Posted on

9 Istilah Pamor Keris Yang Saat ini Sudah Jarang Di Ketahui

istilah pamor keris

9 Istilah Pamor Keris Berdasarkan Penampakan Dan Rabaan Yang Saat ini Sudah Jarang Di KetahuiBanyak orang yang berburu pusaka lantaran pamor keris atau corak dari bilah pusaka itu sendiri. Sebagian besar para pengkoleksi keris memang cenderung memperhatikan pamor ketimbang jenis dhapur sebuah pusaka. Mereka meyakini bahwa tuah pusaka terkuat adalah dari bentuk dan juga jenis pamor.

Sudut pandang orang dalam menghormati sebuah pusaka adalah berbeda – beda. Ada yang dari segi Energinya, Khodamnya, Seni Tempanya dan masih banyak lagi alasan, kenapa seseorang sangat senang mengkoleksi pusaka.

Dalam buku-buku lama mengenai keris sering dijumpai berbagai istilah untuk menggambarkan keadaan dan penampilan Pamor Keris. Bahasa Jawanya: Wujud semuning pamor.

Lalu apa sajakah istilah – istilah untuk menggambarkan sebuah pamor pusaka yang sudah jarang diketahui orang diluaran sana. Istilah-istilah ini pada umumnya kurang begitu dikenal orang yang hidup pada masa kini, di antaranya adalah:

Istilah Pamor Keris Mrambut

Pamor Mrambut merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan rabaan (grayangan—Jawa), yaitu pamor yang jika diraba dengan ujung jari rasanya seperti meraba rambut. Munculnya pamor semacam itu pada permukaan bilah keris bagaikan susunan helaian rambut, atau seperti serat-serat yang halus dan lembut.

Istilah Pamor Keris Ngawat

Pamor Ngawat juga berkaitan dengan kesan rabaan seperti di atas, tetapi rasa rabaannya tidak sehalus pramor yang mrambut, melainkan seolah-olah seperi rabaan jajaran kawat yang lembut.

Istilah Pamor Keris Nggajih

Pamor nggajih merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan penglihatan, yakni pamor yang tampak seperti lemak beku menempel di permukaan bilah keris Keris atau tosan aji yang pamornya nggajih biasanya adalah keris yang bermutu rendah atau yang sering disebut keris rucahan. Keris semacam itu jika dijentik (dithinthing—Jawa.) biasanya tidak berdenting.

Istilah Pamor Keris Mbugisan

Pamor mbugisan adalah istilah penilaian pamor keris melalui kesan penglihatan dan rabaan. Permukaan bilah keris yang pamornya tergolong mbugisan raba-annya halus, sedangkan gradasi berbedaan warna antara besinya yang hitam dan pamornya yang putih keperakkan tidak nyata terlihat, tidak kontras.

Istilah Pamor Keris Nyanak

Pamor nyanak, adalah istilah untuk pamor Sanak atau pamor peson, merupakan istilah penilaian pamor menurut kesan penglihatan dan rabaan. Alur-alur poly gambaran pamor ini tidak jelas, tidak kontras, tetapi rabaannya sangat terasa, agak kasar. Keris berpamor sanak biasanya dibuat dari bahan pamor yang berupa mineral besi yang didapat dari daerah lain. Jika dijentik, keris dengan pamor sanak tidak berdenting nyaring.

Istilah Pamor Keris Kelem

Pamor yang kelem yang penampilannya cukup jelas, cukup kontras, tetapi sedemikian rupa sehingga seolah yang terlihat ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan pamor. Seolah sebagian terbesar dari pamor itu `tengelam’ di dalam badan bilah. Pamor yang kelem itu jika diraba akan terasa honer atau halus dan lembut.

Istilah Pamor Keris Kemambang

Pamor yang kemambang adalah kebalikan dari pamor yang kelem. Pamor keris ini memberi kesan seolah bagian pamor yang tertanam di badan bilah hanya se-dikit saja. Jika diraba, pamor kemambang juga memberikan kesan lumer dan halus.

Istilah Pamor Keris Ngintip

Pamor yang ngintip adalah istilah penamaan pamor yang sangat kasar perabaannya, malahan kadang-kadang di beberapa bagian terasa tajam. Pamor yang ngintip ini bisa terjadi karena dua sebab. Pertama si empu boros atau dermawan (loma—Jawa.) terhadap bahan pamor yang digunakannya, sehingga jumlah bahan pamor yang digunakan berlebihan Bisa juga terjah karena ketidaksengajaan, yakni untuk memberikan kesan wingit pada keris itu. Sebab yang kedua adalah si empu menggunakan bahan pamor bermutu tinggi, tetapi besi yang digunakan mutunya kurang baik, sehingga besi itu cepat aus. Sewaktu besinya sudah aus, sedangkan pamor tidak, maka pamor keris itu akan `muncur di permukaan bilah secara berlebihan.

Istilah Pamor Keris Mubyar

Pamor yang mubyar yakni pamor yang tampak cerah, cemerlang, dan kontras dengan warna besinya. Walaupun warnanya kontras, namun jika diraba akan terasa lumer, halus.


Baca Juga: 


Selain istilah-istilah di atas, untuk menilai corak pusaka orang juga mengamati kondisi tertanamnya pamor pada badan bilah pusaka atau tosan aji lainnya. Menurut istilah Jawa, kondisi itu disebut tancebing atau tumancebing pamor.

Tancebing atau kondisi tertancapnya pamor pada badan bilah ada dua macam, yakni parades (pandhes), yang tertanamnya pamor seolah dalam dan kokoh dan kumambang, yaitu yang seolah-olah mengambang atau mengapung di permukaan bilah.

Nah, itulah yang bisa saya sampaikan mengenai Pamor Keris Berdasarkan Penampakan Dan Rabaan Yang Saat ini Sudah Jarang Di Ketahui Oleh Orang. Selain  membaca artikel ini, Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan RM. Ashraff Sigid KOLEKTOR KERIS terkait Tosan Aji atau Pusaka melalui Whatsap di nomor 08112888540 atu klik ikon kunsultasi dibawah ini. Salam Rahayu

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 224 total views

Posted on

Begini Cara Memilih Pamor Keris Terbaik Untuk Anda Miliki

pamor keris terbaik

Pamor Keris Terbaik – Pamor merupakan sebuah atau sekumpulan gambar atau pola, yang umum terdapat pada sebilah keris pusaka. Masing – masing pamor memiliki tuah atau khasiat yang berbeda. Tidak hanya dalam hal tuah saja, perbedaan juga terdapat pada proses terbentuknya, hingga kecocokan bagi sang pemilik nantinya.

Banyak yang menyebutkan dan membandingkan pamor keris satu dengan pamor lainnya. Banyak pula yang menyebutkan ada jenis pamor yang baik dan kurang baik untuk di gunakan. Kenapa ada perbedaan?? Padahal, pada dasarnya Sang Mpu pembabar keris, selalu menciptakan keris dengan sangat baik dan untuk tujuan baik pula.

Yap.. Benar Sekali. Semua itu karena unsur kecocokan. Ketika Sebuah keris pusaka telah terjun ditengah Masyarakat, maka akan banyak sekali penilaian pada keris pusaka tersebut. Jika sebuah pamor keris tidak memiliki kecocokan dengan salah satu orang, maka pamor tersebut di anggap sebagai pamor yang kurang baik.

Nah,Hal apa sajakah yang harus kita perhatikan, ketika kita ingin memahari sebuah keris pusaka, dengan pamor terbaik dan juga cocok dengan Kita sebagai pemilikny?

Yang Pertama, Kita Wajib Tau Tentang Pengertian Tuah Keris.

Bagi sebagian masyarakat dalam memahami dan memiliki keris adalah berdasarkan Tuah dan khasiatnya, mengapa kemudian keris dianggap memiliki tuah?

Saat saya mencoba menemui Seorang Kolektor Keris Muda Asal Demak Jawa tengah, Yakni RM. Ashraff Sigid. Beliau mengatakan.

Keris bertuah adalah pusaka yang dianggap memiliki kekuatan atau energi tertentu kemudian membawa dampak kepada pemilinya. Biasanya Benda yang menyandang Gelar Pusaka, adalah benda yang sudah tidak lagi bersentuhan dengan urusan duniawi, termasuk keris.

