang terlahir dari serangkaian lelaku, mantra dan doa – doa yang ditujukan kepada Sang Maha Pencipta. Serangkaian ritual ini dilakukan oleh Sang Empu untuk terkabulnya suatu maksud yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh sang pemilik Keris Pusaka, sebagai wasillah untuk menunjang kehidupannya.

Konon katanya Mantra dan doa yang dipanjatkan oleh Sang Empu ini disimpan di dalam setiap lipatan logam bahan pemnuatan Keris pusaka yang sedang dalam proses penciptaan. Banyak yang meyakini, bahwa semakin banyak tempa lipat suatu pusaka, maka tuah keris pusaka akan semakin ampuh dan kuat. Secara fisik keris dengan tempa lipat yang sangat banyak akan menjadi sebuah maha karya yang Kuat, ulet dan tidak mudah patah. Secara isoteri/spiritual berarti semakin banyak doa dan mantra yang terkandung didalamnya.

Tuah Pada Sebilah Pusaka: Yang Utama dan Karakteristiknya

Secara garis besar Tuah keris pusaka ini lah yang paling banyak dipesan oleh orang orang jaman dahulu. Tuah keris pusaka yang menjadi tuah utama keris yang beredar di Nusantara saat ini ialah Keris yang bertuah kesaktian, Kewibawaan, dan Tuah Kerejekian.

Seiring perkembangan jaman keris yang telah turun temurun diwariskan atau berpindah tangan dengan cara tertentu. Tuah keris Pusaka ini pun menyesuaikan kepadada pemiik barunya.  Dengan kata lain, kemungkinan besar Tuah keris sudah tidak lagi sama, ketika dimiliki oleh orang yang pertama menerima keris langsung dari sang empu pembuatnya.

Perubahan tuah utama ini bisa disebabkan oleh kondisi dan karakter sang pemilik saat ini, tidak lagi sama dengan karakter keris yang ia miliki. Fungsinya tidak lagi sama dengan tujuan awal keris tersebut di buat. Namun, bisa saja tuah yang lainnya yang cenderung lebih kuat, karena tuah tersebutlah yang cenderung cocok dengan karakteristik pemilik keris saat ini. Dalam Artikel ini Saya juga akan membahas bagaimana cara untuk merasakan energi/khodam/yoni sebuah keris pusaka.

Tuah Keris Pusaka Yang Utama Tetap Ada, Di Tambah Tuah Pelengkap Lainnya

Bahwasanya awal Keris pusaka ini dibuat adalah disesuaikan dengan Weton, Karakter, Profesi, dan Tujuannya. Jadi kemungkinan perbedaan karakter keris dengan karakter Anda sebagai pemiliki saat ini tetap ada. Namun prbedaan ini bisa diatasi, meskipun Tuah utamanya tidak lagi maksimal bisa Anda Rasakan. Itulah penuturan dari RM. Ashraff Sigid Seorang Kolektor Keris Kenamaan dari Kota Semarang.

Beliau Juga Menambahkan, Tuah Pusaka Keris yang utama ini sebenarnya masih ada dan tersimpan didalam Pusaka tersebut. Namun dikarenakan karakteristiknya yang berbeda dan tingkat penyatuan kebatinan tidak lagi benar – benar dapat selaras, maka Tuah ini seakan meredup. Langkah yang Saya sarankan untuk Anda bisa merasakan Tuah tersebut adalah dengan Menayuh keris Pusaka yang Anda miliki.

Saya tidak menjamin tuah pada sebilah pusaka yang Anda miliki akan berfungsi maksimal 100%. Namun dengan Cara Menayuh Keris Pusaka yang benar, maka Anda akan mendapatkan sebuah petunjuk atau flash back sejarah. Sehingga Anda bisa memahami keris pusaka milik Anda dan mendapatkan manfaatnya.


