Posted on

11 Tuah Keris Pusaka Yang Menjadi Perburuan Hingga Manca Negara

tuah keris pusaka

Ragam Tuah Keris Pusaka – Berikut adalah Tuah Pusaka yang banyak menjadi buruan para pecinta dan kolektor keris, yang tidak hanya di Indonesia saja, melainkan manca negara. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel yang beberapa waktu lalu saya sudah saya terbitkan yakni mengenai Tuah Utama atau Inti. yang  memang sudah sejak awal sengaja disematkan seorang Empu kedalam Pusaka Ciptaannya. Entah Tuah yang diharapkan oleh si pemesan pusaka atau karena hal lain. Anda bisa simak Artikelnya di sini. Klik Saja!!

Nah, lalu apakah ada tuah lainnya yang menjadi pendamping atau, pengembangan tuah keris pusaka yang ada. Sehingga mampu bertahan, bahhakn masih di percayai adanya oleh orang dijaman modern seperti sekarang ini. Apa sajakah tuah keris pusaka tersebut:

Tuah Keselamatan

Secara umum pada jaman sekarang ini, tuah keselamatan inilah yang masih bisa diberikan sebilah Keris kepada pemiliknya, yaitu untuk menjaga keselamatan pemiliknya dari serangan/gangguan secara ghaib atau dari niat jahat orang-orang yang berniat mencelakainya. Contoh Keris yang memiliki tuah keselamatan adalah Keris Nogo Siluman.

Tuah Kesaktian Atau Perlindungan

Keris yang memiliki tuah kesaktian, selain berguna untuk menjaga keselamatan si pemilik dari serangan/gangguan ghaib juga dapat memberikan kesaktian atau kekuatan supranatural untuk melindungi diri dari serangan lawan, baik secara ghaib atau secara fisik, atau untuk menembus benteng pertahanan ghaib lawan yang memiliki kekuatan supranatural atau ilmu kebal.

Tuah kesaktian Keris tersebut dapat digunakan untuk menyerang langsung secara fisik maupun secara ghaib. Penggunaan kekuatan ghaib pada sebilah Keris hanya bisa dilakukan oleh orang yang mengetahui kunci pembuka kekuatan Keris tersebut atau orang yang mengerti tentang ilmu ghaib. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk Kesaktian adalah Keris Singo Barong.

Tuah Keris Pusaka Untuk Kekuasaan

Keris yang memiliki tuah kekuasaan biasanya juga memiliki tuah untuk kewibawaan. Tuah ini berguna untuk menaikkan derajat pemiliknya sehingga dapat mencapai derajat/pangkat yang tinggi. Serta mengamankan posisinya dari persaingan dan menjaga wibawanya di mata atasan maupun bawahan. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk Kekuasaan adalah Keris Nogo Sosro.

Tuah Keris Pusaka Untuk Kewibawaan

Keris bertuah kewibawaan berfungsi untuk menjaga wibawa pemiliknya di mata atasan maupun bawahan dan di mata orang-orang disekitarnya. Tuah ini juga berguna untuk menjauhkan pemiliknya dari fitnah yang akan menjatuhkan martabatnya. Contoh Keris yang memiliki tuah Kewibawaan adalah Keris Sengkelat Kinatah Emas dan Keris Sepang Kinatah Emas.

Tuah Keris Pusaka Untuk Penundukan

Tuah ini berguna untuk menundukkan lawan bicara. Sehingga semua perkataan pemilik Keris tersebut akan didengar dan tidak akan dibantah oleh orang yang menjadi lawan bicaranya dan semua permintaan atau perintahnya akan dituruti. Karena orang yang diperintah tersebut sudah tunduk terpengaruh tuah dari Keris tersebut. Contoh Keris bertuah penundukan adalah Keris Carubuk.

Tuah Pambungkem (Pembungkam)

Tuah ini sebenarnya adalah turunan dari Keris bertuah penundukkan dan kewibawaan. Walaupun tuahnya adalah turunan dari tuah penundukkan dan kewibawaan. Keris yang memberikan tuah ini tidak lagi memberikan tuah untuk penundukkan ataupun kewibawaan. Tetapi lebih condong memberikan tuah yang lebih ekstrim lagi,.. Yaitu membungkam mulut lawan bicara atau membuat lawan bicara menjadi seolah-olah lupa akan apa yang akan di ucapkannya.

Tuah ini sangat berguna saat pemilik Keris sedang mengalami tuntutan atau dakwaan (terjerat kasus hukum/utang piutang). Tuah dari Keris pambungkem akan membuat orang-orang yang menuntutnya atau menagihnya. Akan menjadi lebih banyak diam atau lupa akan apa yang akan dituntutnya. Sehingga pemilik Keris tersebut akan terbebas dari tuntutan.

Keris-keris yang bertuah untuk kewibawaan, penundukkan atau pambungkem. Sangat cocok dimiliki oleh para pejabat, pengacara dan hakim yang sering berdebat (adu argumen). Ciri-ciri Keris pambungkem biasanya kembang kacangnya menempel pada gandhiknya. Contoh Keris bertuah pambungkem adalah Keris Sempono Bungkem.

Tuah Kerejekian

Keris untuk kerejekian biasanya juga memiliki tuah untuk kesuburan dan penglarisan (kerejekian umum) dan dapat dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Contoh Keris yang memiliki tuah Kerejekian adalah Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas.

Tuah Kesuburan/Kemakmuran

Keris yang bertuah untuk kesuburan dan kemakmuran lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber penghasilan dari pertanian dan peternakan. Keris ini akan membantu memberikan aura yang baik untuk kesuburan tanah dan ternak. Serta menjauhkan tanaman dari serangan hama dan menjauhkan binatang ternak dari penyakit. Contoh Keris yang memiliki tuah kesuburan dan kemakmuran adalahKeris Kebo Kantong.


Artikel Menarik Lainnya:


Tuah Keris Pusaka Untuk Penglarisan

Keris yang bertuah penglarisan lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber pendapatan dari perdagangan.

Tuah Keris ini akan membuat orang-orang senang dengan pemiliknya. Senang datang ke tempat usahanya dan senang untuk melakukan transaksi bisnis pemilik Keris tersebut. Contoh Keris yang memiliki tuah penglarisan adalah Keris Suratman Ketip.

Tuah Keris Pusaka Untuk Pengasihan

Keris yang memiliki tuah pengasihan cocok dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Terutama para pedagang, karyawan dan pegawai yang penghasilannya berasal dari gaji/upah.

Keris ini akan memancarkan aura pengasihan. Sehingga pemilik Keris ini akan dikasihi oleh orang lain di sekitarnya, oleh atasan ataupun bawahannya. Contoh Keris bertuah pengasihan adalah Keris Jaran Goyang Dan Pusaka Semar Mesem Pijetan.

Tuah Keris Pusaka Untuk Karisma

Keris yang memiliki tuah untuk karisma juga cocok dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Keris ini akan memancarkan aura wibawa dan karisma. Sehingga pemiliknya akan dihormati dan dikasihi oleh orang-orang disekitarnya, oleh atasan maupun bawahannya. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk karisma adalah Keris Parung Sari.

Itulah sekilas tentang tuah keris pusaka yang banyak di buru oleh kolektor keris di Nusantara bahkan manca Negara. Sungguh luar biasa Pusaka Warisan nusantara, Sudah sewajarnya kita sebagai generasi muda untuk menjaga warisan Adiluhung ini.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 226 total views

Posted on

Daya Magis Keris : Pusaka Mempengaruhi Sikap dan Kepercayaan Diri Pemiliknya

daya magis keris

Daya Magis Keris – Sedikit sekali informasi faktual yang diperoleh lewat karya-karya mengenai keris pusaka. Dalam berbagai literatur yang ada daya magis keris hanya lewat begitu saja. Dalam karya-karya literatur yang ada tidak banyak ditemukan pernyataan – pernyataan yang jelas mengenai keberadaan daya magis keris pusaka. Para penulis hanya berkutat pada sejarah dan cerita-cerita mistis saja tanpa mengungkap lebih dalam hal-hal yang justru bersifat esensial mengenai daya magis keris pusaka.

Contoh hal yang esensial misalnya bagaimanakah sebilah keris pusaka mampu mempengaruhi sikap dan tindakan pengagemnya atau pengaruh-pengaruh apa saja yang dapat ditimbulkan oleh daya magis sebilah keris pusaka. Keris pusaka atau tombak pusaka yang merupakan pusaka unggulan itu keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsur besi baja, besi, nikel, tetapi juga dicampur dengan unsur batu meteorid yang jatuh dari angkasa sehingga kokoh kuat.

Cara pembuatannya juga disertai dengan iringan doa kepada Sang Maha Pencipta Alam (Tuhan) dengan suatu upaya spiritual oleh Sang Mpu, sehingga kekuatan spiritual Sang Maha Pencipta Alam itu pun dipercaya terinduksi ke dalam bilah keris pusaka tersebut. Keris pusaka itu dipercaya mengandung tuah yang dapat mempengaruhi baik si pengagem pusaka itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya.

Daya Magis Keris : Pusaka Mempengaruhi Sikap dan Kepercayaan Diri Pemiliknya

Sebagai contoh, seringkali ada dugaan bahwa usaha dagang seorang pengagem keris pusaka berhasil karena pengaruh daya magis keris pusakanya membuat atau mempengaruhi orang-orang yang berhubungan dengan usahanya. Dalam masyarakat pun banyak dikenal banyak pamor keris untuk kerejekian, misalnya Pamor Udan Mas

Keris yang dipakai untuk kelengkapan busana pengantin pria khas Jawa sangat menarik hati. Keris itu dihiasi dengan untaian bunga mawar dan melati yang dikalungkan pada hulu batang keris. Ternyata itu bukan hanya sekedar hiasan, melainkan mengandung makna untuk mengingatkan orang agar jangan memiliki watak beringas, emosional, pemarah, adigang-adigung-adiguna, sewenang-wenang dan mau menangnya sendiri seperti watak Arya Penangsang.

Kaitannya dengan Arya Penangsang ialah saat ia berperang melawan Danang Sutawijaya, karena Penangsang pemarah, emosional, tidak bisa menahan diri. Perutnya tertusuk tombak Kyai Plered yang dihujamkan oleh Sutawijaya. Usus keluar dari perutnya yang robek.