Memang benar, ketika melihat dari sudut pandang lain sebuah keris. Dalam proses pembuatannya, keris jaman dahulu menggunakan bahan besi alami dan juga pamor meteor, tentu saja tidak semua keris jaman sekarang pembuatannya sama dengan jaman dahulu.

Bahan-bahan alami yang dibuat dimasa lampau sama sekali belum terkontaminasi dengan zat atau bahan lain, sehingga keadaannya masih sangat natural dan juga pilihan.

Pada Hakikatnya setiap benda di alam semesta memiliki energi, yang mana setiap energi tidak bisa dibentuk atau dihilangkan namun dapat diubah bentuknya.

Energi yang terpola dengan baik vibrasinya bisa mempengaruhi gelombang otak orang sekitar dan tentu akal akan memerintahkan gerak tubuh dan lainnya, seperti misalnya membawa semangat dan daya juang meningkat sehingga fokus pada keuangan yang kemudian disangka keris sebagai penarik rejeki.

Pemilihan Pamor Keris terbaik untuk Anda miliki

Menurut RM. Ashraff Sigid, Saat ini keris sudah mulai digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, dari orang biasa dan hingga pejabat tingkat presiden

Keris adalah merupakan warisan budaya Adi Luhung yang kita seharusnya bangga, karena menjadi warisan budaya yang diakui oleh UNESCO.

Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia haruslah bangga dan turut serta menjaga warisan tersebut, jangan sampai kalah dengan orang luar negeri.

Semua Kembali kepada diri Anda, memilih keris berdasarkan tuah khasiatnya, atau berdasarkan bentuk, pamor dan keindahan seni yang terdapat didalam setiap bilahnya, Semuanya boleh-boleh saja.

Karena yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga Warisan leluhur tersebut.

Itulah yang bisa saya sampaikan mengenai Pamor Keris Terbaik, yang bisa Anda miliki sebagai koleksi maupun ageman piandel. Sempatkan waktu Anda untuk mengecek deskripsi di bawah ini ya, Agar ilmu yang Anda dapat semakin lengkap. Anda juga bisa mengunjungi www.kolektorkeris.com untuk mendapatkan Pusaka ageman yang tepat dari RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia.


Artikel Menarik Lainnya: 


Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 398 total views,  1 views today

Posted on

Mistis Jawa Kuno | Keterkaitan Keris Dengan Ungkapan Manunggaling Kawula Gusti

mistis jawa kuno

Mistis Jawa Kuno Manunggaling kawula Gusti adalah ungkapan khas mistisisme atau mistis Jawa Kuno yang seringkali disimbolkan dengan ungkapan lainnya dengan menggunakan kosakata keris (curiga) atau kodok (katak):

“curiga manjing warangka, warangka manjing curiga”. atau “kodok ngemuli lenge”. Kesemuanya mengacu kepada mono dualitas makrokosmos dan mikrokosmos yang mewujudkan realitas loro – loroning atunggal.

Bandingkan dengan pupuh Gambuh terdahulu: ” … kalbu kita kang wengku – winengku …. “

Narasumber paling terpercaya adalah P.J.Zoetmulder dalam desertasinya yang berjudul “Manunggaling Kawula Gusti” (terjemahan Dick Hartoko, 1990). Dalam teks pupuh macapat Maskumambang antara lain terungkap:

“Tunggal katon wawadah kalawan isi, ajro lulut atunggal, mapan sampurna ing jati, saking sih marga sampurna.”

Maknanya:

“(Wadah dan isi nampaknya bersatu, berluluh sedalam-dalamnya, menurut hakikat kodratnya mereka sempurna, akibat karunia Tuhan sumber kesempurnaan”.

Lebih jauh dalam ulasannya Zoetmulder menyatakan bahwa: “Perbedaan yang telah kami catat, yakni manusia didalam Tuhan dan Tuhan di dalam manusia dibahas juga dalam sastra suluk, yakni dengan perumpamaan mengenai keris dan sarungnya. Dalam seluruh sastra rohani Jawa, perumpamaan ini sangat digemari.”

Dalam teks Pupuh Macapat Asmaradana, pelukisaannya adalah sebagai berikut:

  1. Marmane sukma kinawi, sakeh ing sukma kang pada, dening akeh sukma mangke, tan ana sukma mangkana, jumbuh temen Ian suksma, fir duwung sarunganipun, mantep tunggal tiningalan
  2. Nyatane yen tunggal iki, duwung Ian sarunganira,duwung manjing warangkane, warangka manjing curiga, tan ana enggon ika, mantep warangka gonipun, dene wus dadi satunggal.
  3. Yek tenana den sayekti, pujinig warangka ika, yekti manjing ing duwunge, iku pada den prayitna, kawruhana warangka, den wruh panjign wetunipun, Iowan bakal ing paningal.
  4. La nano ujaring dalil, al insanu sirri ika, warangka manjing duwunge, duwung majing ign warangka, wana sirruhu ika,, bakda kun ing tegesipun, wus gumelar ngalam ika.
  5. Yektenana basa iki, warangka manjing curiga, kabla kun tegese mangke, duk manjing ana ing karsa, lanang wadon tan beda, ageng Ian awit ketung, miwah taksis assiya.

Terjemahannya:

  1. Sebabnya sukma dipuji diantara semua sukma lainnya ialah karena diantara sukma- sukma itu tak ada satu seperti yang ini, yang serupa dengan Sukma (Mutlak), bagaikan sebilah keris dengan sarungnya. Selalu dilihat manunggal.
  2. Kemanunggalan diantara keris dan sarung dinyatakan sbb. keris memasuki sarungnya, sarung memasuki kerisnya, Tempat dan leltaknya satu sama yang lain, tak dapat dibedakan lagi. Tempatnya di dalam sarung tak dapat diubah, kerena sudah menjadi satu.
  3. Yakinlah dirimu bagaimana sarung emmasuki keris, ia sungguh masuk kedala keris. Perhatikanlah dengan baik baik sarungnya, supaya kau memaklumi masuk dan keluarnya serta bahan renungan yang tersedia di sana.
  4. Adapun terdapat ucapan kitab suci “al-insanu sirri” manusia adalah rahasia-Ku. Artinya, sarung memasuki keris. Tetapi bila keris memasuki sarung, itulah diungkapkan dengan “wana sirruhu” Akulah rahasianya. Artinya ucapan terakhir ini ialah sesudah kata “kun” dunia menjadi nampak.
  5. Renungkanlah juga kenyataan kata-kata ini, sarung memasuki keris. lni berarti, sebelum kata “kun” diucapkan, jadi pada waktu kita berada menurut kehendak (ilahi), bila belum dibedakan antara pria dan wanita. Dan belum diperhitungkan besar dan kecilnya sesuatu, maupun cirri-ciri has setiap barang ciptaan.

Sarung memasuki keris, atau menurut bagian pertama hadits kudsi yang terkenal, dilukiskan dengan kata “al-insanu sirri, yaitu manusia di dalam Tuhan, itulah makhluk, atau pada umumnya semesta alam ciptaan, sebelum tampak pada kata cipatan “kun”.  Tersembunyi di dalam Tuhan dan seolah-olah merupakan raahsia-Nya.

Keris yang memasuki sarung, atau menurut bagian ke dua hadits · kudsi “Wanna Siruhu”  ialah Tuhan yang didalam manusia.

Namun demikian, frasa mistis manunggaling kawula gusti selain memiliki makna mistik. Juga mengenal arti sosiologis politis dalam konsep “Negara Integralistik,” yakni bahwa antara rakyat (Kawula) dan gusti (pemimpin resmi), menyatu secara rukun dan selaras.

Deskripsi Selo Sumadjan misalnya,

“Nama yang dipakai atau dipilih oleh Sultan Yogyakarta yang pertama mencerminkan kewajiban yang disadari karena kedudukannnya yang penting. Sebagai pangeran, dia diberi gelar “Mangkubumi,” yang artinya “Memangku dunia ini.” Tetapi sebagai sultan atau raja, dia memakai gelar Hamengkubuwono,” orang yang melindungi alam semesta.


Artikel Menarik Lainnya:


Nama ini memberi tanda kewajiban raja yang utama, yaitu menyatukan kerajaannya dengan alam semesta dengan perantaraan dirinya. Dengan tekanan pada kewajiban ini. Pertimbangan terpenting kenegaraan ada pada tercapainya persatuan antara kawula atau rakyat dan rajanya, atau manunggaling kawula gusti. Dalam aspek mistiknya, konsep ini bermakna persatuan antara manusia dengan alam gaib, dan juga antara manusia dengan penciptanya.”

