Posted on

Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya

Filosofi tuah keris

Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya – Banyak penggemar keris yang mengaitkan nama dan motif pamor dengan khasiat Kegunaan tuah keris atau tombaknya. Untuk mengetahui sebuah keris atau tombak itu baik atau tidak tuahnya, orang lebih dahulu akan mengamati jenis motif pamornya. Begitu pula jika orang ingin tahu apa tuah atau manfaat keris itu, yang pertama kali dilihat adalah pamornya. Itulah sebabnya, mengapa di kalangan pengge-mar keris timbul istilah ‘mem-baca pamor’. Mereka menganggap bahwa tuah keris dapat dibaca dari pamornya.

Menurut RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia, Anggapan itu tidak bisa disalahkan. Sebab, seandainya pamor itu termasuk jenis pamor tiban. Gambaran yang muncul dianggap sebagai pratanda dari Tuhan mengenai isi dan tuah keris itu. Jadi, motif atau pola yang tergambar pada pamor itu dianggap sebagai petunjuk untuk memperkirakan balk buruknya keris itu. Sekaligus juga memperkirakan tuah apa yang terkandung di dalamnya. Kalau motif pamor itu tergolong pamor rekan, pamor itu direka oleh sang empu sedemikian rupa se-hingga bentuk gambarannya sesuai dengan niat empu, yang dirupakan dalam doa atau mantera yang diucap-kannya.

Misalnya, jika sang empu menginginkan keris buatannya mempermudah si pemilik untuk mencari rezeki, is akan membuat pamor Udan Mas, Pancuran Mas, Tumpuk, atau Mrutu Sewu. Tetapi jika si empu ingin agar keris buatannya bisa menambah kewibawaan pemiliknya, empu itu akan membuat keris dengan pamor Naga Rangsang, Ri Wader, Raja Abala Raja, dan yang sejenis dengan itu. Gambaran motif pamor adalah perlambang ha-rapan sang empu, sekaligus juga harapan si pemilik keris, kira-kira sama halnya dengan gambaran rajah penolak bala. Atau mungkin serupa pula dengan gam-baran Patkwa yang oleh masyarakat keturunan Cina dipercayai memiliki tuah sebagai penolak bala.

Perlambangan Bentuk Pamor, Pola Dan Benda di Belahan Dunia Lain.

Mungkin mirip juga dengan kepercayaan sebagian orang Eropa. Yang menganggap bentuk ornamen ladam kuda (sepatu kuda) sebagai bentuk yang dianggap bisa me-ngusir setan dan roh jahat. Dalam budaya Jawa, mungkin juga dibilang bu-daya Indonesia, bentuk-bentuk tertentu membawa per-lambang maksud dan harapan tertentu pula. Bentuk bulatan lingkaran, garis lengkung, atau gambaran yang memberikan kesan lumer, kental, tidak kaku. Melambangkan kadonyan atau kemakmuran du-niawi, kekayaan, rejeki, keberuntungan, pangkat, dan yang semacam dengan itu. Bentuk gambaran garis yang menyudut, segi, pa-tahan, seperti segi tiga, segi empat, dan yang serupa dengan itu. Dianggap sebagai lambang harapan akan ketahanan atau daya tangkal terhadap godaan, gang-guan, serangan, baik secara fisik maupun nonfisik.

Jika gambaran itu dirupakan dalam bentuk pamor, itu melambangkan harapan akan kesaktian dan kadigdayan. Bentuk garis lurus yang membuitir atau melintang, atau diagonal, dipercaya sebagai lambang harapan akan kemampuan untuk mengatasi atau menangkal segala sesuatu yang tidak diharapkan. Pamor serupa itu di-anggap dapat diharapkan kegunaannya untuk menolak bala, menangkal guna-guna dan gangguan makhluk halus, menghindarkan bahaya angin ribut dan badai, terhindar dari gangguan binatang buas dan binatang berbisa. Misalnya, pamor Adeg. Karena itulah, seorang empu sebenamya juga bisa dibilang seniman yang memahami bahaya perlambang, dan menggunakan gambaran pamor sebagai media komunikasi.


Artikel Menarik Lainnya:


Sekian pembahasan kita kali ini, mengenai Mengenal Filosofi Tuah Keris, Pamor dan Perlambangnya. Semoga video ini bisa memperluas wawasan Anda dalam dunia Perkerisan.Anda juga bisa mengunjungi www.kolektorkeris.com untuk mendapatkan Pusaka ageman yang tepat dari RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Indonesia

Loading

Posted on Leave a comment

3 Cara Praktis Olah Rasa Kebatinan | RM. Ashraff Sigid

olah rasa kebatinan

Olah Rasa Kebatinan merupakan sebuah ilmu yang wajib Anda kuasai ketika Anda ingin merasakan khodam atau energi di dalam pusaka yang saat ini Anda koleksi. Ada banyak klien yang datang dan bertanya kepada saya, “Kang Sigid Apakah dalam Pusaka Saya ini ada Khodamnya, Dan Bagaimana Cara Merasakan Khodam Tersebut?”.

Jika kita tarik garis lurus Ilmu olah rasa kebatinan adalah sebuah ilmu yang mendasari hal yang bersifat spiritual dan metafisik. Dengan mengasah rasa dan batin Anda, dan Anda sudah terbiasa dengan aktifitas yang Anda lakukan dalam hal ini adalah latihan. Maka Anda akan menjadi lebih peka dengan hal – hal yang berbau gaib.

Tidak hanya melihat hal – hal gaib, yang secara struktur masih dalam tingkat dasar. Ketika kepekaan Anda telah terbuka, Anda juga akan mampu melihat benda dan makhluk lain yang terpengaruh energi negatif atau positif, mengobati suatu penyakit non-medis, dan merasakan Energi Khodam dan Aura dari Keris yang Anda koleksi saat ini.

Secara umum unsur kebatinan hadir pada semua aspek kehidupan manusia, tidak hanya dalam hal keilmuan, tetapi juga dalam semua aspek kehidupan manusia, termasuk di dalam pekerjaan-pekerjaan teknis di jaman modern ini, tetapi istilah kebatinan sendiri seringkali secara dangkal dikonotasikan sebagai kegiatan klenik. Namun di luar itu memang ada orang-orang tertentu yang secara khusus mempelajari keilmuan kebatinan, bukan hanya pada aspek yang bersifat umum, tetapi juga secara khusus dan mendalam mengenai keilmuan kebatinan itu sendiri.

Dasar – Dasar Yang Harus Dipahami Dalam Olah Rasa Kebatinan

Penghayatanolah rasa dan olah sugesti adalah dasar-dasar dalam keilmuan kebatinan dan dpiritual, selalu ada dalam semua laku yang bersifat kebatinan dan spiritual yang itu harus lebih dulu bisa dikuasai oleh para pelakunya sebelum menapak ke tingkatan yang lebih tinggi.

Karena itu jika para pembaca ingin mempelajari dan menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan dan spiritual, poin-poin di atas harus lebih dulu dimengerti dan harus diterapkan dalam laku-lakunya supaya laku-lakunya itu lebih bisa diharapkan keberhasilannya dibanding jika poin-poin itu belum dikuasai. Pemahaman anda atas tujuan lakunya akan menuntun laku anda ke arah tujuan yang benar, tidak mengambang mengawang-awang tak tentu arah, dan dalam proses lakunya, selain ketekunan anda, kualitas penghayatan dan penjiwaan anda akan sangat membedakan hasil dan prestasi yang mampu anda raih dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama.

Dalam laku mempelajari olah rasa biasanya orang melakukannya dengan cara yang mirip dengan olah batin, yaitu banyak menyepi / tirakat, puasa, laku prihatin, meditasi, membaca amalan-amalan, dsb, bahkan sampai bertirakat di tempat-tempat yang wingit dan angker. Dalam kehidupan jaman sekarang cara-cara tersebut tidak praktis untuk dilakukan.

Cara praktis yang bisa anda lakukan tanpa perlu banyak mengganggu aktivitas anda sehari-hari sbb :

  • Menyepi

Pengertian menyepi ini bukan berarti anda harus pergi menyepi ke tempat-tempat sepi di gunung, di tempat-tempat angker, dsb. Cukup anda luangkan waktu untuk berdiam diri, di rumah, di kantor atau dimanapun anda berada, untuk merasakan suasana batin anda. Lebih baik bila dilakukan di tempat terbuka pada malam hari. Biarkan ide dan ilham mengalir dalam pikiran anda. Perhatikan, mungkin akan ada ide-ide tertentu atau jawaban-jawaban dari masalah anda yang tidak terpikirkan sebelumnya (secara sederhana laku ini mirip seperti orang melamun / merenung).