Artikel Menarik Lainnya:


Nah itulah sedikit wawasan terkait Tuah utama yang melekat dalam sebilah pusaka. Untuk tuah atau manfaat yang lebih mendetail, akan kita bahas di Episode selanjutnya ya..

Untuk mendapatkan Keris Pusaka Sepuh dan bertuah. Sesuai dengan manfaat yang akan menunjang kehidupan Anda dalam hal Kewibawaan, Kerejekian, Asmara dan Rumah Tangga. Silahkan Klik ikon Beranda disitus ini, Atau dengan Mengklik www.kolektorkeris.com.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 66 total views

Posted on

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka – Ketika pertama mendengar kata Keris pusaka, pasti kebanyakan dari kita akan merasa penasaran tentang cara pembuatannya. Terlebih bagaimana bisa sebuah benda yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun ini bertahan hingga saat ini. Proses pembuatan keris sendiri di sebut proses penempaan.

Pada jaman dahulu, ketika Seorang empu membabar sebuah pusaka (Gegaman) ataupun Keris Hias (Ageman), adalah sebuah wujud pengabiannya pada yang pencipta. Pada Era Hindu Buda, Seorang Empu membabar keris pusaka bisa diibaratkan sebagai prosesi peribadatan. sehingga proses pembuatan pusaka ini tidak boleh di ketahui oleh orang lain apalagi di tiru. Itulah kenapa kedudukan Seorang empu di jaman dahuli setara dengan priyayi, sangat di hormati dan di sakralkan keberadaannya.

Hal ini sangat berlawanan dengan keberadaan para pandai besi di era sekarang. Mereka selalu terbuka jika ada orang lain yang ingin melihat atau bahkan ingin belajar cara membuat pusaka. keterbukaan ini tidak lain dan tidak bukan agar supaya warisan budaya terutama keris pusaka ini dapat dilestarikan oleh generasi muda era modern ini.

Menurut budayawan asal madura ir. Djoyo Sunjojo, “Sebenarnya, sesuatu yang setengah dirahasiakan, justru akan menjadi sakral dan lestari dengan sendirinya. Sebab, hal rahasia yang tetap membutuhkan perjuangan berat, guna mendapatkannya, justru akan menjadi sebuah kepemilikan yang langgeng”.

Berbeda dengan hal yang mudah di dapatkan. Sesuatu, baik ilmu maupun kebendaan yang diperoleh dengan mudah, justru akan menjadikan penyandangnya cepat bosan dan mudah melupakan. Sebab, cara kinerja otak manusia yang disesuaikan dengan kefitrohannya cenderung mencari hal yang menantang. Semakin mudah di dapat maka, semakin mudah dilupakan karena sudah menjadi hal biasa-biasa saja.

Oleh sebab itulah, kenapa banyak bangsa asing yang memanfaatkan bahkan mengambil kekayaan pertiwi ini, untuk dijadikan sebuah keistimewaan di negrinya sendiri. Padahal, sesuatu yang kesannya direbut itu, sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja di negeri ini. Menurut saya, sebuah tinggalan lampau hendaknya jangan terlalu di fulgarkan. Lebih baik tetap menjadi sebuah setengah rahasia yang menantang bagi generasi muda kita,” terangnya.

Rahasia Penempaan Keris Pusaka Empu Jaman Dahulu

Satu hal yang tidak berubah dari proses pembuatan keris adalah tata cara dan perhitungannya yang terkenal rumit. Sebelum memulai rangkaian proses, terlebih dulu si mpu yang bersangkutan melakukan ritual tirakatan, puasa dan berdoa kepada Sang Pencipta.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan keris antara lain adalah logam mulia untuk keris lurus yang berbobot sekitar 12 kilogram. Sedangkan untuk keris berlekuk bobotnya mencapai 18 kilogram.

Baja yang diperlukan kurang lebih seberat 600 gram dan bahan pamor atau nikel seberat 350 gram. Di masa lampau, bahan pamor ini didapat dari batu meteorit yang dilebur sebelumnya. Tetapi saat ini tentu sangat sulit mendapatkan bahan tersebut, sehingga diganti dengan nikel.