Ada banyak cara untuk memahami warisan budaya Nusantara terkhusus Keris Pusaka. Salah satunya dengan mengkonsultasikan pusaka yang menjadi koleksi Anda kepada Pakarnya. RM. Ashraff Sigid adalah Kolektor Keris muda dari Kota semarang. Untuk berkomunikasi dengan Beliau, silahkan hubungi Kontak dibawah ini.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 97 total views

Posted on

Keris Jangkung | Piandel Untuk Mencapai Setiap Harapan Manusia

KERIS JANGKUNG – Dalam membabar sebuah keris pusaka, tentunya Sang empu tidak sembarangan. Sikap berhati hati dan melakukannya dengan sempurna ini juga berlaku dalam pembuatan Keris Luk, dalam artikel saat ini adalah Keris Luk 3 atau “Keris Jangkung”. Tidak hanya sampai disana, Setiap detail dari sebuah pusaka pun memiliki Arti dan maknanya masing – masing.

keris jangkungArti Keris Jangkung dikatakan memiliki makna Perlindungan dan Pengayoman. Makna lain, dengan meminjam istilah Sugeng SW (KR-Jogja), Keris berlekuk tiga atau Jangkung memiliki makna bahwa manusia diharapkan Jinangkung Jinampangan dari Tuhan SWT. Dengan demikian, keris berlekuk tiga ini menggambarkan harapan agar keinginan manusia bisa tercapai. Orang Jawa menamakannya Jangkung, keinginannya agar senantiasa dijangkung, dipenuhi Yang Maha Kuasa. Tetapi manusia juga harus memberikan perlindungan.

Konon, pada awal pemerintahannya, Sultan Agung Hanyokrokusumo beberapa kali memesan keris dapur Jangkung, dengan harapan dan keinginan untuk menunjukkan tekadnya dalam memberikan pengayoman dan perlindungan kepada warga masyarakat Mataram masa itu. Juga pernah tercatat pada tahun 1984 dan 1985 Sri Sultan Hamengku Buwono IX pernah memesan dua bilah keris, salah satunya dapur Jangkung Mengku Negoro kepada mPu Djeno Harumbrojo. Tetapi sayangnya beliau keburu wafat sebelum keris selesai dibuat.

Makna Yang Lebih Mendalam Tentang Keris Luk Tiga atau Keris Jangkung

keris jangkungDalam hal ini, Keris Luk 3 Dapur Jangkung bisa kita jadikan sebagai pengingat atas tugas kita (manusia) sebagai Pemimpin (Khalifah) di dunia. Dengan demikian, tugas untuk memberikan pengayoman dan perlindungan kepada seluruh makhluk Tuhan YME berada pada pundak manusia sebagai pemimpin di dunia.

Tetapi yang kerap muncul adalah bahwa manusia terlalu mendominasi atas segala kehidupan alam semesta, terutama di bumi. Seakan manusia ini adalah pelaku utama yang berdiri sendiri. Fokus utama perhatian khalayak hanya ada pada diri dan kebutuhan manusia itu sendiri tanpa mempertimbangkan bahwa dunia dan alam semesta ini sesungguhnya adalah sebuah jalinan kehidupan antar makhluk yang saling terkait dan mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Disini menunjukkan bahwa fungsi Manusia sebagai Pengayom atau Pelindung telah bergeser menjadi Fungsi sebagai Penguasa. Fungsi dari Pengaturan berubah menjadi Pemilik.

Kita sesungguhnya telah paham bahwa Tanah, Air, Udara, Tumbuhan dan Hewan Serta segala yang ada di alam raya ini merupakan Makhluk Tuhan. Tetapi karena adanya pergeseran fungsi Manusia dari Pengayom menjadi Penguasa, menyebabkan segala yang ada di alam ini hanya digunakan sebagai pemuas kebutuhan nafsu manusia belaka tanpa mempertimbangkan keseimbangan dan keberlangsungan hidup makhluk yang lain.

Maka tak ayal lagi, yang terjadi adalah ketimpangan kehidupan alam semesta dimana manusia telah mendominasi atas alam semesta. Dan karena tidak mampu menjaga keseimbangan hidup alam semesta, maka yang terjadi adalah munculnya berbagai bencana, dari mulai banjir, tanah longsor, gempa, lumpur panas yang meluap, sampai pada kerusuhan sosial dan politik.


Orang Lain Juga Membaca:


Keseimbangan Hidup Sangatlah Penting

Jadi marilah kita bersama-sama terus mengabarkan dan berjuang untuk kebaikan, demi terjaganya keseimbangan alam. Ini merupakan fungsi kita (manusia) sebagai Pengayom dan Penjaga bagi kehidupan di dunia, bukan merasa sebagai Pemilik. Karena sesungguhnya semua yang ada di Alam Raya ini adalah milik dan menjadi Kekuasaan Tuhan YMK.

Dan memang, disinilah salah satu manfaat Keris sebagai Pusaka atau Piyandel. Yaitu sebagai salah satu Filosofi Hidup. Dimana kita bisa belajar banyak dari pengalaman masa lalu, walaupun kita tidak hidup dimasa lalu.

Tentu banyak Sumber dan pemahaman yang berbeda terkait Pusaka. Untuk Itu Saya RM. Ashraff Sigid sangat senang, Jika para pembaca mau berbabagi dan berkonsultasi dengan saya secara langsung melalui Chat Whatsapp. Bertambah Saudara dan Wawasan.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 9 total views

Posted on

Yoni Utama Pusaka | Tuah Pada Sebilah Pusaka

tuah pada sebilah keris

Tuah Pada Sebilah Pusaka – Yoni pusaka atau Orang awam sering menyebutkan sebagai khodam pusaka adalah sebuah manifestasi energi yang terlahir dari serangkaian lelaku, mantra dan doa – doa yang ditujukan kepada Sang Maha Pencipta. Serangkaian ritual ini dilakukan oleh Sang Empu untuk terkabulnya suatu maksud yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh sang pemilik Keris Pusaka, sebagai wasillah untuk menunjang kehidupannya.

Konon katanya Mantra dan doa yang dipanjatkan oleh Sang Empu ini disimpan di dalam setiap lipatan logam bahan pemnuatan Keris pusaka yang sedang dalam proses penciptaan. Banyak yang meyakini, bahwa semakin banyak tempa lipat suatu pusaka, maka tuah keris pusaka akan semakin ampuh dan kuat. Secara fisik keris dengan tempa lipat yang sangat banyak akan menjadi sebuah maha karya yang Kuat, ulet dan tidak mudah patah. Secara isoteri/spiritual berarti semakin banyak doa dan mantra yang terkandung didalamnya.

Tuah Pada Sebilah Pusaka: Yang Utama dan Karakteristiknya

Secara garis besar Tuah keris pusaka ini lah yang paling banyak dipesan oleh orang orang jaman dahulu. Tuah keris pusaka yang menjadi tuah utama keris yang beredar di Nusantara saat ini ialah Keris yang bertuah kesaktian, Kewibawaan, dan Tuah Kerejekian.

Seiring perkembangan jaman keris yang telah turun temurun diwariskan atau berpindah tangan dengan cara tertentu. Tuah keris Pusaka ini pun menyesuaikan kepadada pemiik barunya.  Dengan kata lain, kemungkinan besar Tuah keris sudah tidak lagi sama, ketika dimiliki oleh orang yang pertama menerima keris langsung dari sang empu pembuatnya.

Perubahan tuah utama ini bisa disebabkan oleh kondisi dan karakter sang pemilik saat ini, tidak lagi sama dengan karakter keris yang ia miliki. Fungsinya tidak lagi sama dengan tujuan awal keris tersebut di buat. Namun, bisa saja tuah yang lainnya yang cenderung lebih kuat, karena tuah tersebutlah yang cenderung cocok dengan karakteristik pemilik keris saat ini. Dalam Artikel ini Saya juga akan membahas bagaimana cara untuk merasakan energi/khodam/yoni sebuah keris pusaka.