Menyepi ini juga bisa anda lakukan di tempat yang ramai. Artinya anda belajar menemukan suasana sepi (hening) di dalam keramaian tanpa harus pergi keluar dari keramaian. Tujuan dari menyepi ini adalah untuk membiasakan diri menciptakan suasana hening di dalam rasa dan pikiran. Untuk belajar mengendorkan pikiran dan perasaan, dan belajar memisahkan pikiran dengan perasaan. Sebagai dasar untuk peka rasa dan batin dan untuk memperhatikan munculnya ide / ilham, dsb, yang mengalir dari batin anda sendiri. Dan untuk belajar tidak terbawa suasana untuk bisa mengendalikan diri (mengendalikan emosi, pikiran dan perasaan).

  • Peka Suasana Batin

Belajar peka terhadap bisikan-bisikan hati dan nurani, firasat, dsb. Jangan mengabaikan bisikan hati dan firasat, tetapi juga jangan mengada-ada, jangan ber-ilusi. Peka terhadap ilham yang mengalir di dalam pikiran dan rasa. Kalau bisa, carilah sumbernya darimana ilham itu berasal.

Cara ini bermanfaat untuk “Mendengarkan” mengalirnya ide dan ilham yang dapat bermanfaat untuk membantu pemecahan masalah-masalah yang sedang anda hadapi. Atau informasi tentang kondisi keluarga anda, dsb, yang sebelumnya anda tidak tahu atau sebelumnya tidak terpikirkan.

  • Peka Suasana Alam

Belajar peka terhadap suasana alam di manapun anda berada. Cobalah sesekali pergi ke tempat yang wingit atau angker, bisa juga di pasar atau mall. Di tempat itu berdiam dirilah sejenak. Rasakan suasana kegaiban di tempat tersebut. Bila merasakan keberadaan sesuatu roh halus atau energi gaib, dengan getaran rasa di dada atau dengan merasakan getarannya di telapak tangan. Cobalah tentukan dimana posisinya berada. Kalau bisa coba rasakan / bayangkan seperti apa sosok wujudnya.


Note: Cara-cara di atas berguna untuk melatih kepekaan rasa dan ketajaman insting / naluri.


Artikel Menarik Lainnya: Keris Bethok Brojol Pamor Keleng (Keris Tindih)


Bila anda sudah dapat merasakan suasana alam di suatu tempat. Mungkin anda juga akan dapat merasakan bila ada sesuatu yang mengancam, dimana pun anda berada. Misalnya ada mahluk halus atau binatang berbahaya, atau ada orang jahat yang sedang mengincar anda, dsb. Akan menambah kebijaksanaan anda untuk bersikap hati-hati tidak sembrono di tempat-tempat yang “Sensitif” dan rawan bahaya. Atau anda juga akan dapat merasakan sesuatu kejadian yang akan terjadi di suatu tempat. Misalnya di rumah anda, mungkin anda akan bisa merasakan bila akan ada anggota keluarga yang akan mengalami musibah, akan ada kebakaran, dsb). Wallahu ‘alam.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

 

Loading

Posted on

9 Istilah Pamor Keris Yang Saat ini Sudah Jarang Di Ketahui

istilah pamor keris

9 Istilah Pamor Keris Berdasarkan Penampakan Dan Rabaan Yang Saat ini Sudah Jarang Di KetahuiBanyak orang yang berburu pusaka lantaran pamor keris atau corak dari bilah pusaka itu sendiri. Sebagian besar para pengkoleksi keris memang cenderung memperhatikan pamor ketimbang jenis dhapur sebuah pusaka. Mereka meyakini bahwa tuah pusaka terkuat adalah dari bentuk dan juga jenis pamor.

Sudut pandang orang dalam menghormati sebuah pusaka adalah berbeda – beda. Ada yang dari segi Energinya, Khodamnya, Seni Tempanya dan masih banyak lagi alasan, kenapa seseorang sangat senang mengkoleksi pusaka.

Dalam buku-buku lama mengenai keris sering dijumpai berbagai istilah untuk menggambarkan keadaan dan penampilan Pamor Keris. Bahasa Jawanya: Wujud semuning pamor.

Lalu apa sajakah istilah – istilah untuk menggambarkan sebuah pamor pusaka yang sudah jarang diketahui orang diluaran sana. Istilah-istilah ini pada umumnya kurang begitu dikenal orang yang hidup pada masa kini, di antaranya adalah:

Istilah Pamor Keris Mrambut

Pamor Mrambut merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan rabaan (grayangan—Jawa), yaitu pamor yang jika diraba dengan ujung jari rasanya seperti meraba rambut. Munculnya pamor semacam itu pada permukaan bilah keris bagaikan susunan helaian rambut, atau seperti serat-serat yang halus dan lembut.

Istilah Pamor Keris Ngawat

Pamor Ngawat juga berkaitan dengan kesan rabaan seperti di atas, tetapi rasa rabaannya tidak sehalus pramor yang mrambut, melainkan seolah-olah seperi rabaan jajaran kawat yang lembut.

Istilah Pamor Keris Nggajih

Pamor nggajih merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan penglihatan, yakni pamor yang tampak seperti lemak beku menempel di permukaan bilah keris Keris atau tosan aji yang pamornya nggajih biasanya adalah keris yang bermutu rendah atau yang sering disebut keris rucahan. Keris semacam itu jika dijentik (dithinthing—Jawa.) biasanya tidak berdenting.

Istilah Pamor Keris Mbugisan

Pamor mbugisan adalah istilah penilaian pamor keris melalui kesan penglihatan dan rabaan. Permukaan bilah keris yang pamornya tergolong mbugisan raba-annya halus, sedangkan gradasi berbedaan warna antara besinya yang hitam dan pamornya yang putih keperakkan tidak nyata terlihat, tidak kontras.

Istilah Pamor Keris Nyanak

Pamor nyanak, adalah istilah untuk pamor Sanak atau pamor peson, merupakan istilah penilaian pamor menurut kesan penglihatan dan rabaan. Alur-alur poly gambaran pamor ini tidak jelas, tidak kontras, tetapi rabaannya sangat terasa, agak kasar. Keris berpamor sanak biasanya dibuat dari bahan pamor yang berupa mineral besi yang didapat dari daerah lain. Jika dijentik, keris dengan pamor sanak tidak berdenting nyaring.

Istilah Pamor Keris Kelem

Pamor yang kelem yang penampilannya cukup jelas, cukup kontras, tetapi sedemikian rupa sehingga seolah yang terlihat ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan pamor. Seolah sebagian terbesar dari pamor itu `tengelam’ di dalam badan bilah. Pamor yang kelem itu jika diraba akan terasa honer atau halus dan lembut.

Istilah Pamor Keris Kemambang

Pamor yang kemambang adalah kebalikan dari pamor yang kelem. Pamor keris ini memberi kesan seolah bagian pamor yang tertanam di badan bilah hanya se-dikit saja. Jika diraba, pamor kemambang juga memberikan kesan lumer dan halus.

Istilah Pamor Keris Ngintip

Pamor yang ngintip adalah istilah penamaan pamor yang sangat kasar perabaannya, malahan kadang-kadang di beberapa bagian terasa tajam. Pamor yang ngintip ini bisa terjadi karena dua sebab. Pertama si empu boros atau dermawan (loma—Jawa.) terhadap bahan pamor yang digunakannya, sehingga jumlah bahan pamor yang digunakan berlebihan Bisa juga terjah karena ketidaksengajaan, yakni untuk memberikan kesan wingit pada keris itu. Sebab yang kedua adalah si empu menggunakan bahan pamor bermutu tinggi, tetapi besi yang digunakan mutunya kurang baik, sehingga besi itu cepat aus. Sewaktu besinya sudah aus, sedangkan pamor tidak, maka pamor keris itu akan `muncur di permukaan bilah secara berlebihan.

Istilah Pamor Keris Mubyar

Pamor yang mubyar yakni pamor yang tampak cerah, cemerlang, dan kontras dengan warna besinya. Walaupun warnanya kontras, namun jika diraba akan terasa lumer, halus.