Dalam keadaan ingin balas dendam dengan penuh kemarahan Penangsang yang sudah kesakitan itu mengalungkan ususnya ke hulu keris di pinggangnya. Ia terus menyerang musuhnya. Pada suatu saat Penangsang akan menusuk lawannya dengan keris Kyai Setan Kober di bagian pinggang. Begitu keris dihunus, ususnya terputus oleh mata keris pusakanya. Arya Penangsang mati dalam perang dahsyat yang menelan banyak korban.

cara memelet pria melalui nama

Tosan aji atau senjata pusaka seperti tombak, keris dan lain-lain itu bisa menimbulkan rasa keberanian yang luar biasa kepada pemilik atau pembawanya. Orang menyebut itu sebagai piandel, penambah kepercayaan diri.

Untuk mendapatkan Keris Pusaka Sepuh dan bertuah. Sesuai dengan manfaat yang akan menunjang kehidupan Anda dalam hal Kewibawaan, Kerejekian,Asmara dan Rumah Tangga. Silahkan Klik ikon Beranda disitus ini, Atau dengan Mengklik www.kolektorkeris.com. 

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 48 total views

Posted on

7 Keris Paling Sakti Yang Banyak Dicari Kolektor Keris

7 Keris Paling Sakti Yang Banyak Dicari Kolektor Keris – Ada berbagai macam alasan seseorang dalam mengkoleksi sebuah keris pusaka. Diantaranya karena ingin Uri – Uri Budaya, Memndapatkan Tuah dan manfaatnya, hingga karena terpesona oleh bentuk keris yang begitu menakjubkan. Terlepas dari segala tujuan yang diinginkan, berikut telah kami rangkumkan, beberapa keris pusaka sakti yang banyak dicari oleh kolektor dan penikmat Spiritual Keris. Mungkin diantara pembaca sekalian, sudah memilikinya atau bahkan sedang mencari keris – keris dibawah ini.

KERIS KYAI SENGKELAT

keris mataram - 7 KERIS PALING SAKTIKeris Sengkelat adalah keris pusaka luk tiga belas yang diciptakan pada jaman Majapahit (1466 – 1478), yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertabhumi (Brawijaya V) karya Mpu Supa Mandagri.

Mpu Supa adalah salah satu santri Sunan Ampel. Konon bahan untuk membuat keris Sengkelat adalah cis, sebuah besi runcing untuk menggiring onta. Konon, besi itu didapat Sunan Ampel ketika sedang bermunajat. Ketika ditanya besi itu berasal darimana, dijawab lah bahwa besi itu milik Muhammad saw. Maka diberikan lah besi itu kepada Mpu Supa untuk dibuat menjadi sebilah pedang.

Namun sang mpu merasa sayang jika besi tosan aji ini dijadikan pedang, maka dibuatlah menjadi sebilah keris luk tiga belas dan diberi nama keris Sengkelat. Setelah selesai, diserahkannya kepada Sunan Ampel. Sang Sunan menjadi kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Maka oleh Sunan Ampel disarankan agar keris Sengkelat diserahkan kepada Prabu Brawijaya V.

Keistimewaan Keris Sengkelat | 7 Pusaka Paling Sakti

Ketika Prabu Brawijaya V menerima keris tersebut, sang Prabu menjadi sangat kagum akan kehebatan keris Kyai Sengkelat. Dan akhirnya keris tersebut menjadi salah satu piyandel (maskot) kerajaan dan diberi gelar Kangjeng Kyai Ageng Puworo, mempunyai tempat khusus dalam gudang pusaka keraton.

Pusaka baru itu menjadi sangat terkenal sehingga menarik perhatian Adipati Blambangan. Adipati ini memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencuri pusaka tersebut demi kejayaan Blambangan dan berhasil. Mpu Supa yang telah mengabdi pada kerajaan Majapahit diberi tugas untuk mencari dan membawa kembali pusaka tersebut ke Majapahit. Karena taktik yang jitu dari mpu sumpa akhirnya keris itu ia dapatkan kembali dan tanpa menyebabkan peperangan, Malah Ki Nambang akhirnya dianugerahi seorang putri kadipaten yang bernama Dewi Lara Upas, adik dari Adipati Blambangan itu sendiri.Sang Mpu yang berhasil melaksanakan tugas selalu mencari cara agar dapat kembali ke Majapahit.

Ketika kesempatan itu tiba maka beliau pun segera kembali ke Majapahit dan meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Sebelum pergi, beliau meninggalkan pesan kepada sang istri bahwa kelak jika anak mereka lahir laki-laki agar diberi nama Joko Suro, serta meninggalkan besi bahan untuk  membuat keris.

KERIS KYAI NAGA SASRA SABUK INTEN

7 keris pling sakti - keris naga sasraKeris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten adalah dua benda pusaka berbeda peninggalan Raja Majapahit. Nagasasra adalah nama salah satu dapur keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan menyatakan jumlah luk-nya agar tidak salah.

Pada keris dapur Nagasasra yang bagus, sebagian banyak bilahnya diberi kinatah emas, dan pembuatan kinatah emas semacam ini telah dirancang oleh sang empu sejak awal pembuatan. Pada tahap penyelesaian akhir, sang empu sudah membuat bentuk kinatah sesuai rancangan. Bagian-bagian yang kelak akan dipasang emas diberi alur khusus Berupa pamor, untuk “tempat pemasangan kedudukan emas” dan setelah penyelesaian wilah selesai, maka dilanjutkan dengan penempelan emas oleh pandai emas dari dalam kerajaan.

Salah satu pembuat keris dengan dapur Nagasasra terbaik adalah karya empu Ki Nom, merupakan seorang empu yang terkenal, dan hidup pada akhir zaman kerajaan Majapahit

KERIS NOGO SILUMAN

keris nogo siluman asli - 7 KERIS PALING SAKTIBanyak opini yang beredar mengenai Keris Nogo siluman Asli. Yang paling banyak terdengar adalah Keris Milik Pangeran Diponegoro yang konon katanya di sita oleh Belanda, saat penangkapan beliau. Dan akhirnya disimpan di Museum belanda. Memang pernah diusulkn untuk di kembalikan kepada Indonesia oleh Raden saleh. Namun secara tiba – tiba Keris Nogo Siluman menghilang tanpa jejak, dan tidak di ketahui keberadaannya hingga kini”. Menurut R.M Ashraff Sigid

Keris Nogo Siluman merupakan salah satu dhapur Keris Naga yang cukup populer dan banyak diburu oleh para kolektor benda pusaka serta orang-orang yang percaya pada tuah ghaibnya. Salah satu tokoh Nasional yang memiliki ageman Keris Nogo Siluman adalah Pangeran Diponegoro yang sangat disegani dan sering membuat repot pihak Belanda pada perang Kemerdekaan.

Pahlawan Nasional lainnya yang memiliki ageman Keris Nogo Siluman adalah Jenderal besar Soedirman yang dengan gagah berani memimpin pasukan PETA berperang melawan penjajah Belanda pada perang Kemerdekaan. Siluman atau Seluman dalam bahasa Sansekerta berarti khayalan (penglihatan), yaitu bayangan yang dibangkitkan oleh kekuatan magis. Maka pengertian Nogo Siluman secara harafiah dapat diartikan sebagai Naga yang tidak kelihatan atau Naga yang ada di alam khayalan (alam ghaib/mistis).

Keris dhapur Nogo Siluman tergolong langka, dan pada jaman dahulu banyak dipakai oleh tokoh agama atau orang-orang yang mendalami ilmu kebatinan/spiritual.

Ciri dan Filosofi Keris Nogo Siluman | 7 Keris Paling Sakti

Ciri Keris Nogo Siluman yaitu memiliki luk 13 dengan gandhik berbentuk kepala Naga mengenakan mahkota, sumping, dan juga kalung. Sedangkan badan Naga dibuat sedikit tersamar yang kemudian menghilang pada luk pertama menyatu dengan bilahnya yang mengandung makna sebagai himbauan agar Manusia dalam menjalani hidup ini harus bisa mengendalikan hawa nafsunya yang berupa kekuasaan, kemewahan atau kekayaan.

Makna simbolis ini dapat diartikan bahwa sebagai seorang pemimpin tidak boleh bertindak sewenang-wenang, karena apa yang dimilikinya adalah “sampiraning urip” (titipan sementara). Sedangkan mulut Naga yang terbuka cukup lebar yang kadang disumpal dengan butiran emas atau batu mulia. Diyakini dapat meredam kekuatan negatif atau hawa panas dari Keris Nogo Siluman tersebut.

Makna sesungguhnya yang menjadi pesan dari disumpalnya mulut Naga menggunakan emas atau batu mulia adalah bahwa Manusia harus mampu mengendalikan ucapannya. Masyarakat Jawa mengenal ungkapan yang berbunyi “ajining diri soko kedaling lati”, artinya kehormatan diri seseorang berasal dari ucapan atau kata-katanya.

Jika dihubungkan dengan sifat-sifat kepemimpinan. Pesan yang tersirat yaitu bahwa sabda seorang pemimpin tidak boleh berubah-ubah (sabda pandita ratu tan keno wola-wali). Dengan demikian kemulian seorang pemimpin tercermin dari kemampuannya untuk menyelaraskan antara perkataan dengan perbuatan.

KERIS EMPU GANDRING KERAJAAN SINGOSARI

Keris empu Gandring adalah Benda Pusaka yang sangat terkenal dalam riwayat berdirinya kerajaan singasari di Malang, Keris ganas yang sudah terkenal memakan korban para pendiri kerajaan, pembuat, bahkan pemakainya yaitu Ken Arok.Singkat Cerita, Keris yang Melegenda ini di buat oleh empu yang sangat sakti bernama Empu Gnadring, yang kemudian dimintakan membuat sebuh keris sangat sakti oleh ken Arok. Menurutu literaturnya keris ini juga termasuk kedalam 7 keris paling sakti dan ampuh di Nusantara.

Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris keris pusaka masa itu. Mpu Gandring menyelesaikan pekerjaannya membuat sarung keris tersebut. Namun belum lagi sarung tersebut selesai dibuat, Ken Arok datang mengambil keris tersebut yang menurutnya sudah satu hari dan harus diambil. Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dan terakhir Keris tersebut ditusukkannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji (karena sarung keris itu belum selesai dibuat) selebihnya bahkan dikatakan untuk menguji kemampuan keris tersebut melawan kekuatan supranatural si pembuat keris (yang justru disimpan dalam keris itu untuk menambah kemampuannya). Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengeluarkan sumpah kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok.Sampai sekarang keris mpu gandring ini belum ditemukan lagi oleh siapapun..