Tuah Keris Pusaka Yang Utama Tetap Ada, Di Tambah Tuah Pelengkap Lainnya

Bahwasanya awal Keris pusaka ini dibuat adalah disesuaikan dengan Weton, Karakter, Profesi, dan Tujuannya. Jadi kemungkinan perbedaan karakter keris dengan karakter Anda sebagai pemiliki saat ini tetap ada. Namun prbedaan ini bisa diatasi, meskipun Tuah utamanya tidak lagi maksimal bisa Anda Rasakan. Itulah penuturan dari RM. Ashraff Sigid Seorang Kolektor Keris Kenamaan dari Kota Semarang.

Beliau Juga Menambahkan, Tuah Pusaka Keris yang utama ini sebenarnya masih ada dan tersimpan didalam Pusaka tersebut. Namun dikarenakan karakteristiknya yang berbeda dan tingkat penyatuan kebatinan tidak lagi benar – benar dapat selaras, maka Tuah ini seakan meredup. Langkah yang Saya sarankan untuk Anda bisa merasakan Tuah tersebut adalah dengan Menayuh keris Pusaka yang Anda miliki.

Saya tidak menjamin tuah pada sebilah pusaka yang Anda miliki akan berfungsi maksimal 100%. Namun dengan Cara Menayuh Keris Pusaka yang benar, maka Anda akan mendapatkan sebuah petunjuk atau flash back sejarah. Sehingga Anda bisa memahami keris pusaka milik Anda dan mendapatkan manfaatnya.


Artikel Menarik Lainnya:


Nah itulah sedikit wawasan terkait Tuah utama yang melekat dalam sebilah pusaka. Untuk tuah atau manfaat yang lebih mendetail, akan kita bahas di Episode selanjutnya ya..

Untuk mendapatkan Keris Pusaka Sepuh dan bertuah. Sesuai dengan manfaat yang akan menunjang kehidupan Anda dalam hal Kewibawaan, Kerejekian, Asmara dan Rumah Tangga. Silahkan Klik ikon Beranda disitus ini, Atau dengan Mengklik www.kolektorkeris.com.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 92 total views

Posted on

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka – Ketika pertama mendengar kata Keris pusaka, pasti kebanyakan dari kita akan merasa penasaran tentang cara pembuatannya. Terlebih bagaimana bisa sebuah benda yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun ini bertahan hingga saat ini. Proses pembuatan keris sendiri di sebut proses penempaan.

Pada jaman dahulu, ketika Seorang empu membabar sebuah pusaka (Gegaman) ataupun Keris Hias (Ageman), adalah sebuah wujud pengabiannya pada yang pencipta. Pada Era Hindu Buda, Seorang Empu membabar keris pusaka bisa diibaratkan sebagai prosesi peribadatan. sehingga proses pembuatan pusaka ini tidak boleh di ketahui oleh orang lain apalagi di tiru. Itulah kenapa kedudukan Seorang empu di jaman dahuli setara dengan priyayi, sangat di hormati dan di sakralkan keberadaannya.

Hal ini sangat berlawanan dengan keberadaan para pandai besi di era sekarang. Mereka selalu terbuka jika ada orang lain yang ingin melihat atau bahkan ingin belajar cara membuat pusaka. keterbukaan ini tidak lain dan tidak bukan agar supaya warisan budaya terutama keris pusaka ini dapat dilestarikan oleh generasi muda era modern ini.

Menurut budayawan asal madura ir. Djoyo Sunjojo, “Sebenarnya, sesuatu yang setengah dirahasiakan, justru akan menjadi sakral dan lestari dengan sendirinya. Sebab, hal rahasia yang tetap membutuhkan perjuangan berat, guna mendapatkannya, justru akan menjadi sebuah kepemilikan yang langgeng”.

Berbeda dengan hal yang mudah di dapatkan. Sesuatu, baik ilmu maupun kebendaan yang diperoleh dengan mudah, justru akan menjadikan penyandangnya cepat bosan dan mudah melupakan. Sebab, cara kinerja otak manusia yang disesuaikan dengan kefitrohannya cenderung mencari hal yang menantang. Semakin mudah di dapat maka, semakin mudah dilupakan karena sudah menjadi hal biasa-biasa saja.

Oleh sebab itulah, kenapa banyak bangsa asing yang memanfaatkan bahkan mengambil kekayaan pertiwi ini, untuk dijadikan sebuah keistimewaan di negrinya sendiri. Padahal, sesuatu yang kesannya direbut itu, sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja di negeri ini. Menurut saya, sebuah tinggalan lampau hendaknya jangan terlalu di fulgarkan. Lebih baik tetap menjadi sebuah setengah rahasia yang menantang bagi generasi muda kita,” terangnya.

Rahasia Penempaan Keris Pusaka Empu Jaman Dahulu

Satu hal yang tidak berubah dari proses pembuatan keris adalah tata cara dan perhitungannya yang terkenal rumit. Sebelum memulai rangkaian proses, terlebih dulu si mpu yang bersangkutan melakukan ritual tirakatan, puasa dan berdoa kepada Sang Pencipta.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan keris antara lain adalah logam mulia untuk keris lurus yang berbobot sekitar 12 kilogram. Sedangkan untuk keris berlekuk bobotnya mencapai 18 kilogram.

Baja yang diperlukan kurang lebih seberat 600 gram dan bahan pamor atau nikel seberat 350 gram. Di masa lampau, bahan pamor ini didapat dari batu meteorit yang dilebur sebelumnya. Tetapi saat ini tentu sangat sulit mendapatkan bahan tersebut, sehingga diganti dengan nikel.

Prosesi Awal Empu Dalam Membabar Keris Pusaka

Awal pembuatan keris dilakukan dengan menyatukan pamor dan besi. Caranya, bahan pamor dijepit dengan dua besi dan ditempa. Sehingga terbentuk lapisan atau lipatan pada besi dan pamor, bilah ini disebut besi kodokan. Nah dalam proses tempa kodokan inilah, sang mpu biasanya menyisipkan doa dan energinya pada setiap bungkus lipatan besi.

Sehingga di jaman dahulu tidaklah heran jika banyak keris yang memiliki daya magis bahkan berefek energi yang dahsyat. Hal ini disebabkan, meleburnya energi dan doa sang mpu pada setiap bilah keris yang diciptakannya.

Jaman dahulu, guna menghasilkan keris berkualitas tinggi, paling tidak dalam proses penempaan ini diperlukan ribuan lipatan. Makin banyak lipatannya, makin lama pula waktu yang diperlukan. Sebab pada dasarnya cara membuat keris adalah dengan pembakaran, penempaan dan pelipatan yang prosesnya tidak sebentar.

Selama proses tempa, sang mpu dan para panjak memasukkan besi dan bahan pamor berulang kali. Sehingga udara terasa sangat panas dengan abu pembakaran yang beterbangan. Sesekali, besi yang panas membara akan dicelupkan ke minyak secara mendadak sebagai proses pendinginan. Proses pendinginan ini disebut nyepuh yang tujuannya adalah untuk mendapatkan besi yang tua, kuat dan keras.

Setelah melewati rangkaian proses ini, baja dan bahan pamor yang tadinya berat akan berubah menjadi sebilah keris yang ringan, tipis namun kuat.


Artikel Menarik Lainnya:


Keris mentah kemudian ditatah dengan corak. Bisa berupa ukiran hiasan atau pola, seperti motif hewan, tumbuhan, wayang, ataupun rajah dan mantra. Hal ini tentu menyesuaikan dengan wangsit atau petunjuk sebelum dimulainya pembuatan keris.

Setelah semua beres, proses terakhir dalam pembuatan keris adalah proses marangi atau memunculkan bilah keris agar pamornya keluar. Caranya adalah dengan memoleskan warangan atau merendam bilah keris tersebut. Adapun warangan ini sendiri berupa cairan arsenikum yang sudah dicampur dengan air jeruk nipis.

Warangan yang dioleskan pada bilah keris akan memunculkan lapisan hitam pada besi, sedangkan bahan nikelnya tetap berwarna putih. Warna putih yang membentuk pola ini disebut pamor keris.