Baca Juga: 


Selain istilah-istilah di atas, untuk menilai corak pusaka orang juga mengamati kondisi tertanamnya pamor pada badan bilah pusaka atau tosan aji lainnya. Menurut istilah Jawa, kondisi itu disebut tancebing atau tumancebing pamor.

Tancebing atau kondisi tertancapnya pamor pada badan bilah ada dua macam, yakni parades (pandhes), yang tertanamnya pamor seolah dalam dan kokoh dan kumambang, yaitu yang seolah-olah mengambang atau mengapung di permukaan bilah.

Nah, itulah yang bisa saya sampaikan mengenai Pamor Keris Berdasarkan Penampakan Dan Rabaan Yang Saat ini Sudah Jarang Di Ketahui Oleh Orang. Selain  membaca artikel ini, Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan RM. Ashraff Sigid KOLEKTOR KERIS terkait Tosan Aji atau Pusaka melalui Whatsap di nomor 08112888540 atu klik ikon kunsultasi dibawah ini. Salam Rahayu

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

Loading

Posted on

Wuku dan Kecocokan Dapur Keris dengan Pemilik

Wuku dan Kecocokan Dapur Keris dengan Pemilik – Dalam dunia modern kita mengenal adanya ilmu Astrologi (Horoscope) yang membagi kelahiran seseorang berdasarkan Rasi Bintang, seperti Gemini, Cancer, Aries dan sebagainya. Demikian halnya dengan masyarakat Jawa yang mengenal WUKU. Mereka mengenal kelahiran seseorang yang terbagi menjadi 30 Wuku. Pengetahuan ini berawal atau diambil dari Epos Prabu Watugunung dengan 2 orang isteri dan 27 orang anaknya.

Pembagian Wuku tersebut selain untuk mengetahui watak dan karakter dasar seseorang. Yakni yang di dasarkan pada  Tanggal kelahirannya. Wuku ini juga dipercaya untuk melihat kesesuaian Dhapur Keris yang cocok untuk setiap wuku yang ada.

Selengkapnya pembahasan masalah Wuku dan Dhapur Keris adalah sebagai berikut :

Wuku Sinta

Kecocokan Keris Dengan Pemilik - Wuku SintaDewanya Sanghyang Batara Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita, banyak kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda.

Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup.

Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang.

Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat.

Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib.

Gedungnya di depan = memperlihatkan simbol kekayaannya, pradah hanya lahir.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Landep

Kecocokan keris dengan pemili - Wuku LandepDewanya Sanghyang Batara Mahadewa = bagus rupanya, terang hatinya, gemar bersemadi.

Kakinya direndam dalam air = perintahnya keras didepan dingin dibelakang, kasih sayang.

Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat.

Burungnya : Atat kembang (kakatua) = jadi kesukaan para agung, jika menghambakan diri jadi kesayangan.

Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Wukir

kecocokan keris dengan pemilik - wuku wukirDewanya Sanghyang Batara Mahayekti = besar hatinya, menghendaki lebih dari sesama.

Tunggulnya : didepan = selalu beruntung, kariernya lancar, akhirnya hidup senang.

Menghadapi air di bokor besar = baik budi pekertinya, menghormati orang lain.

Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya, sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh pimpinan.

Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan.

Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Kurantil

kecocokan keris dengan pemilik - wuku kurantilDewanya Sanghyang Batara Langsur = pemarah.

Memanggul tunggul = akhirnya mendapat kesenangan hidup.

Air dalam bokor besar disebelah kiri = serong hatinya, sering iri hati.

Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung, karena panas.

Burungnya : Salindita = lincah / tangkas.

Gedungnya terbalik di depan = boros.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Tolu / Tulu

kecocokan keris dengan pemilik - wuku toluDewanya Sanghyang Batara Bayu = dapat menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya, tak dapat dicegah.

Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari.

Pohonnya : Wijayamulya (Gaharu) = sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya.

Burungnya : Branjangan = ringan tangan, cepat bekerjanya.

Gedungnya di depan = suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Gumbreg

Dewanya Sanghyang Batara Cakra = keras budinya, segala yang dikehendakinya segera tercapai, tak mau dicegah, pengasih.

Kaki sebelah yang di depan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan, panas di belakang.

Pohonnya : Beringin = jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi.

Burungnya : Ayam hutan = liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi.

Gedungnya di kiri = penyayang, tapi kalau sedang jengkel tidak.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Warig Alit

kecocokan keris dengan pemilik - wuku wariga alit Dewanya Sanghyang Batara Asmara = bagus rupanya,senang asmara, cemburuan, hatinya mudah tersentuh.

Pohonnya : Sulastri = bagus rupanya, banyak yang cinta.

Burungnya : Kepodang = Gampang marah, cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak.

Menghadapi Candi = Senang berprihatin, menyepi.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Warigagung / Warigadian

kecocokan keris dengan pemilik - wuku wariagungDewanya sanghyang Mahayekti = berat tanggungannya, berkeinginan.

Tunggulnya : di belakang = rejekinya dibelakang hari.

Pohonnya : cemara = ramah bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati.

Burungnya : Betet = keras kemauannya, pandai mencari kehidupan.

Gedungnya dua buah di muka dan di belakang = ikhlasnya hanya setengah, jiwanya labil.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Julungwangi

wuku julungwangiDewanya sanghyang Sambu = tinggi perasaannya, tidak boleh disamai.

Tunggulnya : di depan = selalu beruntung, kariernya lancar, akhirnya hidup senang.

Menghadap air di bokor = dermawan tetapi harus diperlihatkan.

Pohonnya Cempaka = dicintai oleh orang banyak.

Burungnya Kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Sungsang

wuku sungsangDewanya sanghyang Gana = pemarah, gelap hati.

Pohonnya : Kayutangan = tak suka menganggur, keras budinya, suka kepada kepunyaan orang lain.

Burungnya : Nuri = pemboros, jauh kebahagiaannya.

Gedungnya terbalik di belakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Galungan / Dungulan

wuku galunganDewanya Sanghyang Batara Kamajaya = teguh hatinya, dapat melegakan hati orang susah, cinta pada perbuatan baik, jauh kepada perbuatan jahat.

Memangku air dalam bokor = suka bersedekah, pengasih, namun sedikit rejekinya.

Pohonnya : Kayutangan = ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada kepunyaan orang lain.

Burungnya : Elang = gesit tingkahnya, pandai mencari nafkah.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Kuningan

wuku kuninganDewanya Sanghyang Batara Indra = melebihi sesama, tinggi derajatnya.

Pohonnya : Wijayakusuma = menghindari keramaian, punya kharisma tinggi, orang senang bergaul dengannya.

Burungnya : Urang-urangan = lincah, cepat bekerjanya, lekas marah, mudah ngambek.

Gedungnya di belakang, jendelanya tertutup = hemat, banyak perhitungan.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Langkir

Wuku LangkirDewanya Sanghyang Batara Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya, tidak sayang kepada badannya sendiri, yang melihat takut, buruk adat-istiadatnya, tidak mau menurut, murka, banyak larangan.

Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati, tak boleh didekati orang.

Burungnya Gagak = tanggap bisikan gaib.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Mandasiyo

wuku mandasiyoDewanya Sanghyang Batara Brama: kuat budinya, pemarah, tak mau memberi ampun, jika marah tak dapat dicegah, tegaan.

Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak, jadi pelindung sengsara.

Burungnya : Platukbawang = rajin bekerja.

Gedungnya tertutup didepan = hemat dan banyak rejekinya.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Julungpujud

wuku julungugudDewanya Sanghyang Batara Guritno = suka kepada keramaian, suka berdandan, tersiar baik, mempunyai kedudukan yang lumayan, tidak pernah kekurangan uang.

Menghadap bukit/gunung = besar kemauannya, tak suka diatasi, menghendaki memerintah.

Pohonnya : Remuyuk = indah warnanya, tidak berbau, disukai orang.

Burung : Emprit Jowan = besar kemauannya tetapi pikirannya sukar diduga orang, halus budinya.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Pahang

wuku pahangDewanya Sanghyang Batara Tantra = perkataannya melebihi sesama, tidak sabaran menepati janji.

Bokornya di sebelah kiri di belakangnya = suka jalan serong.

Memanggul keris = kasar perkataannya, panas hati, suka bertikai.

Pohonnya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat.

Burung : Cucakrowo = banyak bicaranya.

Gedung di depan = boros.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Kuruwelut

wuku kuruwelutDewanya Sanghyang Batara Wisnu : tajam ciptanya, tinggi dan selamat budinya, melebihi sesama dewa.