Prosesi Awal Empu Dalam Membabar Keris Pusaka

Awal pembuatan keris dilakukan dengan menyatukan pamor dan besi. Caranya, bahan pamor dijepit dengan dua besi dan ditempa. Sehingga terbentuk lapisan atau lipatan pada besi dan pamor, bilah ini disebut besi kodokan. Nah dalam proses tempa kodokan inilah, sang mpu biasanya menyisipkan doa dan energinya pada setiap bungkus lipatan besi.

Sehingga di jaman dahulu tidaklah heran jika banyak keris yang memiliki daya magis bahkan berefek energi yang dahsyat. Hal ini disebabkan, meleburnya energi dan doa sang mpu pada setiap bilah keris yang diciptakannya.

Jaman dahulu, guna menghasilkan keris berkualitas tinggi, paling tidak dalam proses penempaan ini diperlukan ribuan lipatan. Makin banyak lipatannya, makin lama pula waktu yang diperlukan. Sebab pada dasarnya cara membuat keris adalah dengan pembakaran, penempaan dan pelipatan yang prosesnya tidak sebentar.

Selama proses tempa, sang mpu dan para panjak memasukkan besi dan bahan pamor berulang kali. Sehingga udara terasa sangat panas dengan abu pembakaran yang beterbangan. Sesekali, besi yang panas membara akan dicelupkan ke minyak secara mendadak sebagai proses pendinginan. Proses pendinginan ini disebut nyepuh yang tujuannya adalah untuk mendapatkan besi yang tua, kuat dan keras.

Setelah melewati rangkaian proses ini, baja dan bahan pamor yang tadinya berat akan berubah menjadi sebilah keris yang ringan, tipis namun kuat.


Artikel Menarik Lainnya:


Keris mentah kemudian ditatah dengan corak. Bisa berupa ukiran hiasan atau pola, seperti motif hewan, tumbuhan, wayang, ataupun rajah dan mantra. Hal ini tentu menyesuaikan dengan wangsit atau petunjuk sebelum dimulainya pembuatan keris.

Setelah semua beres, proses terakhir dalam pembuatan keris adalah proses marangi atau memunculkan bilah keris agar pamornya keluar. Caranya adalah dengan memoleskan warangan atau merendam bilah keris tersebut. Adapun warangan ini sendiri berupa cairan arsenikum yang sudah dicampur dengan air jeruk nipis.

Warangan yang dioleskan pada bilah keris akan memunculkan lapisan hitam pada besi, sedangkan bahan nikelnya tetap berwarna putih. Warna putih yang membentuk pola ini disebut pamor keris.

Manakala dinilai, harga sebilah keris yang berkualitas tinggi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Meskipun pada jamannya merupakan senjata, namun sejak dulu keris telah memiliki nilai lain dalam proses ritual, sekaligus memperlihatkan status sosial orang yang memilikinya.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 89 total views,  1 views today

Posted on

11 Tuah Keris Pusaka Yang Menjadi Perburuan Hingga Manca Negara

tuah keris pusaka

Ragam Tuah Keris Pusaka – Berikut adalah Tuah Pusaka yang banyak menjadi buruan para pecinta dan kolektor keris, yang tidak hanya di Indonesia saja, melainkan manca negara. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel yang beberapa waktu lalu saya sudah saya terbitkan yakni mengenai Tuah Utama atau Inti. yang  memang sudah sejak awal sengaja disematkan seorang Empu kedalam Pusaka Ciptaannya. Entah Tuah yang diharapkan oleh si pemesan pusaka atau karena hal lain. Anda bisa simak Artikelnya di sini. Klik Saja!!