Manakala dinilai, harga sebilah keris yang berkualitas tinggi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Meskipun pada jamannya merupakan senjata, namun sejak dulu keris telah memiliki nilai lain dalam proses ritual, sekaligus memperlihatkan status sosial orang yang memilikinya.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 111 total views

Posted on

Kelahiran Keris Ditanah Jawa | Titik Terang Yang Belum Tercapai

kelahirn keris ditanah jawa

Kelahiran Keris Ditanah Jawa – Walaupun tidak bisa disangsikan lagi bahwa keris adalah salah satu karya asli peradaban negeri ini. Namun hingga saat ini masih belum dapat dipastikan Kapan pertama kali keris dibuat. Teori tentang budaya Dongson yang dibawa oleh para pendatang ke kepulauan Indonesia,  dijadikan dasar oleh Bernet Kempers (1959) untuk mengemukakan teorinya tentang kelahiran keris ditanah Jawa. 

Bernet Kempers memperkirakan, bentuk keris merupakan perkembangan dari senjata tusuk zaman perunggu yang banyak ditemukan dalam budaya Dongson.  Menurut Egerton (1968), seorang kolektor senjata tajam di Inggris,  pencipta keris jawa adalah Panji Inu Kertapati.  Yakni seorang raja Jenggala pada abad ke-14.  Sudah barang tentu ini bukan pendapat pribadi bangsawan Inggris itu,  melainkan simpulan berdasarkan data yang ada pada masa itu.

Sementara itu menurut buku Pratelan Dhapur Duwung Saha Waos, Karangan Ronggowarsito, yang telah dikoreksi oleh Jayasukadga yang hidup pada zaman pemerintahan Pakubuwana X.  Keris pertama kali dibuat oleh Empu Ramadi atas titah Sri Paduka Mahadewa Buda,  peristiwa itu diuraikan dalam kalimat – kalimat sebagai berikut:

“… Sri Paduka Mahadewa Buda, Inggih punika Sang Hyang Guru Nata, ingkang awit yasa dedamel warna – warni, kathah – kathah mboten kacariyosaken. Namun kapethik nalika yasa dhuwung wonten kahyangan Kaendran dhapur Lar Ngatap, Pasopatisaha Dhapur Cundrik, Ginambar ing angka 1,2,3. Ingkang damel nama Empu Ramadi, kal tahun Jawi angkleresi sangkala 142.”

Terjemahan:

“… Sri Paduka Mahadewa Buda, Yaitu Sang Hyang guru Nata,  yang mulai menciptakan berbagai macam senjata,  kebanyakan tidak diceritakan.  hanya sedikit diceritakan ketika memerintahkan pembuat keris di kayangan Khaendran Dhapur Lar Ngatap, Pasopati, serta Dahpur Cundrik,  yang digambarkan sebagai nomor 1,2,3:  buatnya bernama Empu Ramadi,  yaitu pada tahun 142.”

Perbandingan Antara Salah Satu “SEJARAH PERKERISAN”

Dengan Penelitian Sejarah Secara Ilmiah

kelahiran keris ditanah jawa

Data Terkait Kelahiran Keris Ditanah Jawa

Di sini disebutkan angka tahun Jawa 142. perlu dipahami lebih dahulu perbedaan antara tahun Jawa dan tahun Saka.  Yang sama-sama pernah digunakan dalam kehidupan masyarakat Jawa.  Pengganti tahun Saka,  yang ditetapkan oleh Sultan Agung hanyakrakusuma dan merupakan kalender bulan,  seperti tahun Hijriyah,  dengan penghitungan meneruskan angka tahun 1555 yang dicapai oleh Tarikh Saka ketika itu.

Tahun Saka merupakan seperti tahun Masehi.  Tahun 1555  Saka itu, itu ber tepatan dengan tahun 1633 Masehi atau tahun 1043 H.  Oleh karena itu ntar kemungkinan bahwa tahun Jawa 142. Sebenarnya adalah tahun Saka 142 yang kira-kira bersamaan dengan tahun 220 M.  Jika demikian,  dari buku tersebut dapat disimpulkan bahwa. Pembuatan itu dilakukan pada abad ke-3 Masehi.   hal ini pun masih perlu dikaji lebih jauh untuk mengakui kebenarannya.

Dalam pustaka lain, yakni Serat Centhini,  yang disusun oleh berapa Pujangga Keraton Surakarta atas prakarsa Pakubuwono 5 dan selesai pada tahun 1823 Masehi,  juga disebutkan kronologi pembuatan keris. Baik buku karangan Ronggowarsito,  pendapat Lord Egerton maupun Serat Centhini Belum dapat dianut sebagai kebenaran Historis. Masih  banyak yang harus diteliti sebelum dapat dipastikan Kapan pertama kali Keris dibuat.  Penelitian itu sebaiknya dilakukan saat ini juga. Sebelum data sejarah dan orang-orang yang dapat menjadi narasumber makin surut dan hilang ditelan zaman.

Data sejarah yang dapat dijadikan bekal menuju penelitian yang lebih meyakinkan adalah beberapa prasasti,  kekawin,  kidung tembang macapat,  Babad.  menyebutkan adanya budaya keris pada masa lalu. Beberapa prasasti penting yang menyebut keris adalah Prasasti Humanding (797 Saka atau 875 M), Jurungan (798 Saka atau 876 M), Haliwangbang ( 798 Saka atau 876 M), Taji ( 823 Saka atau 901 M), Pob ( 827 Saka atau 905 Masehi), Rukam ( 829 Saka atau 907 M), Sangsang ( 850 Saka atau 907 M), Wakajana 829 Saka atau 907 M) dan Sanggaran ( 850 Saka atau 928 M).

Selain itu Keris juga disebut dalam Kekawin Sumanasantaka, dan Sutasoma, Kidung Harsa Wijaya dan Kidung Ranggalawe, Serat Pararaton dan Babad Tanah Jawa. 

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 70 total views

Posted on

Keris Dalam Pandangan Jawa | Magis, Mitis dan Mistis

keris dalam pandangan jawa

Keris Dalam Pandangan Jawa – Makna filosofis keris sebagai symbol pengantin pria adalah maknanya sebagai pandangan dunia. Kesakralan keris dalam wahana perkawinan yang berdimensi spiritual-keilahian memberitahukan mistisisme keris, bukan lagi magisme.

Terlebih dahulu, sebelum dielaborasi keris dalam pandangan dunia Jawa, ada baiknya disinggung pula perbedaan antara magisme dan mistisisme, antara sifat magis dan sifat mistis. Hal ini penting berhubung dengan salahkaprah di masyarakat yang tampaknya banyak terjadi. Salah-kaprah itu adalah tidak dikenalnya perbedaan tajam, atau pemakaian kosakata yang saling dipertukarkan antara “mistis” dengan “mitis/mitos”.

Kalau disebut magis dan magisme, hal itu berarti bahwa konteksnya adalah mitis, berasal kata mitis (myth). Sedangkan apabila disebut mistis (dengan “s” di tengah) asal katanya adalah mistik (mystique). Apabila demikian maka menjadi jelas bahwa mitos dan mistik itu memang sangat berbeda. Mitos atau myth adalah:

Pertama:

“An ancient story that is based on popular beliefs or that explains

natural or historical events.”

Kedua:

“A widely belief but false story or idea”.

(Oleh: Longman)

Dalam konteks kebudayaan manusia dikenal adanya tiga tahapan, yakni: Tahap Mitis, Tahap substansialistik dan Tahap fungsional (van Peursen, 1977).

Tahap mitis ini adalah tahapan sejarah budaya paling lama dan paling tua berhubung dengan ciri kepurbaannya, yang kadang-kadang secara sepihak disebut dengan tahapan primitif.

Masyarakat purba itu mempunyai asas kepercayaan ketuhanan animisme- dinamisme dengan unsur kekeramatan pada zat- zat fisik seperti lautan, sungai, danau, gunung, jurang, pohonpohon besar yang dalam kepercayaan keagamaan tertentu diikuti aksi meletakkan sesajen di dekat benda atau wujud yang dikeramatkan tersebut. Mantra, tabu dan ritual merupakan aksi sandingan yang melekat ke dalam jagat mitos.

Peran Adanya Mitos Dikalangan Masyarakat

Van Peursen menjelaskan bahwa jagat mitos mempunyai tiga fungsi pokok, yakni;

  • Menyadarkan adanya kekuatan ajaib atau alam gaib.
  • Memberi semacam jaminan kekinian, dan
  • Memberi pengetahuan tentang dunia. Mirip fungsi ilmu dan filsafat bagi jagat modern.