Memanggul : cakra = tajam hatinya, berhati-hati.

Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya.

Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak pernah bohong, tidak suka terhadap perkataan yang remeh.

Gedungnya di depan = memperlihatkan kekayaannya, angkuh dan tidak mau disepelekan.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Mrakeh

wuku merakehDewanya Sanghyang Batara Surenggana = tawakal hatinya, ingatannya kuat, berkesanggupan/optimis, berani kepada kesulitan.

Tunggulnya membalik = cepat naik karier, lekas hidup senang.

Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna.

Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya.

Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Tambir

wuku tambirDewanya Sanghyang Batara Syiwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan, egois dan senang pamer.

Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya

Burungnya : prenjak = suka membuat isu.

Gedungnya tiga tertutup semua = tidak dapat kaya hanya setengah-setengah saja.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Madangkungan / Medahangkungan

wuku medahangkunganDewanya Sanghyang Batara Basuki : mengutamakan keberadaan, senang melihat orang lain sengsara, keinginannya aneh-aneh dan sukar menemukan jati diri.

Pohonnya : plasa = terhormat didaerah sendiri, sedang di kota tidak berarti apa-apa.

Burungnya : pelung = suka tinggal ditempat sunyi.

Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya, hemat.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Maktal

wuku maktalDewanya Sanghyang Batara Sakti = berbudi teguh, lurus hatinya, optimis, gesit berkarya, baik pekerjaannya, kata-katanya enak didengar.

Pohonnya : nagasari = bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh pembesar.

Burungnya : ayam hutan = suka tinggal ditempat sunyi, sukses dalam karier, banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia.

Gedungnya ditumpangi tunggul = kaya benda dan dihormati/berwibawa.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Wuyu

Dewanya Sanghyang Batara Kuwera = mudah tersinggung, mudah ngambek, senang menyendiri, senang beramal, kata-katanya tegas dan tidak dapat menabung.

Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya.

Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, pemberani, kuat dan tetap hatinya. Burungnya : Gagak = tak suka kepada keramaian, tanggap gaib.

Gedungnya terlentang di depan = pengasih tapi pemboros.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

Wuku Manahil

wuku manahilDewanya Sanghyang Batara Citragatra = menjunjung diri sendiri, dapat berkumpul ditempat ramai, bakat angkuh, selalu bersedia-sedia untuk membela diri.

Air di bokor di belakangnya = halus perintahnya, tetapi tidak menghargai bawahan. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya.

Pohonnya : Tegaron = liat hatinya, semangat perjuangan hidupnya tinggi.

Burungnya : Sepahan = liar budinya, tajam pikirannya / perasa.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Prangbakat

wuku prangbakatDewanya Sanghyang Batara Bisma = pemarah, tangkas, pemalu, memperlihatkan watak prajurit, menghendaki jadi pemimpin orang, lurus pembicaraannya, segala yang dikehendaki tak ada sukarnya.

Kakinya kanan direndam dalam air bokor = perintahnya dingin di depan panas di belakang.

Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya, cukup rejekinya, agak angkuh.

Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.


Pembaca Lain Juga Menyukai:


Wuku Bala

wuku balaDewanya Sanghyang Batari Durga = suka berbuat huru-hara,membuat berita, jahil, suka bercampur dengan kejahatan, tak ada yang ditakuti, pandai sekali bertindak jahat.

Pohonnya : cemara = ramai bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati.

Burungnya : Ayam hutan = liar budinya, dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi.

Gedungnya di depan = senang memperlihatkan kekayaannya.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Wuku Wugu

Wuku WuguDewanya Sanghyang Batara Singajalma = banyak akal, lekas mengerti, cerdas, baik budinya, tetapi tidak senang diingkari janji.

Pohonnya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam, akan tetapi setelah dimakan sering dicela. Banyak rejekinya.

Burungnya : Kepodang = pamer, cemburuan, tidak suka berkumpul.

Gedungnya tertutup di belakang = hemat dan hati-hati membelanjakan uangnya.

Keris yang Cocok : Panimbal, Condong Campur, Jalak Tilamsari, Jalak Dhinding, Jalak Sangutumpeng dan Jalak Ngore.

Wuku Wayang

wuku wayangDewanya Sanghyang Batari Sri = banyak rejekinya, bakti, teliti, dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak.

Bokor berisi air di depan dan duduk di atasnya = sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya.

Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan, sukar dibelakang.

Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak.

Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang sunyi.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Rarasinduwa, Sempana Badhong, Semar Mesem, Semar Getak, Semar Tinandhu dan Brojol.

cara memelet pria melalui nama

Wuku Kulawu

wuku kulawuDewanya Sanghyang Batara Sadana = kuat budinya, besar harapannya, menarik dalam pergaulan, pemboros senang nraktir, bagi laki-laki suka berpoligami.

Duduk di bokor berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya, dingin perintahnya.

Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang, kurang pandai.

Pohonnya: Tal = panjang umurnya, besar harapannya, kuat budinya.

Burungnya : Nuri, boros, murka. Gedungnya di depan = senang memperlihatkan kekayaannya.

Keris yang Cocok : Sempana Kinjeng, Kebo Lajer, Pudhak Sategal, Putri Sinaroja, Campur Bawur dan Sadak.

Wuku Dukut

wuu dukutDewanya Sanghyang Batara Sakri = keras hatinya, selalu was-was, rajin, tajam pikirannya, segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya.

Pohonnya : Pandanwangi = tidak menonjol.

Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi.

Membelakangi gedungnya = sangat hemat. Berhadapan dengan dua bilah keris terhunus = selalu siaga dan waspada, serta serba ingin tahu.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Sengkelat, Tebu Sauyun, Bethok, Kebo Teki dan Kebo Lajer.

Wuku Watugunung

wuku watugunungDewanya Sanghyang Batara Antaboga dan Batari Nagagini Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa.

Nagagini = gemar kepada asmara. Keduanya sangat gemar kebudayaan dan ilmu kebatinan.

Menghadap Candi = suka bertapa ditempat yang sunyi, gemar bersemedi dan mempelajari ilmu kebatinan.

Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian, terlihat angkuh, teliti.

Burungnya : Gogik = cemburuan, mudah tersinggung dan tidak senang di tempat yang ramai.

Keris yang Cocok : Pandhawa, Carangsoka, Sabuk Tampar dan Sabuk Inten.

Loading

Posted on

50+ MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

pamor keris dan tuahnya

Pamor Keris dan Tuahnya – Pengertian Pamor lebih mudahnya adalah gambar yang ada di sebuah bilah tosan aji. Nama untuk pamor keris berlaku juga untuk tosan aji lainnya seperti Tombak, Wedung, Pedang dan lain sebagainya, Semua pamor ada maksud filosofi. Nah, kali ini www.kolektorkeris.com, akan membagikan Nama – nama Pamor keris dan tuahnya, diantara lain:

WOS WUTAH

Pamor yang paling banyak dijumpai, bentuknya tidak teratur tetapi tetap indah dan umumnya tersebar dipermukaan bilah. Ada yang berpendapat pamor ini pamor gagal, saat si empu ingin membuat sesuatu pamor tetapi gagal maka jadilah Wos Wutah. Tetapi ini dibantah dan beberapa empu dan pamor ini memang sengaja dibuat serta termasuk pamor tiban. Pamor ini berkhasiat baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, bisa digunakan untuk mencari rejeki, cukup wibawa dan disayang orang sekelilingnya, pamor ini tidak pemilih.

NGULIT SEMANGKA

Sepintas seperti kulit semangka, tuahnya seperti Sumsum Buron, memudahkan mencari jalan rejeki dan mudah bergaul pada siapa saja dan dari golongan manapun. Pamor ini tidak memilih dan cocok bagi siapa saja.

TAMBAL

Mirip goresan kuas besar pada sebuah bidang lukisan. Tuahnya biasanya menambah kewibawaan dan menunjang karier seseorang. Menurut istilah Jawa bisa menjunjung derajat. Pamor ini termasuk pemilih dan tidak setiap orang cocok.

PULO TIRTO

Seperti Wos Wutah hanya gumpalan gambarnya terpisah agak berjauhan, seperti bentuk pulau pada peta. Tuahnya sama dengan pamor Wos Wutah.