KERIS PUSAKA KALAMUNYENG KANJENG SUNAN GIRI

Dalam Riwayat Prabu Brawijaya murka. Pengaruh Sunan Giri salah satu dari sembilan Wali Songo, dianggap sudah mengancam eksistensi Kerajaan Majapahit. Patih Gajahmada dan pasukannya lalu dikirim ke Giri untuk memberikan serangan, Penduduk Giri pun panik dan menghambur ke Kedaton Giri. Sunan Giri yang saat itu sedang menulis begitu terkejut dan pena (kalam) yang tengah digunakannya ia lontarkan ke arah pasukan Majapahit. Atas kehendak Sang Pencipta pena yang terlontar itu menjelma menjadi keris ampuh dan keris inilah yang memporak porandakan pasukan Majapahit.

Sunan Giri yang nama kecilnya adalah Raden Paku alias Muhammad Ainul. Tidak hanya dikenal sebagai penyebar agama Islam yang gigih. letapi juga pembaharu pada masanya. Pesantrennya, yang dibangun di perbukitan desa Sidomukti di selatan Gresik, tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan agama dalam arti sempit, tetapi juga menjadi pusat pengembangan masyarakat. Gin Kedaton, pesantrennya di Gresik, bahkan tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa kala itu. Ketika Raden Patah (Demak Bintaro) melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Pada perkembangannya kemudian, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Dan Sunan Giri diakui sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan setanah Jawa.

Raja Majapahit Mulai Merasa Terganggu Eksistensinya

Meluasnya pengaruh Sunan Giri di Gresik membuat Prabu Brawijaya, raja Majapahit kala itu murka. la memerintahkan patihnya, Gadjah Mada, ke Gin Penduduk Giri ketakutan dan berlari ke kedaton Sunan, Babad Tanah jawa menuturkan, ketika itu Sunan Giri sedang menulis. Karena terkejut mendengar musuh berdatangan merusak Giri, pena (kalam) yang dipegangnya Beliau lontarkan. Sunan Giri kemudian berdoa pada Sang Pencipta.

Ternyata kalam yang terlempar itu berubah meniadi keris berputar-putar,Keris dari kalam itu mengamuk dan banyak tentara Majapahit yang menyerbu Giri tewas, Sisanya kabur berlarian kembali ke Majapahit. Dan keris dari kalam itupun dikisahkan kembali sendiri ke kedaton Giri tergeletak di hadapan Sunan dengan berlumuran darah. Sunan lalu berdoa pada Yang Maha Kuasa, dan mengatakan pada rakyat Giri bahwa kerisnya yang ampuh itu dinamai Kalam Munyeng.

Apakah keris Kalam Munyeng (pena yang berputar-putar) itu, modelnya seperti keris yang pada masa kini. Pusaka yang juga populer dengan nama Kala Munyeng (raksasa yang berputar-putar), wallahu alam. Namun keris Kala munyeng juga termasuk keris yang amat tersohor Namanya di nusantara ini.

KERIS PUSAKA KYAI SETAN KOBER

7 keris paling sakti - keris setan koberKeris setan kober ini dalam sejarah dibuat oleh mpu supo mandagri,beliau adalah keturunan seorang empu dari tuban. Dalam riwayat, Mpu supo memeluk islam dan berguru kepada sunan Ampel, sambil tetap membuat keris. Supo Mandagri adalah mpu sakti yang menjadikan karyanya begitu sangat terkenal. Diantara lain Keris Kyai Sengkelat dan Keris Kyai Nogo sosro. Keris setan kober ini sendiri, keris ini dulu bernama “Bronggot Setan Kober”. Pusaka sakti ini dibuat pada awal kerajaan islam demak Bintaro. Kemudian keris ini di serahkan kepada Syekh Jafar Soddiq atau Sunan Kudus. Dalam perjalananya, kemudian diberikan lagi kepada Arya penangsang.

KERIS PUSAKA KYAI CONDONG CAMPUR

7 keris paling sakti - keris condong campurCondong Campur adalah salah satu keris pusaka milik Kerajaan Majapahit yang banyak disebut dalam legenda dan folklor. Keris ini dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Condong Campur, yang juga termasuk kedalam 7 keris paling sakti di Nusantara ini.

Keris ini merupakan salah satu dapur keris lurus. Panjang bilahnya sedang dengan kembang kacang, satu lambe gajah, satu sogokan di depan. Sedangkan ukuran panjangnya sampai ujung bilah, sogokan belakang tidak ada. Selain itu, keris ini juga menggunakan gusen dan lis-lis-an.

Condong Campur merupakan suatu perlambang keinginan untuk menyatukan perbedaan. Condong berarti miring yang mengarah ke suatu titik, yang berarti keberpihakan atau keinginan. Sedangkan campur berarti menjadi satu atau perpaduan. Dengan demikian, Condong Campur adalah keinginan untuk menyatukan suatu keadaan tertentu.

Konon keris pusaka ini dibuat beramai-ramai oleh seratus orang mpu. Bahan kerisnya diambil dari berbagai tempat. Dan akhirnya keris ini menjadi keris pusaka yang sangat ampuh tetapi memiliki watak yang jahat.

Dalam dunia keris muncul mitos dan legenda yang mengatakan adanya pertengkaran antara beberapa keris. Keris Sabuk Inten yang merasa terancam dengan adanya keris Condong Campur akhirnya memerangi Condong Campur. Dalam pertikaian tersebut, Sabuk Inten kalah. Sedangkan keris Sengkelat yang juga merasa sangat tertekan oleh kondisi ini akhirnya memerangi Condong Campur. Hingga akhirnya Condong Campur kalah dan melesat ke angkasa menjadi Lintang Kemukus(komet atau bintang berekor). Dan mengancam akan kembali ke bumi setiap 500 tahun untuk membuat huru hara, yang dalam bahasa Jawa disebut ontran-ontran.

Itulah sekilas terkait 7 keris paling sakti yang hingga saat ini semakin sulit untuk di cari, yang mana yang benar – benar asli. Semoga artikel ini bisa membantu, memperluas wawasan Anda terkait Tosan Aji, Kususnya Pusaka Keris.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

kegunaan keris tilam upih

 40 total views

Posted on

Nilai Luhur Di Balik Pamor Wos Wutah Tiban

pamor wos wutah

Nilai Luhur Di Balik Pamor Wos Wutah Tiban – Pamor Keris adalah segurat motif atau gambar yang terdapat pada bilah Keris yang dihasilkan dari campuran beberapa logam mirip besi, baja dan nikel, atau ada juga yang memakai kerikil meteor sebagai materi Pamornya.

Keris Panimbal - pamor keris yang paling dicariBerbagai jenis logam yang berbeda tersebut kemudian ditempa menjadi sebilah Keris sehingga terbentuklah lapisan-lapisan logam yang berbeda warna dikala diwarangi, alasannya yaitu nikel dan kerikil meteor tidak terpengaruh oleh reaksi kimia yang terjadi dari proses pewarangan yang menciptakan besi dan baja menjadi berwarna hitam.

Untuk memperindah wujud dari sebilah Keris, Pamor juga diyakini sebagai gambaran atau perlambang dari tuah Keris itu sendiri.

Selain itu, ada dua jenis Pamor yaitu Pamor tiban dan Pamor rekan. Pamor tiban merupakan Pamor yang terbentuk secara alami tanpa rekayasa dari Sang Empu dan bentuknya biasanya lebih sederhana.

Pamor rekan yaitu Pamor yang bentuknya telah dirancang atau direkayasa terlebih dulu oleh Sang Empu sehingga bentuk Pamor rekan biasanya lebih indah dan artistik.

Dari nama Pamor sendiri biasanya diadaptasi dengan bentuknya yang mirip sesuatu, baik itu benda, tumbuhan, binatang, atau mahluk tertentu yang kemudian bentuk-bentuk pamor tersebut juga dihubungkan dengan khasiat atau tuah dari Keris tersebut.

Filosofi Pamor Wos Wutah

Kolektor keris - Keris Panimbal3Nama Pamor Keris jumlahnya sangat banyak, salah satunya yaitu Pamor Beras Wutah atau Wos Wutah yang merupakan salah satu jenis Pamor tiban.

Pamor Beras Wutah atau Pamor Wos Wutah artinya beras tumpah yang mewakili ungkapan “Gemah ripah loh jinawi” (tenteram, makmur, dengan kekayan alam yang berlimpah).

Pada jaman dahulu, kemakmuran ditandai dengan hasil panen yang berlimpah, hal itulah yang kemudian mengilhami para Empu untuk memberi nama Beras Wutah atau Wos Wutah pada Pamor Keris buatannya.

Untuk pamor Beras Wutah atau Wos Wutah merupakan salah satu jenis Pamor yang paling banyak dibentuk. Sehingga menjadi salah satu jenis Pamor yang paling banyak dijumpai terdapat pada sebilah Keris.

Secara fisik bentuk Pamor Beras Wutah atau Wos Wutah menyerupai motif butiran beras tumpah. Dan merupakan pamor tiban yang terbentuk dari proses penempaan yang dilakukan oleh Sang Empu.

Kemudian secara spiritual, dalam proses pembuatan sebilah Keris Sang Empu akan melaksanakan ritual khusus atau tirakat. Yang pada dasarnya yaitu sebuah bentuk permohonan atau do’a kepada Yang Maha Kuasa. Serta menyerahkan hasil dari tempaannya dalam bentuk pamor kepada kehendak Tuhan secara ikhlas.