Berlandaskan pada fungsi- fungsi tersebut, keris dalam rangka pandangan dunia Jawa bukan hanya mewujudkan mistisisme dalam ciri mistik, melainkan sekaligus memenuhkan ke tiga fungsi mitos itu.

Keris dikeramatkan, menjadi dipersepsi secara gaib semisal pada jamasan pusaka setiap tanggal 1 Sura tahun Jawa. Paling tidak, dalam kerangka fungsi pertama mitos itu sering disaksikan unsur keajaiban dalam keris seperti bilah keris yang bisa berdiri di atas meja dengan posisi terbalik (sisi runcing di bawah, gagang keris di atas).

Dalam fungsi ke dua, jaminan masa kini, pemilik keris khususnya keris pusaka secara psikologis merasakan ketentaraman hidup. Dalam fungsinya yang ke tiga, yakni aspek kepengetahuannya, keris ternyata memberikan “kawruh kejawaan” khas yang bersifat, baik filosofis maupun gnosis (pengetahuan keilahian).

Adapun yang disebut magis adalah kelanjutan dari mitos. Yakni jenis mitos negatif, misalnya sihir, jengges, tenung dan santet. Minimal sifat magis ini merupakan pengkultusan lagi dari sesuatu mitos.

Jadi, jika mitos melekat di dalamnya ciri pemberhalaan, dalam magis pemberhalaan itu dikuadratkan sehingga bisa melahirkan sifat dan watak negatif.

Sedangkan mistik atau mystique adalah: “a special quality that makes person or thing seem myaterious and different, esp. causing admiration”.

Adapun mistisisme adalah: “the attempt to gain, or practice of gaining, a knowledge or real/ truth and union with God by prayer and meditation”. (Longman).

Keris Sebagai Gambaran Manunggal dengan Tuhan

Arti mistisisme dalam rumusan yang terakhir inilah yang melingkupi bahasan keris dalam pandangan dunia Jawa yang lazim dikenal dengan frasa “Manunggaling kawula Gusti.” Sering juga disebut dengan “Jumbuhing kawula Gusti,” atau “Pamoring kawula Gusti.” Mistisisme identik dengan tasawuf dan sufisme dalam Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Harun Nasution, bahwa:

“Tasawuf atau sufisme sebagaimana halnya dengan mistisisme di luar agama Islam, mempunyai tujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan. lntisari mistisisme termasuk di dalamnya sufisme, ialah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara ruh dengan Tuhan, dengan mengasingkan diri dan berkontemplasi”.

Kesadaran berada dekat Tuhan itu dapat mengambil bentuk ijtihad, bersatu dengan Tuhan.” (Simuh, 2003: 25).

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 50 total views

Posted on

Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya

Filosofi tuah keris

Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya – Banyak penggemar keris yang mengaitkan nama dan motif pamor dengan khasiat Kegunaan tuah keris atau tombaknya. Untuk mengetahui sebuah keris atau tombak itu baik atau tidak tuahnya, orang lebih dahulu akan mengamati jenis motif pamornya. Begitu pula jika orang ingin tahu apa tuah atau manfaat keris itu, yang pertama kali dilihat adalah pamornya. Itulah sebabnya, mengapa di kalangan pengge-mar keris timbul istilah ‘mem-baca pamor’. Mereka menganggap bahwa tuah keris dapat dibaca dari pamornya.

Menurut RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia, Anggapan itu tidak bisa disalahkan. Sebab, seandainya pamor itu termasuk jenis pamor tiban. Gambaran yang muncul dianggap sebagai pratanda dari Tuhan mengenai isi dan tuah keris itu. Jadi, motif atau pola yang tergambar pada pamor itu dianggap sebagai petunjuk untuk memperkirakan balk buruknya keris itu. Sekaligus juga memperkirakan tuah apa yang terkandung di dalamnya. Kalau motif pamor itu tergolong pamor rekan, pamor itu direka oleh sang empu sedemikian rupa se-hingga bentuk gambarannya sesuai dengan niat empu, yang dirupakan dalam doa atau mantera yang diucap-kannya.

Misalnya, jika sang empu menginginkan keris buatannya mempermudah si pemilik untuk mencari rezeki, is akan membuat pamor Udan Mas, Pancuran Mas, Tumpuk, atau Mrutu Sewu. Tetapi jika si empu ingin agar keris buatannya bisa menambah kewibawaan pemiliknya, empu itu akan membuat keris dengan pamor Naga Rangsang, Ri Wader, Raja Abala Raja, dan yang sejenis dengan itu. Gambaran motif pamor adalah perlambang ha-rapan sang empu, sekaligus juga harapan si pemilik keris, kira-kira sama halnya dengan gambaran rajah penolak bala. Atau mungkin serupa pula dengan gam-baran Patkwa yang oleh masyarakat keturunan Cina dipercayai memiliki tuah sebagai penolak bala.

Perlambangan Bentuk Pamor, Pola Dan Benda di Belahan Dunia Lain.

Mungkin mirip juga dengan kepercayaan sebagian orang Eropa. Yang menganggap bentuk ornamen ladam kuda (sepatu kuda) sebagai bentuk yang dianggap bisa me-ngusir setan dan roh jahat. Dalam budaya Jawa, mungkin juga dibilang bu-daya Indonesia, bentuk-bentuk tertentu membawa per-lambang maksud dan harapan tertentu pula. Bentuk bulatan lingkaran, garis lengkung, atau gambaran yang memberikan kesan lumer, kental, tidak kaku. Melambangkan kadonyan atau kemakmuran du-niawi, kekayaan, rejeki, keberuntungan, pangkat, dan yang semacam dengan itu. Bentuk gambaran garis yang menyudut, segi, pa-tahan, seperti segi tiga, segi empat, dan yang serupa dengan itu. Dianggap sebagai lambang harapan akan ketahanan atau daya tangkal terhadap godaan, gang-guan, serangan, baik secara fisik maupun nonfisik.

Jika gambaran itu dirupakan dalam bentuk pamor, itu melambangkan harapan akan kesaktian dan kadigdayan. Bentuk garis lurus yang membuitir atau melintang, atau diagonal, dipercaya sebagai lambang harapan akan kemampuan untuk mengatasi atau menangkal segala sesuatu yang tidak diharapkan. Pamor serupa itu di-anggap dapat diharapkan kegunaannya untuk menolak bala, menangkal guna-guna dan gangguan makhluk halus, menghindarkan bahaya angin ribut dan badai, terhindar dari gangguan binatang buas dan binatang berbisa. Misalnya, pamor Adeg. Karena itulah, seorang empu sebenamya juga bisa dibilang seniman yang memahami bahaya perlambang, dan menggunakan gambaran pamor sebagai media komunikasi.


Artikel Menarik Lainnya:


Sekian pembahasan kita kali ini, mengenai Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya. Semoga video ini bisa memperluas wawasan Anda dalam dunia Perkerisan.Anda juga bisa mengunjungi www.kolektorkeris.com untuk mendapatkan Pusaka ageman yang tepat dari RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia

 196 total views

Posted on

11 Tuah Keris Pusaka Yang Menjadi Perburuan Hingga Manca Negara

tuah keris pusaka

Ragam Tuah Keris Pusaka – Berikut adalah Tuah Pusaka yang banyak menjadi buruan para pecinta dan kolektor keris, yang tidak hanya di Indonesia saja, melainkan manca negara. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel yang beberapa waktu lalu saya sudah saya terbitkan yakni mengenai Tuah Utama atau Inti. yang  memang sudah sejak awal sengaja disematkan seorang Empu kedalam Pusaka Ciptaannya. Entah Tuah yang diharapkan oleh si pemesan pusaka atau karena hal lain. Anda bisa simak Artikelnya di sini. Klik Saja!!

Nah, lalu apakah ada tuah lainnya yang menjadi pendamping atau, pengembangan tuah keris pusaka yang ada. Sehingga mampu bertahan, bahhakn masih di percayai adanya oleh orang dijaman modern seperti sekarang ini. Apa sajakah tuah keris pusaka tersebut:

Tuah Keselamatan

Secara umum pada jaman sekarang ini, tuah keselamatan inilah yang masih bisa diberikan sebilah Keris kepada pemiliknya, yaitu untuk menjaga keselamatan pemiliknya dari serangan/gangguan secara ghaib atau dari niat jahat orang-orang yang berniat mencelakainya. Contoh Keris yang memiliki tuah keselamatan adalah Keris Nogo Siluman.