Nah, lalu apakah ada tuah lainnya yang menjadi pendamping atau, pengembangan tuah keris pusaka yang ada. Sehingga mampu bertahan, bahhakn masih di percayai adanya oleh orang dijaman modern seperti sekarang ini. Apa sajakah tuah keris pusaka tersebut:

Tuah Keselamatan

Secara umum pada jaman sekarang ini, tuah keselamatan inilah yang masih bisa diberikan sebilah Keris kepada pemiliknya, yaitu untuk menjaga keselamatan pemiliknya dari serangan/gangguan secara ghaib atau dari niat jahat orang-orang yang berniat mencelakainya. Contoh Keris yang memiliki tuah keselamatan adalah Keris Nogo Siluman.

Tuah Kesaktian Atau Perlindungan

Keris yang memiliki tuah kesaktian, selain berguna untuk menjaga keselamatan si pemilik dari serangan/gangguan ghaib juga dapat memberikan kesaktian atau kekuatan supranatural untuk melindungi diri dari serangan lawan, baik secara ghaib atau secara fisik, atau untuk menembus benteng pertahanan ghaib lawan yang memiliki kekuatan supranatural atau ilmu kebal.

Tuah kesaktian Keris tersebut dapat digunakan untuk menyerang langsung secara fisik maupun secara ghaib. Penggunaan kekuatan ghaib pada sebilah Keris hanya bisa dilakukan oleh orang yang mengetahui kunci pembuka kekuatan Keris tersebut atau orang yang mengerti tentang ilmu ghaib. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk Kesaktian adalah Keris Singo Barong.

Tuah Keris Pusaka Untuk Kekuasaan

Keris yang memiliki tuah kekuasaan biasanya juga memiliki tuah untuk kewibawaan. Tuah ini berguna untuk menaikkan derajat pemiliknya sehingga dapat mencapai derajat/pangkat yang tinggi. Serta mengamankan posisinya dari persaingan dan menjaga wibawanya di mata atasan maupun bawahan. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk Kekuasaan adalah Keris Nogo Sosro.

Tuah Keris Pusaka Untuk Kewibawaan

Keris bertuah kewibawaan berfungsi untuk menjaga wibawa pemiliknya di mata atasan maupun bawahan dan di mata orang-orang disekitarnya. Tuah ini juga berguna untuk menjauhkan pemiliknya dari fitnah yang akan menjatuhkan martabatnya. Contoh Keris yang memiliki tuah Kewibawaan adalah Keris Sengkelat Kinatah Emas dan Keris Sepang Kinatah Emas.

Tuah Keris Pusaka Untuk Penundukan

Tuah ini berguna untuk menundukkan lawan bicara. Sehingga semua perkataan pemilik Keris tersebut akan didengar dan tidak akan dibantah oleh orang yang menjadi lawan bicaranya dan semua permintaan atau perintahnya akan dituruti. Karena orang yang diperintah tersebut sudah tunduk terpengaruh tuah dari Keris tersebut. Contoh Keris bertuah penundukan adalah Keris Carubuk.

Tuah Pambungkem (Pembungkam)

Tuah ini sebenarnya adalah turunan dari Keris bertuah penundukkan dan kewibawaan. Walaupun tuahnya adalah turunan dari tuah penundukkan dan kewibawaan. Keris yang memberikan tuah ini tidak lagi memberikan tuah untuk penundukkan ataupun kewibawaan. Tetapi lebih condong memberikan tuah yang lebih ekstrim lagi,.. Yaitu membungkam mulut lawan bicara atau membuat lawan bicara menjadi seolah-olah lupa akan apa yang akan di ucapkannya.

Tuah ini sangat berguna saat pemilik Keris sedang mengalami tuntutan atau dakwaan (terjerat kasus hukum/utang piutang). Tuah dari Keris pambungkem akan membuat orang-orang yang menuntutnya atau menagihnya. Akan menjadi lebih banyak diam atau lupa akan apa yang akan dituntutnya. Sehingga pemilik Keris tersebut akan terbebas dari tuntutan.