SUMSUM BURON

Pamor ini juga mirip Wos Wutah, gumpalan juga terpisah agak berjauhan seperti Pulo Tirto hanya agak lebih besar dan lebih menyatu. Tuahnya baik, tahan godaan dan murah rejeki serta tidak pemilih.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

MELATI RINONCE

Bentuknya mirip pamor Rante tetapi umumnya bulatannya lebih kecil dan tidak berlubang. Bulatan itu berupa pusaran pusaran mirip dengan pamor Udan Mas tetapi agak lebih besar sedikit.

Tuahnya mencari jalan rejeki dan menumpuk kekayaan. Untuk pergaulan juga baik, pamor ini tidak memilih dan bisa digunakan siapa saja.

RANTE

Tuah utama pamor ini adalah untuk menampung dan mengembangkan rejeki yang didapat. Bisa mengurangi sifat boros, tetapi bukan pelit.

Cocok untuk semua orang baik digunakan berdagang atau berusaha. Bentuknya agak mirip pamor Melati Rinonce, hanya bedanya pada bulatannya ada semacam gambar “lubang”.

ADEG

Pamor Adeg banyak dijumpai, tergolong pamor pemilih tetapi lebih banyak yang cocok daripada tidak. Tuahnya terutama sebagai penolak, ada yang menolak guna-guna, ada yang menolak wabah, angin ribut, banjir dan lainnya. Ada yang hanya menolak satu sifat ada yang beberapa sifat penolakan.

MRAMBUT

Sepintas seperti Adeg, bahkan ada yang menyamaratakan dengan membuat istilah baru Adeg-Mrambut. Padahal sebenarnya lain. Pamor Mrambut alurnya terputus-putus. Tuahnya hampir sama dengan pamor Adeg. Tergolong pemilih, tidak semua orang cocok.

SEKAR LAMPES

Tuah dari pamor ini mirip dengan pamor Tumpal Keli. Hanya pada pamor Sekar Lampes umumnya juga mengandung tuah yang menambah kewibawaan pemakainya dan tergolong pamor yang tidak pemilih.

ILINING WARIH

Rejeki yang lumintu, walaupun sedikit demi sedikit tetapi selalu ada saja. Itulah yang utama tuah dari Ilining Warih. Selain soal rejaki, pamor ini juga baik untuk pergaulan. Tidak memilih dan umumnya cocok untuk siapapun. Pamor ilining warih ini juga sering di sebut dengan sebutan Banyu Mili.

BLARAK NGIRID

Disebut juga kadang dengan “Blarak Sinered”, tapi ada juga yang menyebut Blarak Ngirid lain dengan Blarak Sinered. Tuah utamanya menambah kewibawaan dan juga baik untuk pergaulan karena disayang orang sekelilingnya, baik pihak atasan atau bawahan. Pamor ini tergolong pemilih.

RON PAKIS

Mirip sekali dengan Blarak Ngirid, hanya pada bagian tepinya seolah ada sobekan. Tergolong pemilih dan tuahnya untuk kewibawaan serta keberanian (tatag-bhs jawa). Baik dimiliki oleh orang yang berkecimpung dibidang Militer dan Keprajuritan.

KOROWELANG

Juga hampir sama dengan Blarak Ngirid atau Ron Pakis, tetapi “daun” nya lebih besar dan lebih menyatu. Tuahnya juga hampir sama dengan Blarak Ngirid, tetapi fungsi pergaulannya lebih besar dari fungsi wibawanya. Beberapa keris dengan pamor ini (tidak semua) baik juga untuk mencari jalan rejeki. Tergolong pamor pemilih.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

RON GENDURU

Ada yang menyingkat menjadi RONGENDURU atau menyebut RON KENDURU. Agak mirip Ganggeng Kanyut tetapi relatif susunannya lebih teratur dan rapi. Tuahnya berkisar pada kewibawaan dan rejeki. Baik digunakan untuk pengusaha yang punya banyak anak buah. Tergolong pamor pemilh.

MAYANG MEKAR

Bentuknya indah sekali seperti daun Seledri, tuahnya memperlancar pergaulan dan dikasihani orang sekeliling. Beberapa diantaranya malah bertuah memikat lawan jenis. Tergolong pamor pemilih.

WIJI TIMUN

Menyerupai biji ketimun. Hampir sama dengan pamor Uler Lulut tetapi lebih kecil dan lonjong. Tuahnya juga untuk mencari jalan rejeki. Ada sedikit unsure kewibawaan. Baik untuk pedagang maupun untuk pengusaha. Pamor ini agak pemilih.

KENONGO GINUBAH

Tuahnya menarik perhatian orang. Pergaulannya baik dan diterima digolongan manapun. Tetapi pamor ini termasuk pemilih.

WALANG SINUDUK

Bentuknya mirip dengan satai belalang. Posisibelalang-belalangnya bisa miring kekiri, bisa kekanan. Tuah utamanyamempengaruhi orang lain. Wibawanya besar sehingga baik dimiliki oleh pemukamasyarakat, guru, pemimpin politik. Tergolong pamor pemilih.

TUMPAL KELI

Tuahnya baik untuk pergaulan. Bisa menunjang karier karena pemiliknya akan disayang atasan. Termasuk pamor tidak pemilih.

BENDOSEGODO

Bentuknya menyerupai bulatan menggumpal dari bawah keatas. Tuahnya untuk jalan rejeki dan pergaulan serta ketentraman rumah tangga. Tergolong tidak pemilih.

MELATI SINEBAR

Mirip pamor Tetesing Warih, merupakan bulatan bersusun rangkap tiga atau lebih tetapi bulatannya tidak sempurna betul dengan garis tengah sekitar 1 cm. Tempatnya ditengah bilah dan jarak satu bulatan dengan lainnya sekitar 1 cm atau lebih. Pamor ini tergolong tidak pemilih dan tuahnya untuk mencari rejeki.

MANIKEM

Tergolong pamor langka dan hanya dijumpai dikeris muda terutama tangguh Madura. Bentuknya mirip Melati Rinonce atau Melati Sato-or tetapi garis penghubung antar bulatan-bulatannya lebih gemuk, lebih lebar. Sedangkan bulatannya juga lebih lebar dibandingkan Melati Rinonce, bahkan ada yang hampir menyentuh tepi bilah. Tergolong tidak pemilih dan bertuah memudahkan mencari rejeki.

SEKAR KOPI

Ditengah bilah ada pamor yang menyerupai garis tebal dari sor-soran sampai dekat ujung bilah. Dikiri kanan garis tebal ini terdapat lingkaran-lingkaran bergerombol atau berkelompok. Satu kelompok terdiri dari dua atau tiga lingkaran menempel pada garis tebal seolah-olah biji kopi menempel pada tangkai bijinya. Tuahnya memperlancar rejeki tergolong tidak pemilih tetapi termasuk pamor langka.

BONANG RINENTENG

Ada yang menyebutnya Bonang Sarenteng, agak mirip dengan pamor Sekar Kopi tetapi bulatannya hanya satu. Boleh dikiri-kanan secara simetris atau selang seling. Baik Bonang Rinenteng ataupun Sekar Kopi, bulatannya seperti pusaran di pamor Udan Mas. Tergolong tidak pemilih dan memudahkan mencari rejeki.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

JUNG ISI DUNYA

Bentuknya mirip Putri Kinurung. Bedanya bulatan-bulatan kecil yang terdapat pada “kurungan” bulatan relatif lebih besar. Ada juga yang bentuknya sepintas mirip pamor Bendo Segodo. Tuahnya untuk “menumpuk” kekayaan dan tidak pemilih

WULAN-WULAN

Di Jawa Timur disebut Bulan-Bulan. Mirip Melati Sinebar atau mirip Bendo Segodo. Bedanya pada pamor Wulan-Wulan , bagian tengahnya berlubang jelas. Tuahnya memudahkan mencari jalan rejeki dan mengikat langganan. Sering disimpan ditoko atau warung.

TUNGGAK SEMI

Pamor ini terletak ditengah Sor-soran, bentuk seperti tampak digambar samping. Berkombinasi dengan pamor Wos Wutah. Tuahnya untuk mendapatkan rejeki walau bagaimanapun kecilnya. Tidak termasuk pamor pemilih.

BAWANG SEBUNGKUL

Bentuknya memang mirip bungkul bawang, berlapis-lapis. Paling sedikit ada lima lapisan dan terletak di sor-soran. Tuahnya dibidang rejeki , untuk pengembangan modal. Cocok untuk orang yang bekerja di Bank dan pengembangan modal. Tidak pemilih.