Tuah Kesaktian Atau Perlindungan

Keris yang memiliki tuah kesaktian, selain berguna untuk menjaga keselamatan si pemilik dari serangan/gangguan ghaib juga dapat memberikan kesaktian atau kekuatan supranatural untuk melindungi diri dari serangan lawan, baik secara ghaib atau secara fisik, atau untuk menembus benteng pertahanan ghaib lawan yang memiliki kekuatan supranatural atau ilmu kebal.

Tuah kesaktian Keris tersebut dapat digunakan untuk menyerang langsung secara fisik maupun secara ghaib. Penggunaan kekuatan ghaib pada sebilah Keris hanya bisa dilakukan oleh orang yang mengetahui kunci pembuka kekuatan Keris tersebut atau orang yang mengerti tentang ilmu ghaib. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk Kesaktian adalah Keris Singo Barong.

Tuah Keris Pusaka Untuk Kekuasaan

Keris yang memiliki tuah kekuasaan biasanya juga memiliki tuah untuk kewibawaan. Tuah ini berguna untuk menaikkan derajat pemiliknya sehingga dapat mencapai derajat/pangkat yang tinggi. Serta mengamankan posisinya dari persaingan dan menjaga wibawanya di mata atasan maupun bawahan. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk Kekuasaan adalah Keris Nogo Sosro.

Tuah Keris Pusaka Untuk Kewibawaan

Keris bertuah kewibawaan berfungsi untuk menjaga wibawa pemiliknya di mata atasan maupun bawahan dan di mata orang-orang disekitarnya. Tuah ini juga berguna untuk menjauhkan pemiliknya dari fitnah yang akan menjatuhkan martabatnya. Contoh Keris yang memiliki tuah Kewibawaan adalah Keris Sengkelat Kinatah Emas dan Keris Sepang Kinatah Emas.

Tuah Keris Pusaka Untuk Penundukan

Tuah ini berguna untuk menundukkan lawan bicara. Sehingga semua perkataan pemilik Keris tersebut akan didengar dan tidak akan dibantah oleh orang yang menjadi lawan bicaranya dan semua permintaan atau perintahnya akan dituruti. Karena orang yang diperintah tersebut sudah tunduk terpengaruh tuah dari Keris tersebut. Contoh Keris bertuah penundukan adalah Keris Carubuk.

Tuah Pambungkem (Pembungkam)

Tuah ini sebenarnya adalah turunan dari Keris bertuah penundukkan dan kewibawaan. Walaupun tuahnya adalah turunan dari tuah penundukkan dan kewibawaan. Keris yang memberikan tuah ini tidak lagi memberikan tuah untuk penundukkan ataupun kewibawaan. Tetapi lebih condong memberikan tuah yang lebih ekstrim lagi,.. Yaitu membungkam mulut lawan bicara atau membuat lawan bicara menjadi seolah-olah lupa akan apa yang akan di ucapkannya.

Tuah ini sangat berguna saat pemilik Keris sedang mengalami tuntutan atau dakwaan (terjerat kasus hukum/utang piutang). Tuah dari Keris pambungkem akan membuat orang-orang yang menuntutnya atau menagihnya. Akan menjadi lebih banyak diam atau lupa akan apa yang akan dituntutnya. Sehingga pemilik Keris tersebut akan terbebas dari tuntutan.

Keris-keris yang bertuah untuk kewibawaan, penundukkan atau pambungkem. Sangat cocok dimiliki oleh para pejabat, pengacara dan hakim yang sering berdebat (adu argumen). Ciri-ciri Keris pambungkem biasanya kembang kacangnya menempel pada gandhiknya. Contoh Keris bertuah pambungkem adalah Keris Sempono Bungkem.

Tuah Kerejekian

Keris untuk kerejekian biasanya juga memiliki tuah untuk kesuburan dan penglarisan (kerejekian umum) dan dapat dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Contoh Keris yang memiliki tuah Kerejekian adalah Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas.

Tuah Kesuburan/Kemakmuran

Keris yang bertuah untuk kesuburan dan kemakmuran lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber penghasilan dari pertanian dan peternakan. Keris ini akan membantu memberikan aura yang baik untuk kesuburan tanah dan ternak. Serta menjauhkan tanaman dari serangan hama dan menjauhkan binatang ternak dari penyakit. Contoh Keris yang memiliki tuah kesuburan dan kemakmuran adalahKeris Kebo Kantong.


Artikel Menarik Lainnya:


Tuah Keris Pusaka Untuk Penglarisan

Keris yang bertuah penglarisan lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber pendapatan dari perdagangan.

Tuah Keris ini akan membuat orang-orang senang dengan pemiliknya. Senang datang ke tempat usahanya dan senang untuk melakukan transaksi bisnis pemilik Keris tersebut. Contoh Keris yang memiliki tuah penglarisan adalah Keris Suratman Ketip.

Tuah Keris Pusaka Untuk Pengasihan

Keris yang memiliki tuah pengasihan cocok dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Terutama para pedagang, karyawan dan pegawai yang penghasilannya berasal dari gaji/upah.

Keris ini akan memancarkan aura pengasihan. Sehingga pemilik Keris ini akan dikasihi oleh orang lain di sekitarnya, oleh atasan ataupun bawahannya. Contoh Keris bertuah pengasihan adalah Keris Jaran Goyang Dan Pusaka Semar Mesem Pijetan.

Tuah Keris Pusaka Untuk Karisma

Keris yang memiliki tuah untuk karisma juga cocok dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Keris ini akan memancarkan aura wibawa dan karisma. Sehingga pemiliknya akan dihormati dan dikasihi oleh orang-orang disekitarnya, oleh atasan maupun bawahannya. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk karisma adalah Keris Parung Sari.

Itulah sekilas tentang tuah keris pusaka yang banyak di buru oleh kolektor keris di Nusantara bahkan manca Negara. Sungguh luar biasa Pusaka Warisan nusantara, Sudah sewajarnya kita sebagai generasi muda untuk menjaga warisan Adiluhung ini.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 172 total views

Posted on

Mengenal Jenis Besi Keris Tosan Aji Beserta Tuah Khasiatnya Part I

Jenis Besi adalah unsur logam terpenting dalam pembuatan keris, tombak, pedang, dan senjata tradisional lainnya. Berbeda dengan bangsa lain, bangsa Indonesia mengenal berbagai macam logam besi praktis tanpa melalui zaman perunggu. Itulah sebabnya di Indonesia banyak ditemukan berbagai perkakas terbuat dari besi, namun jarang yang terbuat dari perunggu. Ditemukannya pasir besi di banyak tempat di Pulau Jawa membuat sebagian penduduknya menjadi penempa yang mahir. Namun tidak tersedia bahan baku yang cukup banyak. Mungkin karena keterbatasan pengetahuan kala itu

Meskipun demikian pengetahuan orang Jawa terkait besi tidak terbatas pada ilmu menempa saja, tetapi juga dalam membedakan macam jenis senyawa. Ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan modern. Ilmu besi orang Jawa tidak menggunakan ukuran dan tolok ukur yang bersifat sains atau ilmia, melainkan mengandalkan kepekaan perasaan dan pancaindra. Orang Jawa zaman dulu membedakan berbagai jenis besi dengan cara mengamati, mendengar bunyinya bila dijentik, dengan merabanya, dan dengan perasaan hatinya. Karena itulah ilmu besi tradisional ini sukar dipelajari dan sulit dibuat catatannya.

RM. Ashraff Sigid Menyebutkan ada 17 jenis Besi Tosan Aji.

Karena Pembahasan Secara Tuntas terkait Jenis Besi Tosan Aji ini terlalu Panjang, Maka Akan saya Bagi Menjadi 3 Bagian artikel yang akan saya posting secara terpisah.

Berikut Ini Adalah Pembagian Jenis Besi Keris Oleh Para Leluhur.