Dinilai dari filosofi, Beras Wutah atau Wos Wutah menggambarkan keinginan dan keinginan dari Empu pembuat Keris. Sehingga Beras Wutah sering dihubungkan dengan keinginan untuk mendapat hasil panen yang melimpah, atau kehidupan yang lebih makmur. Dan pada jaman kini Beras Wutah atau Wos Wutah berarti melambangkan rejeki dan penghasilan yang melimpah ruah.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 

 

Artikel Menarik Lainnya: 

 5 total views,  1 views today

Posted on

Begini Cara Memilih Pamor Keris Terbaik Untuk Anda Miliki

pamor keris terbaik

Pamor Keris Terbaik – Pamor merupakan sebuah atau sekumpulan gambar atau pola, yang umum terdapat pada sebilah keris pusaka. Masing – masing pamor memiliki tuah atau khasiat yang berbeda. Tidak hanya dalam hal tuah saja, perbedaan juga terdapat pada proses terbentuknya, hingga kecocokan bagi sang pemilik nantinya.

Banyak yang menyebutkan dan membandingkan pamor keris satu dengan pamor lainnya. Banyak pula yang menyebutkan ada jenis pamor yang baik dan kurang baik untuk di gunakan. Kenapa ada perbedaan?? Padahal, pada dasarnya Sang Mpu pembabar keris, selalu menciptakan keris dengan sangat baik dan untuk tujuan baik pula.

Yap.. Benar Sekali. Semua itu karena unsur kecocokan. Ketika Sebuah keris pusaka telah terjun ditengah Masyarakat, maka akan banyak sekali penilaian pada keris pusaka tersebut. Jika sebuah pamor keris tidak memiliki kecocokan dengan salah satu orang, maka pamor tersebut di anggap sebagai pamor yang kurang baik.

Nah,Hal apa sajakah yang harus kita perhatikan, ketika kita ingin memahari sebuah keris pusaka, dengan pamor terbaik dan juga cocok dengan Kita sebagai pemilikny?

Yang Pertama, Kita Wajib Tau Tentang Pengertian Tuah Keris.

Bagi sebagian masyarakat dalam memahami dan memiliki keris adalah berdasarkan Tuah dan khasiatnya, mengapa kemudian keris dianggap memiliki tuah?

Saat saya mencoba menemui Seorang Kolektor Keris Muda Asal Demak Jawa tengah, Yakni RM. Ashraff Sigid. Beliau mengatakan.

Keris bertuah adalah pusaka yang dianggap memiliki kekuatan atau energi tertentu kemudian membawa dampak kepada pemilinya. Biasanya Benda yang menyandang Gelar Pusaka, adalah benda yang sudah tidak lagi bersentuhan dengan urusan duniawi, termasuk keris.

Memang benar, ketika melihat dari sudut pandang lain sebuah keris. Dalam proses pembuatannya, keris jaman dahulu menggunakan bahan besi alami dan juga pamor meteor, tentu saja tidak semua keris jaman sekarang pembuatannya sama dengan jaman dahulu.

Bahan-bahan alami yang dibuat dimasa lampau sama sekali belum terkontaminasi dengan zat atau bahan lain, sehingga keadaannya masih sangat natural dan juga pilihan.

Pada Hakikatnya setiap benda di alam semesta memiliki energi, yang mana setiap energi tidak bisa dibentuk atau dihilangkan namun dapat diubah bentuknya.

Energi yang terpola dengan baik vibrasinya bisa mempengaruhi gelombang otak orang sekitar dan tentu akal akan memerintahkan gerak tubuh dan lainnya, seperti misalnya membawa semangat dan daya juang meningkat sehingga fokus pada keuangan yang kemudian disangka keris sebagai penarik rejeki.

Pemilihan Pamor Keris terbaik untuk Anda miliki

Menurut RM. Ashraff Sigid, Saat ini keris sudah mulai digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, dari orang biasa dan hingga pejabat tingkat presiden

Keris adalah merupakan warisan budaya Adi Luhung yang kita seharusnya bangga, karena menjadi warisan budaya yang diakui oleh UNESCO.

Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia haruslah bangga dan turut serta menjaga warisan tersebut, jangan sampai kalah dengan orang luar negeri.

Semua Kembali kepada diri Anda, memilih keris berdasarkan tuah khasiatnya, atau berdasarkan bentuk, pamor dan keindahan seni yang terdapat didalam setiap bilahnya, Semuanya boleh-boleh saja.

Karena yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga Warisan leluhur tersebut.

Itulah yang bisa saya sampaikan mengenai Pamor Keris Terbaik, yang bisa Anda miliki sebagai koleksi maupun ageman piandel. Sempatkan waktu Anda untuk mengecek deskripsi di bawah ini ya, Agar ilmu yang Anda dapat semakin lengkap. Anda juga bisa mengunjungi www.kolektorkeris.com untuk mendapatkan Pusaka ageman yang tepat dari RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia.


Artikel Menarik Lainnya: 


Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 499 total views,  2 views today

Posted on

Wuku dan Kecocokan Dapur Keris dengan Pemilik

Wuku dan Kecocokan Dapur Keris dengan Pemilik – Dalam dunia modern kita mengenal adanya ilmu Astrologi (Horoscope) yang membagi kelahiran seseorang berdasarkan Rasi Bintang, seperti Gemini, Cancer, Aries dan sebagainya. Demikian halnya dengan masyarakat Jawa yang mengenal WUKU. Mereka mengenal kelahiran seseorang yang terbagi menjadi 30 Wuku. Pengetahuan ini berawal atau diambil dari Epos Prabu Watugunung dengan 2 orang isteri dan 27 orang anaknya.

Pembagian Wuku tersebut selain untuk mengetahui watak dan karakter dasar seseorang. Yakni yang di dasarkan pada  Tanggal kelahirannya. Wuku ini juga dipercaya untuk melihat kesesuaian Dhapur Keris yang cocok untuk setiap wuku yang ada.

Selengkapnya pembahasan masalah Wuku dan Dhapur Keris adalah sebagai berikut :

Wuku Sinta

Kecocokan Keris Dengan Pemilik - Wuku SintaDewanya Sanghyang Batara Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita, banyak kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda.

Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup.

Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang.

Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat.

Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib.

Gedungnya di depan = memperlihatkan simbol kekayaannya, pradah hanya lahir.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Landep

Kecocokan keris dengan pemili - Wuku LandepDewanya Sanghyang Batara Mahadewa = bagus rupanya, terang hatinya, gemar bersemadi.

Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang, kasih sayang.

Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat.

Burungnya : Atat kembang (kakatua) = jadi kesukaan para agung, jika menghambakan diri jadi kesayangan.

Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Wukir

kecocokan keris dengan pemilik - wuku wukirDewanya Sanghyang Batara Mahayekti = besar hatinya, menghendaki lebih dari sesama.

Tunggulnya : didepan = selalu beruntung, kariernya lancar, akhirnya hidup senang.

Menghadapi air di bokor besar = baik budi pekertinya, menghormati orang lain.

Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya, sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh pimpinan.

Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan.

Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Kurantil

kecocokan keris dengan pemilik - wuku kurantilDewanya Sanghyang Batara Langsur = pemarah.

Memanggul tunggul = akhirnya mendapat kesenangan hidup.

Air dalam bokor besar disebelah kiri = serong hatinya, sering iri hati.

Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung, karena panas.

Burungnya : Salindita = lincah / tangkas.

Gedungnya terbalik di depan = boros.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Tolu / Tulu

kecocokan keris dengan pemilik - wuku toluDewanya Sanghyang Batara Bayu = dapat menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya, tak dapat dicegah.

Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari.

Pohonnya : Wijayamulya (Gaharu) = sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya.

Burungnya : Branjangan = ringan tangan, cepat bekerjanya.

Gedungnya di depan = suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Gumbreg

Dewanya Sanghyang Batara Cakra = keras budinya, segala yang dikehendakinya segera tercapai, tak mau dicegah, pengasih.

Kaki sebelah yang di depan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan, panas di belakang.

Pohonnya : Beringin = jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi.

Burungnya : Ayam hutan = liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi.

Gedungnya di kiri = penyayang, tapi kalau sedang jengkel tidak.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Warig Alit

kecocokan keris dengan pemilik - wuku wariga alit Dewanya Sanghyang Batara Asmara = bagus rupanya,senang asmara, cemburuan, hatinya mudah tersentuh.

Pohonnya : Sulastri = bagus rupanya, banyak yang cinta.

Burungnya : Kepodang = Gampang marah, cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak.

Menghadapi Candi = Senang berprihatin, menyepi.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Warigagung / Warigadian

kecocokan keris dengan pemilik - wuku wariagungDewanya sanghyang Mahayekti = berat tanggungannya, berkeinginan.

Tunggulnya : di belakang = rejekinya dibelakang hari.

Pohonnya : cemara = ramah bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati.

Burungnya : Betet = keras kemauannya, pandai mencari kehidupan.

Gedungnya dua buah di muka dan di belakang = ikhlasnya hanya setengah, jiwanya labil.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Julungwangi

wuku julungwangiDewanya sanghyang Sambu = tinggi perasaannya, tidak boleh disamai.

Tunggulnya : di depan = selalu beruntung, kariernya lancar, akhirnya hidup senang.

Menghadap air di bokor = dermawan tetapi harus diperlihatkan.

Pohonnya Cempaka = dicintai oleh orang banyak.

Burungnya Kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Sungsang

wuku sungsangDewanya sanghyang Gana = pemarah, gelap hati.

Pohonnya : Kayutangan = tak suka menganggur, keras budinya, suka kepada kepunyaan orang lain.

Burungnya : Nuri = pemboros, jauh kebahagiaannya.

Gedungnya terbalik di belakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Galungan / Dungulan

wuku galunganDewanya Sanghyang Batara Kamajaya = teguh hatinya, dapat melegakan hati orang susah, cinta pada perbuatan baik, jauh kepada perbuatan jahat.

Memangku air dalam bokor = suka bersedekah, pengasih, namun sedikit rejekinya.

Pohonnya : Kayutangan = ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada kepunyaan orang lain.

Burungnya : Elang = gesit tingkahnya, pandai mencari nafkah.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Kuningan

wuku kuninganDewanya Sanghyang Batara Indra = melebihi sesama, tinggi derajatnya.

Pohonnya : Wijayakusuma = menghindari keramaian, punya kharisma tinggi, orang senang bergaul dengannya.

Burungnya : Urang-urangan = lincah, cepat bekerjanya, lekas marah, mudah ngambek.

Gedungnya di belakang, jendelanya tertutup = hemat, banyak perhitungan.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Langkir

Wuku LangkirDewanya Sanghyang Batara Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya, tidak sayang kepada badannya sendiri, yang melihat takut, buruk adat-istiadatnya, tidak mau menurut, murka, banyak larangan.

Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati, tak boleh didekati orang.

Burungnya Gagak = tanggap bisikan gaib.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Mandasiyo

wuku mandasiyoDewanya Sanghyang Batara Brama: kuat budinya, pemarah, tak mau memberi ampun, jika marah tak dapat dicegah, tegaan.

Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak, jadi pelindung sengsara.

Burungnya : Platukbawang = rajin bekerja.

Gedungnya tertutup didepan = hemat dan banyak rejekinya.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Julungpujud

wuku julungugudDewanya Sanghyang Batara Guritno = suka kepada keramaian, suka berdandan, tersiar baik, mempunyai kedudukan yang lumayan, tidak pernah kekurangan uang.

Menghadap bukit/gunung = besar kemauannya, tak suka diatasi, menghendaki memerintah.

Pohonnya : Remuyuk = indah warnanya, tidak berbau, disukai orang.

Burung : Emprit Jowan = besar kemauannya tetapi pikirannya sukar diduga orang, halus budinya.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Pahang

wuku pahangDewanya Sanghyang Batara Tantra = perkataannya melebihi sesama, tidak sabaran menepati janji.

Bokornya di sebelah kiri di belakangnya = suka jalan serong.

Memanggul keris = kasar perkataannya, panas hati, suka bertikai.

Pohonnya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat.

Burung : Cucakrowo = banyak bicaranya.

Gedung di depan = boros.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Kuruwelut

wuku kuruwelutDewanya Sanghyang Batara Wisnu : tajam ciptanya, tinggi dan selamat budinya, melebihi sesama dewa.

Memanggul : cakra = tajam hatinya, berhati-hati.

Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya.

Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak pernah bohong, tidak suka terhadap perkataan yang remeh.

Gedungnya di depan = memperlihatkan kekayaannya, angkuh dan tidak mau disepelekan.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Mrakeh

wuku merakehDewanya Sanghyang Batara Surenggana = tawakal hatinya, ingatannya kuat, berkesanggupan/optimis, berani kepada kesulitan.

Tunggulnya membalik = cepat naik karier, lekas hidup senang.

Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna.

Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya.

Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Tambir

wuku tambirDewanya Sanghyang Batara Syiwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan, egois dan senang pamer.

Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya

Burungnya : prenjak = suka membuat isu.

Gedungnya tiga tertutup semua = tidak dapat kaya hanya setengah-setengah saja.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Madangkungan / Medahangkungan

wuku medahangkunganDewanya Sanghyang Batara Basuki : mengutamakan keberadaan, senang melihat orang lain sengsara, keinginannya aneh-aneh dan sukar menemukan jati diri.

Pohonnya : plasa = terhormat didaerah sendiri, sedang di kota tidak berarti apa-apa.

Burungnya : pelung = suka tinggal ditempat sunyi.

Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya, hemat.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Maktal

wuku maktalDewanya Sanghyang Batara Sakti = berbudi teguh, lurus hatinya, optimis, gesit berkarya, baik pekerjaannya, kata-katanya enak didengar.

Pohonnya : nagasari = bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh pembesar.

Burungnya : ayam hutan = suka tinggal ditempat sunyi, sukses dalam karier, banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia.

Gedungnya ditumpangi tunggul = kaya benda dan dihormati/berwibawa.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Wuyu

Dewanya Sanghyang Batara Kuwera = mudah tersinggung, mudah ngambek, senang menyendiri, senang beramal, kata-katanya tegas dan tidak dapat menabung.

Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya.

Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, pemberani, kuat dan tetap hatinya. Burungnya : Gagak = tak suka kepada keramaian, tanggap gaib.

Gedungnya terlentang di depan = pengasih tapi pemboros.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Manahil

wuku manahilDewanya Sanghyang Batara Citragatra = menjunjung diri sendiri, dapat berkumpul ditempat ramai, bakat angkuh, selalu bersedia-sedia untuk membela diri.

Air di bokor di belakangnya = halus perintahnya, tetapi tidak menghargai bawahan. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya.

Pohonnya : Tegaron = liat hatinya, semangat perjuangan hidupnya tinggi.

Burungnya : Sepahan = liar budinya, tajam pikirannya / perasa.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Prangbakat

wuku prangbakatDewanya Sanghyang Batara Bisma = pemarah, tangkas, pemalu, memperlihatkan watak prajurit, menghendaki jadi pemimpin orang, lurus pembicaraannya, segala yang dikehendaki tak ada sukarnya.

Kakinya kanan direndam dalam air bokor = perintahnya dingin di depan panas di belakang.

Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya, cukup rejekinya, agak angkuh.

Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.


Pembaca Lain Juga Menyukai:


Wuku Bala

wuku balaDewanya Sanghyang Batari Durga = suka berbuat huru-hara,membuat berita, jahil, suka bercampur dengan kejahatan, tak ada yang ditakuti, pandai sekali bertindak jahat.

Pohonnya : cemara = ramai bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati.

Burungnya : Ayam hutan = liar budinya, dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi.

Gedungnya di depan = senang memperlihatkan kekayaannya.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Wugu

Wuku WuguDewanya Sanghyang Batara Singajalma = banyak akal, lekas mengerti, cerdas, baik budinya, tetapi tidak senang diingkari janji.

Pohonnya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam, akan tetapi setelah dimakan sering dicela. Banyak rejekinya.

Burungnya : Kepodang = pamer, cemburuan, tidak suka berkumpul.

Gedungnya tertutup di belakang = hemat dan hati-hati membelanjakan uangnya.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Wayang

wuku wayangDewanya Sanghyang Batari Sri = banyak rejekinya, bakti, teliti, dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak.

Bokor berisi air di depan dan duduk di atasnya = sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya.

Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan, sukar dibelakang.

Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak.

Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang sunyi.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

cara memelet pria melalui nama

Wuku Kulawu

wuku kulawuDewanya Sanghyang Batara Sadana = kuat budinya, besar harapannya, menarik dalam pergaulan, pemboros senang nraktir, bagi laki-laki suka berpoligami.

Duduk di bokor berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya, dingin perintahnya.

Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang, kurang pandai.

Pohonnya: Tal = panjang umurnya, besar harapannya, kuat budinya.

Burungnya : Nuri, boros, murka. Gedungnya di depan = senang memperlihatkan kekayaannya.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Dukut

wuu dukutDewanya Sanghyang Batara Sakri = keras hatinya, selalu was-was, rajin, tajam pikirannya, segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya.

Pohonnya : Pandanwangi = tidak menonjol.

Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi.

Membelakangi gedungnya = sangat hemat. Berhadapan dengan dua bilah keris terhunus = selalu siaga dan waspada, serta serba ingin tahu.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Watugunung

wuku watugunungDewanya Sanghyang Batara Antaboga dan Batari Nagagini Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa.

Nagagini = gemar kepada asmara. Keduanya sangat gemar kebudayaan dan ilmu kebatinan.

Menghadap Candi = suka bertapa ditempat yang sunyi, gemar bersemedi dan mempelajari ilmu kebatinan.

Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian, terlihat angkuh, teliti.

Burungnya : Gogik = cemburuan, mudah tersinggung dan tidak senang di tempat yang ramai.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

 20 total views,  1 views today

Posted on

Mistis Jawa Kuno | Keterkaitan Keris Dengan Ungkapan Manunggaling Kawula Gusti

mistis jawa kuno

Mistis Jawa Kuno Manunggaling kawula Gusti adalah ungkapan khas mistisisme atau mistis Jawa Kuno yang seringkali disimbolkan dengan ungkapan lainnya dengan menggunakan kosakata keris (curiga) atau kodok (katak):

“curiga manjing warangka, warangka manjing curiga”. atau “kodok ngemuli lenge”. Kesemuanya mengacu kepada mono dualitas makrokosmos dan mikrokosmos yang mewujudkan realitas loro – loroning atunggal.

Bandingkan dengan pupuh Gambuh terdahulu: ” … kalbu kita kang wengku – winengku …. “

Narasumber paling terpercaya adalah P.J.Zoetmulder dalam desertasinya yang berjudul “Manunggaling Kawula Gusti” (terjemahan Dick Hartoko, 1990). Dalam teks pupuh macapat Maskumambang antara lain terungkap:

“Tunggal katon wawadah kalawan isi, ajro lulut atunggal, mapan sampurna ing jati, saking sih marga sampurna.”

Maknanya:

“(Wadah dan isi nampaknya bersatu, berluluh sedalam-dalamnya, menurut hakikat kodratnya mereka sempurna, akibat karunia Tuhan sumber kesempurnaan”.

Lebih jauh dalam ulasannya Zoetmulder menyatakan bahwa: “Perbedaan yang telah kami catat, yakni manusia didalam Tuhan dan Tuhan di dalam manusia dibahas juga dalam sastra suluk, yakni dengan perumpamaan mengenai keris dan sarungnya. Dalam seluruh sastra rohani Jawa, perumpamaan ini sangat digemari.”

Dalam teks Pupuh Macapat Asmaradana, pelukisaannya adalah sebagai berikut:

  1. Marmane sukma kinawi, sakeh ing sukma kang pada, dening akeh sukma mangke, tan ana sukma mangkana, jumbuh temen Ian suksma, fir duwung sarunganipun, mantep tunggal tiningalan
  2. Nyatane yen tunggal iki, duwung Ian sarunganira,duwung manjing warangkane, warangka manjing curiga, tan ana enggon ika, mantep warangka gonipun, dene wus dadi satunggal.
  3. Yek tenana den sayekti, pujinig warangka ika, yekti manjing ing duwunge, iku pada den prayitna, kawruhana warangka, den wruh panjign wetunipun, Iowan bakal ing paningal.
  4. La nano ujaring dalil, al insanu sirri ika, warangka manjing duwunge, duwung majing ign warangka, wana sirruhu ika,, bakda kun ing tegesipun, wus gumelar ngalam ika.
  5. Yektenana basa iki, warangka manjing curiga, kabla kun tegese mangke, duk manjing ana ing karsa, lanang wadon tan beda, ageng Ian awit ketung, miwah taksis assiya.