UDAN MAS

Pamor ini banyak dicari orang, terutama pedagang dan pengusaha. Bentuknya merupakan pusaran atau gelang-gelang berlapis, paling sedikit ada tiga lapisan. Letaknya ada yang beraturan dan ada yang berserakan. Pamor ini sering pula berkombinasi dengan Wos Wutah atau Tunggak Semi. Manfaatnya untuk mencari rejeki dan tidak pemilih.

SISIK SEWU

Seperti gambar sisik ikan, tetapi bila diperhatikan seperti pamor Udan Mas menggumpal menjadi satu, namun pamor ini kurang begitu dikenal, mungkin karena memang jarang. Selain untuk rejeki juga untuk meningkatkan wibawa. Cocok bagi pengusaha dengan banyak karyawan.

PUTRI KINURUNG

Bentuknya menyerupai gambaran danau dengan tiga atau lebih “pulau” ditengahnya. Letaknya ditengah sor-soran. Tuahnya untuk memudahkan mencari rejeki dan mencegah sifat boros. Bisa diterima dikalangan manapun. Tidak pemilih.

GUMBOLO GENI

Sering juga disebut “Gumbolo Agni” atau “Gumbolo Gromo”. Letaknya ditengah sor-soran dan gambarnya seperti “binatang Kala” dengan posisi ekor seperti menyengat. Tuahnya baik, wibawanya besar dan bisa untuk “singkir baya”, baik dimiliki oleh pimpinan sipil ataupun militer. Termasuk pamor pemilih.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

TANGKIS

Panamaan dari pamor yang hanya terdapat pada satu sisi saja dan sisi lain tanpa pamor alias kelengan, kadang kalau pamor atau bentuk bilah berlainan kiri-kanan sering juga disebut pamor Tangkis. Namun ini harus diperhatikan juga apakah memang tidak ada pamornya ataukah sudah hilang karena terkikis atau aus. Kalau karena aus maka ini bukan pamor Tangkis. Tuahnya menolak wabah penyakit.

PENGAWAK WAJA

Ini istilah untuk keris TANPA pamor sama sekali. Pada keris muda, Pengawak Waja memang tidak diselipi bahan pamor, tetapi pada keris tua masih mengandung bahan pamor walau tidak kelihatan karena penempaan dibuat ratusan kali bahkan ribuan kali lipatan sehingga sudah menyatu dan luluh bilahnya. Hanya tampak seperti urat halus atau serat saja.

Tuahnya susah dibaca, hanya mereka yang mengetahui ilmu esoteri saja yang bisa membaca.

TRIMAN

Ada yang menyebut Pamor TARIMO, mirip sekali dengan WOS WUTAH, tetapi agak rapat dan pamor ini tiba tiba berhenti ditengah bilah, kadang hanya ada di sor-soran saja. Pamor ini sesuai untuk yang berusia lanjut, pensiunan dan tidak lagi memikirkan soal duniawi. Baik juga dipunyai oleh yang bersifat brangasan, suka marah tetapi kurang baik dipunyai oleh mereka yang masih aktif bekerja.

ANDHA AGUNG

Mirip pamor Rojo Abolo Rojo tetapi ukurannya relatif lebih kecil. Terletak ditengah bilah biasanya dikelilingi pamor Wos Wutah dan panjang hanya sepertiga atau setengah bilah. Tuahnya menyangkut kederajatan dan kewibawaan. Tergolong pamor tidak pemilih.

KUL BUNTET

Mirip pamor Batu Lapak, bedanya pusarannya hanya satu dan alurnya melingkar dan secara keseluruhan lebih bulat dibandingkan pamor Batu Lapak. Tuahnya hampir sama dengan Batu Lapak tetapi Kul Buntet punya nilai rejeki. Selain menghidarkan bahaya juga menghalangi usaha penipuan. Umumnya pamor ini baik untuk semua orang.

KUTO MESIR

Ada yang menyebut “Kutu Mesir” atau “Kutu Masir”. Bentuknya terdiri dari tumpukan gelang gelang tidak begitu bulat tetapi cenderung agak persegi. Letaknya dibagian sor-soran dan tuahnya hampir sama dengan Kul Buntet tetapi fungsi rejeki nya lebih kuat. Biasanya dicari pedagang, pengusaha dan pejabat tinggi. Pamor ini sering dikombinasi dengan pamor lain seperti Wos Wutah dan Tunggak Semi.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

DAN RIRIS

Ada yang menyebut Udan Riris, ada yang penuh dari sor-soran sampai ujung bilah, ada yang “mengisi” sebagian bilah saja. Walau bentuknya tidak seindah pamor Nogorangsang namun umumnya tuahnya lebih kuat. Selain kewibawaan dan kepemimpinan ada fungsi untuk menolak guna-guna. Pamor ini pemilih.

REGED BANYU

Pamor ini ada yang menghias seluruh bilah, ada yang sebagian saja, tidak dari sor-soran keujung bilah. Tuahnya untuk melindungi si pemilik dari musibah mendadak. Bahasa Jawanya “Singkir Baya” atau “Tulak Bilahi”. Pamor ini tidak pemilih.

ROJO SULEMAN

Ada yang menyebut pamor Nabi Sulaiman. Banyak pula yang mengatakan ini adalah rajanya pamor. Letaknya ditengah sor-soran. Tuahnya memang merupakan kumpulan dari hal-hal yang baik, positip. Menghindari bahaya dan mencari jalan rejeki, wibawanya kuat, disayang dan disegani orang disekilingnya. Namun pamor ini punya sifat “memilih”.

BATU LAPAK

Bentuknya menyerupai pusaran yang melingkar-lingkar, biasanya lebih dari lima. Letaknya di sor-soran tengah. Tuahnya “Singkir Baya”. Baik untuk anggota Militer ataupun orang biasa. Berkhasiat bagi yang mempelajari kekebalan, bela diri. Pamor tidak memilih.

SIRAT

Kadang disebut “Teja Bungkus” atau “Bima Bungkus”, baik dipegang oleh mereka yang punya posisi pimpinan karena factor wibawa, kepemimpinan dan disayang anak buah.

TUNGGUL WULUNG

Yang baik kalau pamor Tunggul Wulung ini merupakan pamor tiban. Bentuknya mirip gambar anak yang sangat sederhana, hanya kepala, tangan dan kaki dan menempati daerah blumbangan. Tuahnya menolak berbagai macam penyakit dan tidak memilih tetapi pemiliknya harus berperi-laku baik, tak boleh menyeleweng. Tergolong pamor langka.

LINTANG KEMUKUS

Disebut juga “Kukus Tunggal”, bentuknya seperti Sodo Saler, hanya dibagian sor-soran pamor ini menggumpal. Gumpalan ini boleh berupa Benang Setukel atau Tunggak Semi atau Wos Wutah atau juga Bawang Sebungkul. Selain dipercaya membawa rejeki juga untuk ketenaran dan menambah wibawa. Tidak pemilih.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

PANCURAN MAS

Banyak dicari pedagang dan pengusaha karena dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya, lagipula tidak pemilih. Bentuknya mirip Sada Saler tetapi dibagian ganjanya tepat diujung Sada Saler pamornya seperti bercabang dua.

SADA SALER

Arti harfiahnya Lidi Sebatang, bentuknya sesuai dengan namanya. Berupa garis lurus membujur sepanjang bilah. Tuahnya ada yang untuk menambah kewibawaan, ketenaran (populeritas) atau keteguhan iman dan pamor ini cocok untuk semua orang.

WENGKON

Ada yang menamakan pamor Tepen. Bentuknya mirip bingkai (wengkon artinya bingkai). Tuahnya untuk perlindungan, ada yang untuk menghindari dari godaan, ada yang memperbesar rasa hemat dan ada yang untuk menghindari dari guna-guna.

KUDHUNG

Pamor ini selalu terletak diujung bilah dan tuahnya seperti namanya untuk melindungi pemiliknya dari serangan guna-guna dan perlindungan dalam situasi darurat. Pamor ini sering digunakan untuk “penunggu rumah”.

SATRIYA PINAYUNGAN

Ada dua macam pamor Satriya Pinayungan. Yang pertama pamor pada bagian sor-soran, apa saja bentuknya, bisa Wos Wutah, lalu diatas pamor itu (dekat ujung bilah) terdapat pamor Kudhung. Yang kedua, motif pada sor-soran menyerupai Udan Mas tapi bentuknya teratur. Tiga bulatan mendatar diteruskan beberapa bulatan keatas.