Keris-keris yang bertuah untuk kewibawaan, penundukkan atau pambungkem. Sangat cocok dimiliki oleh para pejabat, pengacara dan hakim yang sering berdebat (adu argumen). Ciri-ciri Keris pambungkem biasanya kembang kacangnya menempel pada gandhiknya. Contoh Keris bertuah pambungkem adalah Keris Sempono Bungkem.

Tuah Kerejekian

Keris untuk kerejekian biasanya juga memiliki tuah untuk kesuburan dan penglarisan (kerejekian umum) dan dapat dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Contoh Keris yang memiliki tuah Kerejekian adalah Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas.

Tuah Kesuburan/Kemakmuran

Keris yang bertuah untuk kesuburan dan kemakmuran lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber penghasilan dari pertanian dan peternakan. Keris ini akan membantu memberikan aura yang baik untuk kesuburan tanah dan ternak. Serta menjauhkan tanaman dari serangan hama dan menjauhkan binatang ternak dari penyakit. Contoh Keris yang memiliki tuah kesuburan dan kemakmuran adalahKeris Kebo Kantong.


Artikel Menarik Lainnya:


Tuah Keris Pusaka Untuk Penglarisan

Keris yang bertuah penglarisan lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber pendapatan dari perdagangan.

Tuah Keris ini akan membuat orang-orang senang dengan pemiliknya. Senang datang ke tempat usahanya dan senang untuk melakukan transaksi bisnis pemilik Keris tersebut. Contoh Keris yang memiliki tuah penglarisan adalah Keris Suratman Ketip.

Tuah Keris Pusaka Untuk Pengasihan

Keris yang memiliki tuah pengasihan cocok dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Terutama para pedagang, karyawan dan pegawai yang penghasilannya berasal dari gaji/upah.

Keris ini akan memancarkan aura pengasihan. Sehingga pemilik Keris ini akan dikasihi oleh orang lain di sekitarnya, oleh atasan ataupun bawahannya. Contoh Keris bertuah pengasihan adalah Keris Jaran Goyang Dan Pusaka Semar Mesem Pijetan.

Tuah Keris Pusaka Untuk Karisma

Keris yang memiliki tuah untuk karisma juga cocok dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Keris ini akan memancarkan aura wibawa dan karisma. Sehingga pemiliknya akan dihormati dan dikasihi oleh orang-orang disekitarnya, oleh atasan maupun bawahannya. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk karisma adalah Keris Parung Sari.

Itulah sekilas tentang tuah keris pusaka yang banyak di buru oleh kolektor keris di Nusantara bahkan manca Negara. Sungguh luar biasa Pusaka Warisan nusantara, Sudah sewajarnya kita sebagai generasi muda untuk menjaga warisan Adiluhung ini.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 100 total views

Tag :

  • manfaat keris pada jaman majapahit
Posted on

Filosofi Dapur Mahesa Lajer Dan Pesan Bijak Sang Empu

Filosofi Dapur Mahesa Lajer

Filosofi Dapur Mahesa Lajer Dan Pesan Bijak Sang Empu – Dapur keris yang juga di sebut Kebo lajer ini nampaknya menjadi sebuah Keris Pusaka yang banyak dicari oleh banyak kolektor Keris. Sebuah Pusaka yang membawa harapan besar dari sang Empu kepada si pemilik, agar mampu mengaplikasikan sikap layaknya Seekor Kerbau Jantan yang giat bekerja di jalan kesucian guna menghidupi semua anggota keluargannya.

Selain harapan yang besar, tersemat pula doa yang mulia pada Sebilha Kebo Lajer ini. Yakni Doa untuk menolak wabah penyakit Seperti sekarang ini, yang semakin meluas di seluruh penjuru dunia. Dan juga Sebuah doa dimanan diharapkan nantinya si pemegang Pusaka ini Mampu menjadi sosok yang Arif dan disakralkan.