Terjemahannya:

  1. Sebabnya sukma dipuji diantara semua sukma lainnya ialah karena diantara sukma- sukma itu tak ada satu seperti yang ini, yang serupa dengan Sukma (Mutlak), bagaikan sebilah keris dengan sarungnya. Selalu dilihat manunggal.
  2. Kemanunggalan diantara keris dan sarung dinyatakan sbb. keris memasuki sarungnya, sarung memasuki kerisnya, Tempat dan leltaknya satu sama yang lain, tak dapat dibedakan lagi. Tempatnya di dalam sarung tak dapat diubah, kerena sudah menjadi satu.
  3. Yakinlah dirimu bagaimana sarung emmasuki keris, ia sungguh masuk kedala keris. Perhatikanlah dengan baik baik sarungnya, supaya kau memaklumi masuk dan keluarnya serta bahan renungan yang tersedia di sana.
  4. Adapun terdapat ucapan kitab suci “al-insanu sirri” manusia adalah rahasia-Ku. Artinya, sarung memasuki keris. Tetapi bila keris memasuki sarung, itulah diungkapkan dengan “wana sirruhu” Akulah rahasianya. Artinya ucapan terakhir ini ialah sesudah kata “kun” dunia menjadi nampak.
  5. Renungkanlah juga kenyataan kata-kata ini, sarung memasuki keris. lni berarti, sebelum kata “kun” diucapkan, jadi pada waktu kita berada menurut kehendak (ilahi), bila belum dibedakan antara pria dan wanita. Dan belum diperhitungkan besar dan kecilnya sesuatu, maupun cirri-ciri has setiap barang ciptaan.

Sarung memasuki keris, atau menurut bagian pertama hadits kudsi yang terkenal, dilukiskan dengan kata “al-insanu sirri, yaitu manusia di dalam Tuhan, itulah makhluk, atau pada umumnya semesta alam ciptaan, sebelum tampak pada kata cipatan “kun”.  Tersembunyi di dalam Tuhan dan seolah-olah merupakan raahsia-Nya.

Keris yang memasuki sarung, atau menurut bagian ke dua hadits · kudsi “Wanna Siruhu”  ialah Tuhan yang didalam manusia.

Namun demikian, frasa mistis manunggaling kawula gusti selain memiliki makna mistik. Juga mengenal arti sosiologis politis dalam konsep “Negara Integralistik,” yakni bahwa antara rakyat (Kawula) dan gusti (pemimpin resmi), menyatu secara rukun dan selaras.

Deskripsi Selo Sumadjan misalnya,

“Nama yang dipakai atau dipilih oleh Sultan Yogyakarta yang pertama mencerminkan kewajiban yang disadari karena kedudukannnya yang penting. Sebagai pangeran, dia diberi gelar “Mangkubumi,” yang artinya “Memangku dunia ini.” Tetapi sebagai sultan atau raja, dia memakai gelar Hamengkubuwono,” orang yang melindungi alam semesta.


Artikel Menarik Lainnya:


Nama ini memberi tanda kewajiban raja yang utama, yaitu menyatukan kerajaannya dengan alam semesta dengan perantaraan dirinya. Dengan tekanan pada kewajiban ini. Pertimbangan terpenting kenegaraan ada pada tercapainya persatuan antara kawula atau rakyat dan rajanya, atau manunggaling kawula gusti. Dalam aspek mistiknya, konsep ini bermakna persatuan antara manusia dengan alam gaib, dan juga antara manusia dengan penciptanya.”

Ada banyak cara untuk memahami warisan budaya Nusantara terkhusus Keris Pusaka. Salah satunya dengan mengkonsultasikan pusaka yang menjadi koleksi Anda kepada Pakarnya. RM. Ashraff Sigid adalah Kolektor Keris muda dari Kota semarang. Untuk berkomunikasi dengan Beliau, silahkan hubungi Kontak dibawah ini.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 138 total views

Posted on

Keris Jangkung | Piandel Untuk Mencapai Setiap Harapan Manusia

KERIS JANGKUNG – Dalam membabar sebuah keris pusaka, tentunya Sang empu tidak sembarangan. Sikap berhati hati dan melakukannya dengan sempurna ini juga berlaku dalam pembuatan Keris Luk, dalam artikel saat ini adalah Keris Luk 3 atau “Keris Jangkung”. Tidak hanya sampai disana, Setiap detail dari sebuah pusaka pun memiliki Arti dan maknanya masing – masing.

keris jangkungArti Keris Jangkung dikatakan memiliki makna Perlindungan dan Pengayoman. Makna lain, dengan meminjam istilah Sugeng SW (KR-Jogja), Keris berlekuk tiga atau Jangkung memiliki makna bahwa manusia diharapkan Jinangkung Jinampangan dari Tuhan SWT. Dengan demikian, keris berlekuk tiga ini menggambarkan harapan agar keinginan manusia bisa tercapai. Orang Jawa menamakannya Jangkung, keinginannya agar senantiasa dijangkung, dipenuhi Yang Maha Kuasa. Tetapi manusia juga harus memberikan perlindungan.

Konon, pada awal pemerintahannya, Sultan Agung Hanyokrokusumo beberapa kali memesan keris dapur Jangkung, dengan harapan dan keinginan untuk menunjukkan tekadnya dalam memberikan pengayoman dan perlindungan kepada warga masyarakat Mataram masa itu. Juga pernah tercatat pada tahun 1984 dan 1985 Sri Sultan Hamengku Buwono IX pernah memesan dua bilah keris, salah satunya dapur Jangkung Mengku Negoro kepada mPu Djeno Harumbrojo. Tetapi sayangnya beliau keburu wafat sebelum keris selesai dibuat.

Makna Yang Lebih Mendalam Tentang Keris Luk Tiga atau Keris Jangkung

keris jangkungDalam hal ini, Keris Luk 3 Dapur Jangkung bisa kita jadikan sebagai pengingat atas tugas kita (manusia) sebagai Pemimpin (Khalifah) di dunia. Dengan demikian, tugas untuk memberikan pengayoman dan perlindungan kepada seluruh makhluk Tuhan YME berada pada pundak manusia sebagai pemimpin di dunia.

Tetapi yang kerap muncul adalah bahwa manusia terlalu mendominasi atas segala kehidupan alam semesta, terutama di bumi. Seakan manusia ini adalah pelaku utama yang berdiri sendiri. Fokus utama perhatian khalayak hanya ada pada diri dan kebutuhan manusia itu sendiri tanpa mempertimbangkan bahwa dunia dan alam semesta ini sesungguhnya adalah sebuah jalinan kehidupan antar makhluk yang saling terkait dan mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Disini menunjukkan bahwa fungsi Manusia sebagai Pengayom atau Pelindung telah bergeser menjadi Fungsi sebagai Penguasa. Fungsi dari Pengaturan berubah menjadi Pemilik.

Kita sesungguhnya telah paham bahwa Tanah, Air, Udara, Tumbuhan dan Hewan Serta segala yang ada di alam raya ini merupakan Makhluk Tuhan. Tetapi karena adanya pergeseran fungsi Manusia dari Pengayom menjadi Penguasa, menyebabkan segala yang ada di alam ini hanya digunakan sebagai pemuas kebutuhan nafsu manusia belaka tanpa mempertimbangkan keseimbangan dan keberlangsungan hidup makhluk yang lain.

Maka tak ayal lagi, yang terjadi adalah ketimpangan kehidupan alam semesta dimana manusia telah mendominasi atas alam semesta. Dan karena tidak mampu menjaga keseimbangan hidup alam semesta, maka yang terjadi adalah munculnya berbagai bencana, dari mulai banjir, tanah longsor, gempa, lumpur panas yang meluap, sampai pada kerusuhan sosial dan politik.


Orang Lain Juga Membaca:


Keseimbangan Hidup Sangatlah Penting

Jadi marilah kita bersama-sama terus mengabarkan dan berjuang untuk kebaikan, demi terjaganya keseimbangan alam. Ini merupakan fungsi kita (manusia) sebagai Pengayom dan Penjaga bagi kehidupan di dunia, bukan merasa sebagai Pemilik. Karena sesungguhnya semua yang ada di Alam Raya ini adalah milik dan menjadi Kekuasaan Tuhan YMK.

Dan memang, disinilah salah satu manfaat Keris sebagai Pusaka atau Piyandel. Yaitu sebagai salah satu Filosofi Hidup. Dimana kita bisa belajar banyak dari pengalaman masa lalu, walaupun kita tidak hidup dimasa lalu.

Tentu banyak Sumber dan pemahaman yang berbeda terkait Pusaka. Untuk Itu Saya RM. Ashraff Sigid sangat senang, Jika para pembaca mau berbabagi dan berkonsultasi dengan saya secara langsung melalui Chat Whatsapp. Bertambah Saudara dan Wawasan.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 31 total views

Posted on

Yoni Utama Pusaka | Tuah Pada Sebilah Pusaka

tuah pada sebilah keris

Tuah Pada Sebilah Pusaka – Yoni pusaka atau Orang awam sering menyebutkan sebagai khodam pusaka adalah sebuah manifestasi energi yang terlahir dari serangkaian lelaku, mantra dan doa – doa yang ditujukan kepada Sang Maha Pencipta. Serangkaian ritual ini dilakukan oleh Sang Empu untuk terkabulnya suatu maksud yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh sang pemilik Keris Pusaka, sebagai wasillah untuk menunjang kehidupannya.

Konon katanya Mantra dan doa yang dipanjatkan oleh Sang Empu ini disimpan di dalam setiap lipatan logam bahan pemnuatan Keris pusaka yang sedang dalam proses penciptaan. Banyak yang meyakini, bahwa semakin banyak tempa lipat suatu pusaka, maka tuah keris pusaka akan semakin ampuh dan kuat. Secara fisik keris dengan tempa lipat yang sangat banyak akan menjadi sebuah maha karya yang Kuat, ulet dan tidak mudah patah. Secara isoteri/spiritual berarti semakin banyak doa dan mantra yang terkandung didalamnya.

Tuah Pada Sebilah Pusaka: Yang Utama dan Karakteristiknya

Secara garis besar Tuah keris pusaka ini lah yang paling banyak dipesan oleh orang orang jaman dahulu. Tuah keris pusaka yang menjadi tuah utama keris yang beredar di Nusantara saat ini ialah Keris yang bertuah kesaktian, Kewibawaan, dan Tuah Kerejekian.