Tuahnya sama,pelindung bagi pemiliknya dari perbuatan sirik orang lain. Walau keduanya tidak pemilih tetapi pamor yang pertama lebih cocok untuk mereka yang bekerja di pemerintahan sedangkan yang kedua untuk wiraswasta.

BADAELA

Pamor ini tuahnya buruk, ada yang menyebut pamor Bebala. Sebaiknya dilarung saja sebab pemiliknya akan kena pindah, dicurigai serta menerima akibat buruk pekerjaan orang lain

UNTU WALANG

Arti harafiahnya “Gigi Belalang”, tuahnya menambah kewibawaan seseorang. Dituruti kata katanya dan pamor ini tergolong pemilih, hanya orang yang punya kedudukan cukup tinggi bisa cocok. Untuk guru dan pendidik biasanya juga cocok.

TUNDUNG

Tergolong pamor yang buruk tuahnya. Sipemilik akan sering pindah rumah atau diusir oleh sesuatu sebab. Rumahtangga tidak tentram dan dijauhi rejeki. Sebaiknya dibuang saja.

ENDAS BAYA

Tuahnya buruk, sipemilik sering dapat musibah karena tingkah lakunya sendiri. Sebaiknya dibuang saja karena siapapun pemakainya akan selalu sial.

DHADHUNG MUNTIR

Mirip Sada Saler tetapi “garis” ditengah bilah mempunyai motif seperti pilinan tambang atau dhadhung. Tuahnya sama dengan Sada Saler, menyangkut kewibawaan, keteguhan hati. Pamor ini banyak terdapat pada keris buatan Madura dan tergolong pamor pemilih.

RAHTAMA

Terletak dibagian sor-soran merupakan pamor tiban diantara pamor dominan seperti Wos Wutah dan Ngulit Semangka. Baik sekali jika diberikan pada suami-istri yang baru menikah dengan harapan agar memperoleh anak yang soleh dan berbudi luhur.

PUSAR BUMI

Disebut juga Puser Bumi. Bentuknya mirip Udan Mas tetapi dengan skala yang jauh lebih besar, minimal sebesar koin limapuluh rupiah dan kadang sampai 8 cm, terutama pada bilah tombak. Pamor ini tergolong pamor miring, merupakan lingaran yang berlapis dan bukan melingkar seperti obat nyamuk, tuahnya baik tetapi pemilih dan tidak semua orang “kuat” memilikinya. Umumnya dipercaya sebagai pamor yang baik untuk menjaga rumah.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

LINTAS MAS

Letaknya dibagian tengah sor-roran, paling sedikit jumlah pusaran-pusarannya ada lima buah. Baik untuk berdagang terutama perhiasan. Pamor ini pemilih dan tuahnya hanya bisa dirasakan oleh yang cocok saja.

SODO SALER

Bentuknya merupakan garis lurus dari sor-soran keujung bilah. Tuahnya untuk kewibawaan dan keprajuritan serta meneguhkan dalam mencapai cita-cita, baik untuk militer atau yang berambisi mencapai sesuatu cita-cita. Tergolong pemilih.

NUR

Letaknya ditengah sor-soran, mirip huruf S. tuahnya baik terutama untuk guru, pemimpin atau orang yang dituakan serta wibawanya besar, punya sifat pelindung dan tempat bertanya orang lain. Sifatnya pemilih, untuk yang masih “muda” umumnya kurang kuat.

SEKAR SUSUN

Hampir seperti Melati Rinonce tetapi ukuran bunganya lebih besar. Bentuk bunga seperti bulatan pada pamor Bendo Segodo. Memudahkan dalam mencari rejeki dan tidak pemilih. Hanya ditemukan pada keris keris yang relatif muda.

SEKAR TEBU

Hampir seperti Blarak Ngirid atau Sinered, tetapi ujungnya tidak sampai kebilah keris, malainkan agak mengumpul ditengah saja dan guratannya lebih halus. Tidak pemilih dan tuahnya untuk kewibawaan dan kepemimpinan.

KLABANG SAYUTO

Seperti paduan pamor Blarak Ngirid dan Naga Rangsang. Sepintas seperti seekor klabang dengan kaki seribunya. Dipercaya bisa menambah kewibawaan dan kekuasaan. Pamor ini tergolong pemilih dan hanya cocok bagi yang memegang posisi pimpinan.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

JALA TUNDA

Tergolong pamor pemilih. Tuahnya untuk ketenaran, untuk menonjol dalam lingkungandan tergolong pamor langka walau dari teknik pembuatan tidak terlampau sukar. Sepintas mirip pamor Wengkon tetapi lebar dan pada bagian dalam ada lekuk-lekuk yang terkadang simetris berhadapan tetapi pada bagian lain sering tidak simetris. Pamor Jala Tunda yang bagus, garis-garis yang menjadi wengkon biasanya halus dan rangkap banyak sekali.

SUMUR BANDUNG

Merupakan bulatan hitam besi tanpa pamor sebesar uang logam lima puluh sen-an atau lebih kecil sedikit letaknya ditengah bilah, diantara pamor – biasanya Wos Wutah nggajih atau Pendaringan Kebak nggajih. Banyak terdapat pada keris buatan Madura. Tergolong pamor pemilih dan paling cocok buat keprajuritan, militer atau yang belajar ilmu kekebalan.

BUNTEL MAYIT

Nama yang menyeramkan, artinya “pembungkus mayat”. Tergolong pamor sangat pemilih. Kalau cocok akan cepat menanjak kariernya atau kekayaannya tetapi kalau tidak cocok bisa mendapatkan malapetaka. Karena itu bila menginginkan pamor ini sebaiknya ditanyakan dulu pada mereka yang tahu agar bisa dilihat cocok atau tidaknya.

JAROT ASEM

Ini termasuk pamor langka walau tampaknya sangat sederhana tetapi pembuatannya sangat sulit. Sepintas seperti jalinan serabut kasar, saling menyilang arahnya tetapi tidak ada kesan tumpang tindih. Pamor ini dipercaya memberikan pengarus baik pada pemiliknya, menjadi teguh hatinya dan besar tekatnya. Amat cocok bagi yang punya cita cita besar baik dalam pendidikan ataupun dalam pekerjaan.

KENDHIT GUMANTUNG

Ini termasuk pamor tiba. Letaknya dibagian sor-soran dan biasanya bercampur pamor yang lebih dominan seperti Wos Wutah atau Ngulit Semangka. Baik untuk setiap orang. Dipercaya dapat menolak segala macam penyakit menular, jadi seperti anti wabah. Tetapi pemiliknya harus menjaga tingkah lakunya dan jangan sampai menyeleweng dari jalan yang lurus.

KUPU TARUNG

Sepintas seperti gambar kupu-kupu sedang berlaga. Namun esoterinya tidak ada sangkut paut dengan bidang laga, bahkan baik untuk pergaulan. Pamor ini tidak pemilih dan terletak sepanjang bilah dari sor-soran hingga ujung bilah.

MRUTU SEWU

Mirip Udan Mas dan Sisik Sewu. Pamornya berupa bulatan besar dan kecil, rapat satu sama lainnya dan disela pamor yang berbentuk pusaran-pusaran itu ada semacam titik-titik pamor kecil. Pamor ini memudahkan mencari rejaki juga dipercaya orang memudahkan anak gadis atau janda dalam mencari jodoh dan pamor ini tidak pemilih.

RATU PINAYUNGAN

Tergolong pamor tiban yang letaknya di sor-soran dan biasanya bercampur pamor dominan lainnya. Pengaruhnya baik pada pemiliknya, melindungi marabahaya, berwibawa dan punya pengaruh luas. Baik bagi seorang pimpinan tetapi tergolong keris pemilih.

MACAM-MACAM PAMOR KERIS DAN TUAHNYA

LAWE SETUKEL

Biasa disebut “benang setukel” atau “saukel”. Sepintas memang mirip benang yang diurai dari gulungannya. Keris ini cocok untuk polisi, militer atau pekerja lapangan. Banyak yang menganggap keris ini bisa menolak guna-guna dan keris ini tergolong pemilih.

YOGAPATI

Hati-hatilah bila berjumpa dengan keris ini. Pamor ini punya pengaruh buruk sekali, terutama buat yang bekeluarga. Sering anak-anak sang pemilik sakit-sakitan atau bahkan meninggal. Sebaiknya dilarung saja.