Asal Mula Dapur Mahesa Lajer Tercipta

Terdapat beberapa ricikan pada Keris Kebo/Mahesa Lajer, antara lain: Kembang kacang, Jalen, Lambe gajah (seringkali lebih dari satu, kadang juga tidak ada), Blumbangan.

Sebagaimana dalam kepercayaan ummat hindu atau kejawen, kerbau merupakan hewan suci yang erat kaitannya dengan dewa Nandini, (tunggangan Dewa Shiwa). Dimana kerbau Nandini memiliki watak bijak, berani, pemberi dan sangat setia pada bendoronya.

Karena, kepercayaan ini sudah ada sejak jaman lampau, keris Kebo sering di miliki oleh para pengreh praja seperti, lurah, bupati, raja, bahkan golongan resi dll. Mereka percaya keris Dhapur Kebo Lajer bertuah untuk mengamankan dan mensucikan daerah kekuasaanya dari serangan hama tanaman, mengangkat drajat dan wibawa serta menghalau wabah dari berbagai penyakit.

Hal ini terbukti dari adanya Pusaka milik Keraton Yang Berdapur Mahesa Lajer atau Kebo Lajer yaitu, Kanjeng Kiai Ageng Mahesa Nular yang merupakan pusaka persembahan dari Kiai Mandureja kepada Nyai Mas Ageng Danureja I, isteri Sri Sultan Hamengku Buwono IV. Konon, keris tersebut sengaja dihadiahkan sebagai penambah kharisma Kasultanan beserta seluruh keravatnya di mata manca nagari.

Nama KEBO atau MAHESA sendiri, pada masa lampau, banyak dipakai oleh segenap Kesatria yang mana, di pundaknyalah beban tegaknya pilar sebuah Negara. Dari fakta tersebut gelar KEBO atau MAHESA adalah satu nama yang cukup di hormati kedudukannya.


Baca Juga: Keistimewaan Keris Pusaka Kebo Kantong Era Pajajaran


Kesakralan Hewan Kerbau atau Mahesa Terjaga

Hewan KERBAU atau MAHESA, sebenarnya Cukup dihormati. Bahkan hingga saat ini jika kirab suro-an di keraton solo pun Kerbau Kyai Slametlah. Yang menjadi Cucuk lampahnya atau penjaga ujung tombak.

Beberapa kali ditemukan koleksi pusaka Berdapur Kebo atau Mahesa Lajer warisan milik seorang petinggi negara. Ternyata merupakan Pusaka Utama yang diwariskan oleh leluhurnya. Setelah ditelusuri silsilahnya ternyata, sebagian dari mereka masih memiliki Garis keturunan dari darah biru hingga seorang RAJA.

Sebagian pecinta keris lain, mengatakan tuah Kebo Lajer diperuntukkan sebagai menambah atau memperkuat untuk. Membantu penghidupan petani, menyuburkan tanaman, penambah wibawa bahkan pesugihan. Menolak wabah penyakit ternak sehingga ternak dapat berkembang dengan baik serta memberikan haasil yang berlipat, tentu dengan kehendak sang pencipta.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 80 total views,  1 views today

Tag :

  • luk 5 kebo dengen
  • Mantra keris kebo Lajer
  • keris kebo lajer
  • Khasiat keris kebo d
  • Tuah keris Kebo Dengen Luk 5
Posted on

Sertifikat Keris: Haruskah?? | Cari Tau Apa Saja Manfaatnya.

Sebagai seorang Kolektor dan konsultan Tosan Aji, Saya selalu menyarankan untuk Mensertifikatkan Pusaka yang dimiliki oleh klien – klein saya. Entah Pusaka tersebut sebelumnya sudah klien saya miliki atau pusaka yang klien maharkan dari saya secara langsung.

Sertifikat keris pusaka pada dasarnya adalah sebuah surat yang di keluarkan oleh sebuah instansi berbadan hukum, yang sah dan memiliki kewenangan atas penangguhan sebuah pusaka yang akan disertifikasikan. Dalam surat sertifikat ini, nantinya akan berisi semua informasi yang ada dalam sebilah keris. Mulai dari Dhapur(bentuk Keris), Corak/motif(pamor), Tangguh(abad), Warangka(wadah), maupun tuah dan yoni yang terkandung dalam sebilah pusaka.