Seiring perkembangan jaman keris yang telah turun temurun diwariskan atau berpindah tangan dengan cara tertentu. Tuah keris Pusaka ini pun menyesuaikan kepadada pemiik barunya.  Dengan kata lain, kemungkinan besar Tuah keris sudah tidak lagi sama, ketika dimiliki oleh orang yang pertama menerima keris langsung dari sang empu pembuatnya.

Perubahan tuah utama ini bisa disebabkan oleh kondisi dan karakter sang pemilik saat ini, tidak lagi sama dengan karakter keris yang ia miliki. Fungsinya tidak lagi sama dengan tujuan awal keris tersebut di buat. Namun, bisa saja tuah yang lainnya yang cenderung lebih kuat, karena tuah tersebutlah yang cenderung cocok dengan karakteristik pemilik keris saat ini. Dalam Artikel ini Saya juga akan membahas bagaimana cara untuk merasakan energi/khodam/yoni sebuah keris pusaka.

Tuah Keris Pusaka Yang Utama Tetap Ada, Di Tambah Tuah Pelengkap Lainnya

Bahwasanya awal Keris pusaka ini dibuat adalah disesuaikan dengan Weton, Karakter, Profesi, dan Tujuannya. Jadi kemungkinan perbedaan karakter keris dengan karakter Anda sebagai pemiliki saat ini tetap ada. Namun prbedaan ini bisa diatasi, meskipun Tuah utamanya tidak lagi maksimal bisa Anda Rasakan. Itulah penuturan dari RM. Ashraff Sigid Seorang Kolektor Keris Kenamaan dari Kota Semarang.

Beliau Juga Menambahkan, Tuah Pusaka Keris yang utama ini sebenarnya masih ada dan tersimpan didalam Pusaka tersebut. Namun dikarenakan karakteristiknya yang berbeda dan tingkat penyatuan kebatinan tidak lagi benar – benar dapat selaras, maka Tuah ini seakan meredup. Langkah yang Saya sarankan untuk Anda bisa merasakan Tuah tersebut adalah dengan Menayuh keris Pusaka yang Anda miliki.

Saya tidak menjamin tuah pada sebilah pusaka yang Anda miliki akan berfungsi maksimal 100%. Namun dengan Cara Menayuh Keris Pusaka yang benar, maka Anda akan mendapatkan sebuah petunjuk atau flash back sejarah. Sehingga Anda bisa memahami keris pusaka milik Anda dan mendapatkan manfaatnya.


Artikel Menarik Lainnya:


Nah itulah sedikit wawasan terkait Tuah utama yang melekat dalam sebilah pusaka. Untuk tuah atau manfaat yang lebih mendetail, akan kita bahas di Episode selanjutnya ya..

Untuk mendapatkan Keris Pusaka Sepuh dan bertuah. Sesuai dengan manfaat yang akan menunjang kehidupan Anda dalam hal Kewibawaan, Kerejekian, Asmara dan Rumah Tangga. Silahkan Klik ikon Beranda disitus ini, Atau dengan Mengklik www.kolektorkeris.com.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 122 total views

Posted on

Keris Dalam Pandangan Jawa | Magis, Mitis dan Mistis

keris dalam pandangan jawa

Keris Dalam Pandangan Jawa – Makna filosofis keris sebagai symbol pengantin pria adalah maknanya sebagai pandangan dunia. Kesakralan keris dalam wahana perkawinan yang berdimensi spiritual-keilahian memberitahukan mistisisme keris, bukan lagi magisme.

Terlebih dahulu, sebelum dielaborasi keris dalam pandangan dunia Jawa, ada baiknya disinggung pula perbedaan antara magisme dan mistisisme, antara sifat magis dan sifat mistis. Hal ini penting berhubung dengan salahkaprah di masyarakat yang tampaknya banyak terjadi. Salah-kaprah itu adalah tidak dikenalnya perbedaan tajam, atau pemakaian kosakata yang saling dipertukarkan antara “mistis” dengan “mitis/mitos”.

Kalau disebut magis dan magisme, hal itu berarti bahwa konteksnya adalah mitis, berasal kata mitis (myth). Sedangkan apabila disebut mistis (dengan “s” di tengah) asal katanya adalah mistik (mystique). Apabila demikian maka menjadi jelas bahwa mitos dan mistik itu memang sangat berbeda. Mitos atau myth adalah:

Pertama:

“An ancient story that is based on popular beliefs or that explains

natural or historical events.”

Kedua:

“A widely belief but false story or idea”.

(Oleh: Longman)

Dalam konteks kebudayaan manusia dikenal adanya tiga tahapan, yakni: Tahap Mitis, Tahap substansialistik dan Tahap fungsional (van Peursen, 1977).

Tahap mitis ini adalah tahapan sejarah budaya paling lama dan paling tua berhubung dengan ciri kepurbaannya, yang kadang-kadang secara sepihak disebut dengan tahapan primitif.

Masyarakat purba itu mempunyai asas kepercayaan ketuhanan animisme- dinamisme dengan unsur kekeramatan pada zat- zat fisik seperti lautan, sungai, danau, gunung, jurang, pohonpohon besar yang dalam kepercayaan keagamaan tertentu diikuti aksi meletakkan sesajen di dekat benda atau wujud yang dikeramatkan tersebut. Mantra, tabu dan ritual merupakan aksi sandingan yang melekat ke dalam jagat mitos.

Peran Adanya Mitos Dikalangan Masyarakat

Van Peursen menjelaskan bahwa jagat mitos mempunyai tiga fungsi pokok, yakni;

  • Menyadarkan adanya kekuatan ajaib atau alam gaib.
  • Memberi semacam jaminan kekinian, dan
  • Memberi pengetahuan tentang dunia. Mirip fungsi ilmu dan filsafat bagi jagat modern.

Berlandaskan pada fungsi- fungsi tersebut, keris dalam rangka pandangan dunia Jawa bukan hanya mewujudkan mistisisme dalam ciri mistik, melainkan sekaligus memenuhkan ke tiga fungsi mitos itu.

Keris dikeramatkan, menjadi dipersepsi secara gaib semisal pada jamasan pusaka setiap tanggal 1 Sura tahun Jawa. Paling tidak, dalam kerangka fungsi pertama mitos itu sering disaksikan unsur keajaiban dalam keris seperti bilah keris yang bisa berdiri di atas meja dengan posisi terbalik (sisi runcing di bawah, gagang keris di atas).

Dalam fungsi ke dua, jaminan masa kini, pemilik keris khususnya keris pusaka secara psikologis merasakan ketentaraman hidup. Dalam fungsinya yang ke tiga, yakni aspek kepengetahuannya, keris ternyata memberikan “kawruh kejawaan” khas yang bersifat, baik filosofis maupun gnosis (pengetahuan keilahian).

Adapun yang disebut magis adalah kelanjutan dari mitos. Yakni jenis mitos negatif, misalnya sihir, jengges, tenung dan santet. Minimal sifat magis ini merupakan pengkultusan lagi dari sesuatu mitos.

Jadi, jika mitos melekat di dalamnya ciri pemberhalaan, dalam magis pemberhalaan itu dikuadratkan sehingga bisa melahirkan sifat dan watak negatif.

Sedangkan mistik atau mystique adalah: “a special quality that makes person or thing seem myaterious and different, esp. causing admiration”.

Adapun mistisisme adalah: “the attempt to gain, or practice of gaining, a knowledge or real/ truth and union with God by prayer and meditation”. (Longman).

Keris Sebagai Gambaran Manunggal dengan Tuhan

Arti mistisisme dalam rumusan yang terakhir inilah yang melingkupi bahasan keris dalam pandangan dunia Jawa yang lazim dikenal dengan frasa “Manunggaling kawula Gusti.” Sering juga disebut dengan “Jumbuhing kawula Gusti,” atau “Pamoring kawula Gusti.” Mistisisme identik dengan tasawuf dan sufisme dalam Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Harun Nasution, bahwa:

“Tasawuf atau sufisme sebagaimana halnya dengan mistisisme di luar agama Islam, mempunyai tujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan. lntisari mistisisme termasuk di dalamnya sufisme, ialah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara ruh dengan Tuhan, dengan mengasingkan diri dan berkontemplasi”.

Kesadaran berada dekat Tuhan itu dapat mengambil bentuk ijtihad, bersatu dengan Tuhan.” (Simuh, 2003: 25).

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 81 total views

Posted on

9 Istilah Pamor Keris Yang Saat ini Sudah Jarang Di Ketahui

istilah pamor keris

9 Istilah Pamor Keris Berdasarkan Penampakan Dan Rabaan Yang Saat ini Sudah Jarang Di KetahuiBanyak orang yang berburu pusaka lantaran pamor keris atau corak dari bilah pusaka itu sendiri. Sebagian besar para pengkoleksi keris memang cenderung memperhatikan pamor ketimbang jenis dhapur sebuah pusaka. Mereka meyakini bahwa tuah pusaka terkuat adalah dari bentuk dan juga jenis pamor.

Sudut pandang orang dalam menghormati sebuah pusaka adalah berbeda – beda. Ada yang dari segi Energinya, Khodamnya, Seni Tempanya dan masih banyak lagi alasan, kenapa seseorang sangat senang mengkoleksi pusaka.

Dalam buku-buku lama mengenai keris sering dijumpai berbagai istilah untuk menggambarkan keadaan dan penampilan Pamor Keris. Bahasa Jawanya: Wujud semuning pamor.

Lalu apa sajakah istilah – istilah untuk menggambarkan sebuah pamor pusaka yang sudah jarang diketahui orang diluaran sana. Istilah-istilah ini pada umumnya kurang begitu dikenal orang yang hidup pada masa kini, di antaranya adalah:

Istilah Pamor Keris Mrambut

Pamor Mrambut merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan rabaan (grayangan—Jawa), yaitu pamor yang jika diraba dengan ujung jari rasanya seperti meraba rambut. Munculnya pamor semacam itu pada permukaan bilah keris bagaikan susunan helaian rambut, atau seperti serat-serat yang halus dan lembut.

Istilah Pamor Keris Ngawat

Pamor Ngawat juga berkaitan dengan kesan rabaan seperti di atas, tetapi rasa rabaannya tidak sehalus pramor yang mrambut, melainkan seolah-olah seperi rabaan jajaran kawat yang lembut.