  1. Besi Karangkijang adalah besi yang urat-uratnya seperti air lautan. Inilah pendetanya besi; berwarna hitam kebiru-biruan; jika dijentik berbunyi ambrenge-ngeng seperti suara lebah terbang. Tuah besi ini dingin dan ampuh.
  2. Besi Pulasani adalah besi yang urat-uratnya seperti batu asih , warnanya hijau keperakan (nyamberlilen – bahasa Jawa); jika dijentik akan berbunyi: Gum.. Tuahnya tulus, membawa rejeki dan derajat, baik digunakan sebagai bahan pusaka.
  3. Besi Mengangkang adalah besi yang urat-uratnya polos, warnanya hitam keunguan. Jenis besi ini ada dua macam: Mengangkang laki-laki jika dijentik bunyinya. Drungngng… (panjang gemanya). Tuahnya baik sekali, yakni menambah wibawa. Mengangkang perempuan jika dijentik bunyinya ambrengengeng seperti suara lebah terbang. Tuahnya yakni disayang orang sekelilingnya dan membawa rejeki.
  4. Besi Walulin adalah besi yang urat-uratnya seperti pasir malela (ada kristal mengkilat yang membayang di permukaan), warnanya kebiruan, kalau dijentik bunyinya: Gung bergetar, penampilannya akas (berkesan kering). Tuahnya yakni dihormati orang banyak, baik untuk beternak.
  5. Besi Katub adalah besi yang urat-uratnya seperti rambut, warnanya hitam kehijauan, mengkilat; kalau dijentik bunyinya: Kung, ambrengengeng seperti Iebah terbang. Tuahnya yakni untuk kekebalan dan baik untuk pedagang.
  6. Besi Kamboja adalah besi yang warnanya keputihan, urat-uratnya seperti gadung gemerlapan; jika dijentik bunyinya: Tong ngong… nging panjang. Inilah “putri”-nya besi; Pemiliknya tidak boleh berzina. Tuahnya yakni dihormati orang banyak.
  7. Besi Welangi adalah besi yang katanya berasal dari lautan, warnanya kuning agak kehijauan, kalau dijentik bunyinya: Nging…ambrengengeng seperti suara Iebah terbang. Tuahnya untuk keselamatan dan mudah mencari rezeki, tetapi tidak boleh membungakan uang.
  8. Besi Ambal adalah besi yang berwarna kebiruan agak kemerahan, yang konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik, bunyinya ambrengengeng bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi withal ampuh dan bisa `menarik pusaka lainnya.
  9. Besi Tumpang adalah besi yang digelari `kuncinya besi. Warnanya biro agak keunguan, jika dijentik bunyinya: Jrung… gaungnya panjang. Tuahnya baik untuk kesaktian dan kewibawaan.

Baca Juga :


Ini adalah Part pertama dari artikel tentang Jenis besi Keris tosan Aji dari Para Leluhur Kita. Karena pembahasan mengenai jenis bsei ini terlalu panjang untuk di tuliskan dalam satu postingan, maka saya memutuskan untuk menjadikannya 3 bagian artikel. Silahkan Aktifkan notifikasi dari WWW.KOLEKTORKERIS.COM, untuk mendapatkan pemberitahuan update informasi terbaru seputar Dunia Tosan Aji.

Semoga artikel ini bisa memperluas wawasan Anda dalam dunia Perkerisan. Salam Rahayu,

Untuk mendapatkan Keris Pusaka Sepuh dan bertuah, Sesuai dengan manfaat yang akan menunjang kehidupan Anda dalam hal Kewibawaan, Kerejekian,Asmara dan Rumah Tangga. Silahkan Klik ikon Beranda disitus ini, Atau dengan Mengklik www.kolektorkeris.com. 

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 296 total views

Tag :

  • cara mengetahui umur keris
Posted on

Tanda Keris Berkhodam?? Lihat Dulu Kategori Keris Anda

Tanda Keris Berkhodam – Dalam dunia Tosan Aji terutama Keris, Tentu kita akan sering sekali mendengar istilah Keris Berkhodam, atau pernyataan – pernyataan lain seperti Keris saya kosong karena sudah lama tidak dirawat, Keris saya memiliki Energi yang sangat kuat dan lain sebagainya.

Untuk yang baru terjun dalam dunia Perkerisan hal – hal ini tentu akan sangat membingungkan. Karena jalan orang mendapatkan keris pun beragam, dari mulai memaharkan dari orang lain, pemberian atau warisan atau memperoleh keris dengan cara – cara lain. Tidak jauh berbeda dengan Para pakar Perkerisan, RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Muda asal Kota Semarang pun menyebutkan, bahwa ada banyak sekali jenis keris yang beredar dimasyarakat. Untuk meneliti isi/Tanda Keris Berkhodam atau tidaknya suatu keris tersebut masih sulit untuk dibuktikan. Beliau menyebutkan ada 4 macam kategori keris yang ada di masyarakat diantaranya:

4 Kategori Keris Yang Beredar Di Masyarakat Nusantara.

Pertama Adalah Kategori Keris Souvenir

Keris yang sengaja dibuat untuk hadiah pada seseorang atau untuk diperdagangkan dalam dunia luas, keris ini biasanya dibuat sederhana atau juga ada yang dibuat indah dan sangat menarik, namun isi atau tuahnya tidak ada. Keris-keris model ini biasa dibuat oleh pengrajin dan bukannya seorang Empu Keris. Dalam sehari seorang pengrajin keris ini dapat membuat 15 sampai 20 buah dan biasa diperjualbelikan sebagai barang Souvenir atau Cinderamata.

Kedua Masuk Dalam Kategori Keris Ageman

Suatu keris yang hanya menonjolkan keindahan bentuk atau model keris tersebut. Keris yang demikian ini tidak ada isinya karena Sang Empu pada saat membuat keris tanpa melakukan tapa brata dan upacara-upacara tertentu. Dalam sehari seorang Empu keris ini dapat membuat 3 sampai 5 buah. Jika dilihat dari sisi Eksoteri atau Fisik, Keris Ageman jauh lebih Bagus hasil garapnya.

Ketiga adalah Kategori Keris Tayuhan

Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu melalui upacara-upacara khusus, biasanya pada jaman dahulu ada seseorang yang memesan Keris pada seorang Empu untuk suatu keperluan, untuk kewibawaan, memudahkan dapat rejeki atau juga untuk penolak bala. Kemudian sang Empu membuat keris sesuai keinginan dari pemesannya dan tentu saja keris tersebut memiliki tuah atau isi sesuai keinginan dari sang empu. Biasanya Keris model ini sederhana tapi ada juga yang dibuat indah dan menarik. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 5 buah.

Kategori Ke-4, atau yang terakhir adalah Keris Pusaka

Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu keris yang memiliki ciri – ciri indah dan memiliki tayuhan. Tentu saja pada saat pembuatan melakukan upacara-upacara khusus agar keris tersebut bertuah. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 2 buah saja.

“Keris yang berisi tayuhan itu pasti memiliki daya tersendiri bagi yang melihat atau memilikinya, daya isi bisa berupa perwujudan keris itu tampak wingit, galak, demes atau memiliki prabawa tersendiri sedang keris yang tidak berisi pasti tampak biasa tidak ada rasa atau sesuatu dalam perasaan kita”. Tutur RM. Ashraff Sigid


Orang Lain Juga Membaca:


Keris yang dulunya dibuat sebagai keris Tayuhan atau keris pusaka kekuatannya tidak dapat hilang, dikarenakan bahan-bahan yang dipakainya saja sudah mengandung tuah. Besinya dicari besi pilihan yang bertuah, pamornya juga demikian sehingga isi dari keris tersebut tidak akan hilang selama perwujudannya masih ada.

Secara Logika dapat disamakan dengan besi Magnet, jenis besi ini memang memiliki kekuatan untuk dapat menarik besi, kekuatannya tidak bakal hilang selama unsur-unsur magnetnya masih ada demikian juga Keris, selama unsur besi, Baja dan Pamor masih melekat kekuatan alaminya tidak bakal hilang. Hanya para empu yang mengetahui kekuatan atau daya apa yang terkandung dalam bahan-bahan keris tersebut.

Jika ada orang yang dapat mengambil isi keris sebenarnya hanya daya postipnotis (daya saran) yang dilekatkan empu saja yang diambilnya, sedang daya alami dari bahan keris akan tetap ada secara alami.

Nah, Dari penjelasan diatas maka Anda akan mendapatkan pengetahuan awal sebelum mencari tahu tanda keris berkhodam. Terlebih untuk keris yang Anda miliki. Disamping membaca Artikel ini, RM. Ashraff Sigid sangat terbuka untuk konsultasi dan menjawab pertanyaan – pertanyaan Anda.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 6 total views