Dalam dunia perkerisan penangguhan sebuah pusaka, memang tidaklah valid hingga 100%. Melainkan hanya mencapai tingkat kecocokan 80%. Namun Sertifikat keris ini menjadi sangat penting, karena menjadi identitas sebuah pusaka, dan menandakan bahwa keris pusaka tersebut adalah benar – benar pusaka yang sepuh/tua.

Manfaat Lain Sertifikat Keris Pusaka

Selain sedikit manfaat yang telah saya sebutkan di atas, tentu masih banyak manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari sebuah surat sertifikat resmi. Tidak hanya sebatas mudahnya mengetahui informasi keris dan juga keaslian pusaka. Namun Anda akan mendapatkan sebuah manfaat dari segi Ekonomi yang jauh lebih meningkat. Meskipun kebanyakan orang segi ekonomi ini hanyalah sebagai bonus, karena telah sekian lama dan  sepenuh hati merawat Pusaka miliknya. Lalu Apa saja manfaat lain memiliki sertifikat keris pusaka ini:

  • Harga keris pusaka meningkat.
  • Sebagai Sarana Edukasi (Tuah atau Kegunaan).
  • Jaminan Keasilian Pusaka (Autentikasi).
  • Mengantisipasi Kerusakan Keris.
  • Mengantisipasi Perbedaan Pendapat Penangguhan.
  • Membukukan Koleksi Pribadi.
  • Kebanggaan dan Apresiasi Kepada Pusaka.
  • Terkesan Istimewa dan Mewah.
  • Bukti Kepemilikan Pusaka.
  • Menjamin Usia Sepuh Sebuah Pusaka
  • Informasi Yang tertulis dengan Jelas dan Valid

Dimana Bisa Mendapatkan Sertifikat Keris Ini, Secara Resmi.

Ada banyak lembaga dan instansi yang telah di berikan sebuah kewenangan secara resmi, untuk menangguh sebuah keris Pusaka. Salah satunya PTAI, sebuah perkumpulan Pecinta Tosan Aji, yang saya bangun dan kelola sejak bulan April tahun 2019. Berdasarkan Surat keputusan menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No : AHU-0004464.AH.01.07. TAHUN 2019.

Sertifikat Keris PUsaka PTAI

Info Lebih Lanjut Mengenai Legalitas PTAI. KLIK!!!

Sertifikasi Oleh PTAI

Salah satu misi Saya (RM. Ashraff Sigid) membangun sebuah perkumpulan adalah melestarikan budaya Nusantara terutama Tosan Aji. Mengajak Masyarakat untuk lebih mencintai peninggalan leluhur yang amat sangat berharga. Dalam hati saya merasa resah, karena masih banyak orang yang dengan santainya menghancurkan, membuang, dan menelantarkan Pusaka yang dijaga dan diwariskan oleh para leluhur dengan alasan yang disama ratakan. Oleh karena itulah sosialisai tentang Apa itu Tosan aji, Manfaat pusaka dan Seni budaya yang terkandung didalamnya menjadi satu poin yang sangat penting, terkhusus bagi Saya Pribadi.

Berangkat dari poin – poin diatas, saya beranggapan bahwa sertifiasi keris pusaka ini sangatlah penting. Terutama dalam memupuk rasa bangga dan rasa memiliki budaya terutama keris pusaka di hati dan benak Masyarakat Indonesia.

Bagi Anda yang kebetulan menyimak Artikel ini dan ingin mensertifikatkan pusaka, bisa menghubngi nomor kontak yang ada atau ketuk banner di bawah ini.

sertifikat keris

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 

 167 total views

Tag :

  • sertifikasi keris di museum pusaka tmii