Istilah Pamor Keris Nggajih

Pamor nggajih merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan penglihatan, yakni pamor yang tampak seperti lemak beku menempel di permukaan bilah keris Keris atau tosan aji yang pamornya nggajih biasanya adalah keris yang bermutu rendah atau yang sering disebut keris rucahan. Keris semacam itu jika dijentik (dithinthing—Jawa.) biasanya tidak berdenting.

Istilah Pamor Keris Mbugisan

Pamor mbugisan adalah istilah penilaian pamor keris melalui kesan penglihatan dan rabaan. Permukaan bilah keris yang pamornya tergolong mbugisan raba-annya halus, sedangkan gradasi berbedaan warna antara besinya yang hitam dan pamornya yang putih keperakkan tidak nyata terlihat, tidak kontras.

Istilah Pamor Keris Nyanak

Pamor nyanak, adalah istilah untuk pamor Sanak atau pamor peson, merupakan istilah penilaian pamor menurut kesan penglihatan dan rabaan. Alur-alur poly gambaran pamor ini tidak jelas, tidak kontras, tetapi rabaannya sangat terasa, agak kasar. Keris berpamor sanak biasanya dibuat dari bahan pamor yang berupa mineral besi yang didapat dari daerah lain. Jika dijentik, keris dengan pamor sanak tidak berdenting nyaring.

Istilah Pamor Keris Kelem

Pamor yang kelem yang penampilannya cukup jelas, cukup kontras, tetapi sedemikian rupa sehingga seolah yang terlihat ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan pamor. Seolah sebagian terbesar dari pamor itu `tengelam’ di dalam badan bilah. Pamor yang kelem itu jika diraba akan terasa honer atau halus dan lembut.

Istilah Pamor Keris Kemambang

Pamor yang kemambang adalah kebalikan dari pamor yang kelem. Pamor keris ini memberi kesan seolah bagian pamor yang tertanam di badan bilah hanya se-dikit saja. Jika diraba, pamor kemambang juga memberikan kesan lumer dan halus.

Istilah Pamor Keris Ngintip

Pamor yang ngintip adalah istilah penamaan pamor yang sangat kasar perabaannya, malahan kadang-kadang di beberapa bagian terasa tajam. Pamor yang ngintip ini bisa terjadi karena dua sebab. Pertama si empu boros atau dermawan (loma—Jawa.) terhadap bahan pamor yang digunakannya, sehingga jumlah bahan pamor yang digunakan berlebihan Bisa juga terjah karena ketidaksengajaan, yakni untuk memberikan kesan wingit pada keris itu. Sebab yang kedua adalah si empu menggunakan bahan pamor bermutu tinggi, tetapi besi yang digunakan mutunya kurang baik, sehingga besi itu cepat aus. Sewaktu besinya sudah aus, sedangkan pamor tidak, maka pamor keris itu akan `muncur di permukaan bilah secara berlebihan.

Istilah Pamor Keris Mubyar

Pamor yang mubyar yakni pamor yang tampak cerah, cemerlang, dan kontras dengan warna besinya. Walaupun warnanya kontras, namun jika diraba akan terasa lumer, halus.


Baca Juga: 


Selain istilah-istilah di atas, untuk menilai corak pusaka orang juga mengamati kondisi tertanamnya pamor pada badan bilah pusaka atau tosan aji lainnya. Menurut istilah Jawa, kondisi itu disebut tancebing atau tumancebing pamor.

Tancebing atau kondisi tertancapnya pamor pada badan bilah ada dua macam, yakni parades (pandhes), yang tertanamnya pamor seolah dalam dan kokoh dan kumambang, yaitu yang seolah-olah mengambang atau mengapung di permukaan bilah.

Nah, itulah yang bisa saya sampaikan mengenai Pamor Keris Berdasarkan Penampakan Dan Rabaan Yang Saat ini Sudah Jarang Di Ketahui Oleh Orang. Selain  membaca artikel ini, Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan RM. Ashraff Sigid KOLEKTOR KERIS terkait Tosan Aji atau Pusaka melalui Whatsap di nomor 08112888540 atu klik ikon kunsultasi dibawah ini. Salam Rahayu

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 280 total views

Posted on

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka – Ketika pertama mendengar kata Keris pusaka, pasti kebanyakan dari kita akan merasa penasaran tentang cara pembuatannya. Terlebih bagaimana bisa sebuah benda yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun ini bertahan hingga saat ini. Proses pembuatan keris sendiri di sebut proses penempaan.

Pada jaman dahulu, ketika Seorang empu membabar sebuah pusaka (Gegaman) ataupun Keris Hias (Ageman), adalah sebuah wujud pengabiannya pada yang pencipta. Pada Era Hindu Buda, Seorang Empu membabar keris pusaka bisa diibaratkan sebagai prosesi peribadatan. sehingga proses pembuatan pusaka ini tidak boleh di ketahui oleh orang lain apalagi di tiru. Itulah kenapa kedudukan Seorang empu di jaman dahuli setara dengan priyayi, sangat di hormati dan di sakralkan keberadaannya.

Hal ini sangat berlawanan dengan keberadaan para pandai besi di era sekarang. Mereka selalu terbuka jika ada orang lain yang ingin melihat atau bahkan ingin belajar cara membuat pusaka. keterbukaan ini tidak lain dan tidak bukan agar supaya warisan budaya terutama keris pusaka ini dapat dilestarikan oleh generasi muda era modern ini.

Menurut budayawan asal madura ir. Djoyo Sunjojo, “Sebenarnya, sesuatu yang setengah dirahasiakan, justru akan menjadi sakral dan lestari dengan sendirinya. Sebab, hal rahasia yang tetap membutuhkan perjuangan berat, guna mendapatkannya, justru akan menjadi sebuah kepemilikan yang langgeng”.

Berbeda dengan hal yang mudah di dapatkan. Sesuatu, baik ilmu maupun kebendaan yang diperoleh dengan mudah, justru akan menjadikan penyandangnya cepat bosan dan mudah melupakan. Sebab, cara kinerja otak manusia yang disesuaikan dengan kefitrohannya cenderung mencari hal yang menantang. Semakin mudah di dapat maka, semakin mudah dilupakan karena sudah menjadi hal biasa-biasa saja.

Oleh sebab itulah, kenapa banyak bangsa asing yang memanfaatkan bahkan mengambil kekayaan pertiwi ini, untuk dijadikan sebuah keistimewaan di negrinya sendiri. Padahal, sesuatu yang kesannya direbut itu, sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja di negeri ini. Menurut saya, sebuah tinggalan lampau hendaknya jangan terlalu di fulgarkan. Lebih baik tetap menjadi sebuah setengah rahasia yang menantang bagi generasi muda kita,” terangnya.

Rahasia Penempaan Keris Pusaka Empu Jaman Dahulu

Satu hal yang tidak berubah dari proses pembuatan keris adalah tata cara dan perhitungannya yang terkenal rumit. Sebelum memulai rangkaian proses, terlebih dulu si mpu yang bersangkutan melakukan ritual tirakatan, puasa dan berdoa kepada Sang Pencipta.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan keris antara lain adalah logam mulia untuk keris lurus yang berbobot sekitar 12 kilogram. Sedangkan untuk keris berlekuk bobotnya mencapai 18 kilogram.

Baja yang diperlukan kurang lebih seberat 600 gram dan bahan pamor atau nikel seberat 350 gram. Di masa lampau, bahan pamor ini didapat dari batu meteorit yang dilebur sebelumnya. Tetapi saat ini tentu sangat sulit mendapatkan bahan tersebut, sehingga diganti dengan nikel.

Prosesi Awal Empu Dalam Membabar Keris Pusaka

Awal pembuatan keris dilakukan dengan menyatukan pamor dan besi. Caranya, bahan pamor dijepit dengan dua besi dan ditempa. Sehingga terbentuk lapisan atau lipatan pada besi dan pamor, bilah ini disebut besi kodokan. Nah dalam proses tempa kodokan inilah, sang mpu biasanya menyisipkan doa dan energinya pada setiap bungkus lipatan besi.

Sehingga di jaman dahulu tidaklah heran jika banyak keris yang memiliki daya magis bahkan berefek energi yang dahsyat. Hal ini disebabkan, meleburnya energi dan doa sang mpu pada setiap bilah keris yang diciptakannya.

Jaman dahulu, guna menghasilkan keris berkualitas tinggi, paling tidak dalam proses penempaan ini diperlukan ribuan lipatan. Makin banyak lipatannya, makin lama pula waktu yang diperlukan. Sebab pada dasarnya cara membuat keris adalah dengan pembakaran, penempaan dan pelipatan yang prosesnya tidak sebentar.

Selama proses tempa, sang mpu dan para panjak memasukkan besi dan bahan pamor berulang kali. Sehingga udara terasa sangat panas dengan abu pembakaran yang beterbangan. Sesekali, besi yang panas membara akan dicelupkan ke minyak secara mendadak sebagai proses pendinginan. Proses pendinginan ini disebut nyepuh yang tujuannya adalah untuk mendapatkan besi yang tua, kuat dan keras.

Setelah melewati rangkaian proses ini, baja dan bahan pamor yang tadinya berat akan berubah menjadi sebilah keris yang ringan, tipis namun kuat.


Artikel Menarik Lainnya:


Keris mentah kemudian ditatah dengan corak. Bisa berupa ukiran hiasan atau pola, seperti motif hewan, tumbuhan, wayang, ataupun rajah dan mantra. Hal ini tentu menyesuaikan dengan wangsit atau petunjuk sebelum dimulainya pembuatan keris.

Setelah semua beres, proses terakhir dalam pembuatan keris adalah proses marangi atau memunculkan bilah keris agar pamornya keluar. Caranya adalah dengan memoleskan warangan atau merendam bilah keris tersebut. Adapun warangan ini sendiri berupa cairan arsenikum yang sudah dicampur dengan air jeruk nipis.

Warangan yang dioleskan pada bilah keris akan memunculkan lapisan hitam pada besi, sedangkan bahan nikelnya tetap berwarna putih. Warna putih yang membentuk pola ini disebut pamor keris.

Manakala dinilai, harga sebilah keris yang berkualitas tinggi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Meskipun pada jamannya merupakan senjata, namun sejak dulu keris telah memiliki nilai lain dalam proses ritual, sekaligus memperlihatkan status sosial orang yang memilikinya.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 143 total views

Tag :

  • Ciri keris berbahan meteor