KALACAKRA

Tergolong pamor langka. Untuk penguasaan wilayah, kekuasaan dan kewibawaan serta kepemimpinan. Baik dipakai oleh pemimpin masyarakat. Ada faktor penolak bala dan guna-guna.

SLAMET

Bentuknya mirip bayi berjambul sedang tidur. Letaknya di sor-soran dan juga terdapat pada tombak atau pedang. Tuahnya adalah untuk keselamatan dan tergolong “singkir baya”, termasuk berguna untuk menolak guna-guna. Kelebihan dibanding pamor lain, pamor Slamet ini juga mencegah fitnah serta omongan negatif. Tidak pemilih dan cocok untuk semua orang.

MAKRIB

Kadang disebut pamor Makarib. Tuahnya baik sekali, menyangkut kepemimpinan, rejeki dan keselamatan dalam perjalanan dan pamor ini tidak pemilih.

PANGURIPAN

Disebut juga pamor Ngurip-urip, mirip pamor Tamsul Kinurung tetapi bentuk utamanya bukan jajaran genjang melainkan lingkaran-lingkaran yang pada satu sisinya seperti meleleh. Letaknya ditengah sor-soran, tuahnya seperti namanya untuk memudahkan mencari sandang-pangan, rejeki. Pamor ini istimewa dan kadang bisa digunakan untuk mengusir mahluk halus. Perbawanya dijauhi binatang buas. Termasuk pamor tidak pemilih.

WENGKON

Ada yang menyebut pamot Tepen, ada yang menyebut Lis-lisan. Bentuknya merupakan alur pamor yang merata sepanjang pinggiran bilah keris. Tuahnya macam-macam, ada yang bersifat perlindungan bagi pemiliknya agar terhindar dari bahaya. Ad yang memberikan perlindungan terhadap godaan batin, ada pula yang menambah rasa hemat. Pamor ini tidak pemilih.

WIJI SEMEN

Tergolong pamor rekan dan juga pemilih. Tuahnya melindungi dari guna-guna atau mahluk halus. Tergolong pamor miring yang menempati bagian bilah dari sor-soran sampai keujung bilah.

TUMPUK

Terletak dibagian sor-soran, bentuknya menyerupai garis melintang antara tiga sampai lima lapis, manfaatnya seperti Udan Mas, memudahkan “menumpuk” rejeki. Pada umumnya kerisnya lurus dengan dapur kalau tidak Tilam Upih atau Brojol.

 

Loading

Posted on

11 Tuah Keris Pusaka Yang Menjadi Perburuan Hingga Manca Negara

tuah keris pusaka

Ragam Tuah Keris Pusaka – Berikut adalah Tuah Pusaka yang banyak menjadi buruan para pecinta dan kolektor keris, yang tidak hanya di Indonesia saja, melainkan manca negara. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel yang beberapa waktu lalu saya sudah saya terbitkan yakni mengenai Tuah Utama atau Inti. yang  memang sudah sejak awal sengaja disematkan seorang Empu kedalam Pusaka Ciptaannya. Entah Tuah yang diharapkan oleh si pemesan pusaka atau karena hal lain. Anda bisa simak Artikelnya di sini. Klik Saja!!

Nah, lalu apakah ada tuah lainnya yang menjadi pendamping atau, pengembangan tuah keris pusaka yang ada. Sehingga mampu bertahan, bahhakn masih di percayai adanya oleh orang dijaman modern seperti sekarang ini. Apa sajakah tuah keris pusaka tersebut:

Tuah Keselamatan

Secara umum pada jaman sekarang ini, tuah keselamatan inilah yang masih bisa diberikan sebilah Keris kepada pemiliknya, yaitu untuk menjaga keselamatan pemiliknya dari serangan/gangguan secara ghaib atau dari niat jahat orang-orang yang berniat mencelakainya. Contoh Keris yang memiliki tuah keselamatan adalah Keris Nogo Siluman.

Tuah Kesaktian Atau Perlindungan

Keris yang memiliki tuah kesaktian, selain berguna untuk menjaga keselamatan si pemilik dari serangan/gangguan ghaib juga dapat memberikan kesaktian atau kekuatan supranatural untuk melindungi diri dari serangan lawan, baik secara ghaib atau secara fisik, atau untuk menembus benteng pertahanan ghaib lawan yang memiliki kekuatan supranatural atau ilmu kebal.

Tuah kesaktian Keris tersebut dapat digunakan untuk menyerang langsung secara fisik maupun secara ghaib. Penggunaan kekuatan ghaib pada sebilah Keris hanya bisa dilakukan oleh orang yang mengetahui kunci pembuka kekuatan Keris tersebut atau orang yang mengerti tentang ilmu ghaib. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk Kesaktian adalah Keris Singo Barong.

Tuah Keris Pusaka Untuk Kekuasaan

Keris yang memiliki tuah kekuasaan biasanya juga memiliki tuah untuk kewibawaan. Tuah ini berguna untuk menaikkan derajat pemiliknya sehingga dapat mencapai derajat/pangkat yang tinggi. Serta mengamankan posisinya dari persaingan dan menjaga wibawanya di mata atasan maupun bawahan. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk Kekuasaan adalah Keris Nogo Sosro.

Tuah Keris Pusaka Untuk Kewibawaan

Keris bertuah kewibawaan berfungsi untuk menjaga wibawa pemiliknya di mata atasan maupun bawahan dan di mata orang-orang disekitarnya. Tuah ini juga berguna untuk menjauhkan pemiliknya dari fitnah yang akan menjatuhkan martabatnya. Contoh Keris yang memiliki tuah Kewibawaan adalah Keris Sengkelat Kinatah Emas dan Keris Sepang Kinatah Emas.

Tuah Keris Pusaka Untuk Penundukan

Tuah ini berguna untuk menundukkan lawan bicara. Sehingga semua perkataan pemilik Keris tersebut akan didengar dan tidak akan dibantah oleh orang yang menjadi lawan bicaranya dan semua permintaan atau perintahnya akan dituruti. Karena orang yang diperintah tersebut sudah tunduk terpengaruh tuah dari Keris tersebut. Contoh Keris bertuah penundukan adalah Keris Carubuk.

Tuah Pambungkem (Pembungkam)

Tuah ini sebenarnya adalah turunan dari Keris bertuah penundukkan dan kewibawaan. Walaupun tuahnya adalah turunan dari tuah penundukkan dan kewibawaan. Keris yang memberikan tuah ini tidak lagi memberikan tuah untuk penundukkan ataupun kewibawaan. Tetapi lebih condong memberikan tuah yang lebih ekstrim lagi,.. Yaitu membungkam mulut lawan bicara atau membuat lawan bicara menjadi seolah-olah lupa akan apa yang akan di ucapkannya.

Tuah ini sangat berguna saat pemilik Keris sedang mengalami tuntutan atau dakwaan (terjerat kasus hukum/utang piutang). Tuah dari Keris pambungkem akan membuat orang-orang yang menuntutnya atau menagihnya. Akan menjadi lebih banyak diam atau lupa akan apa yang akan dituntutnya. Sehingga pemilik Keris tersebut akan terbebas dari tuntutan.

Keris-keris yang bertuah untuk kewibawaan, penundukkan atau pambungkem. Sangat cocok dimiliki oleh para pejabat, pengacara dan hakim yang sering berdebat (adu argumen). Ciri-ciri Keris pambungkem biasanya kembang kacangnya menempel pada gandhiknya. Contoh Keris bertuah pambungkem adalah Keris Sempono Bungkem.

Tuah Kerejekian

Keris untuk kerejekian biasanya juga memiliki tuah untuk kesuburan dan penglarisan (kerejekian umum) dan dapat dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Contoh Keris yang memiliki tuah Kerejekian adalah Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas.

Tuah Kesuburan/Kemakmuran

Keris yang bertuah untuk kesuburan dan kemakmuran lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber penghasilan dari pertanian dan peternakan. Keris ini akan membantu memberikan aura yang baik untuk kesuburan tanah dan ternak. Serta menjauhkan tanaman dari serangan hama dan menjauhkan binatang ternak dari penyakit. Contoh Keris yang memiliki tuah kesuburan dan kemakmuran adalahKeris Kebo Kantong.


Artikel Menarik Lainnya:


Tuah Keris Pusaka Untuk Penglarisan

Keris yang bertuah penglarisan lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber pendapatan dari perdagangan.

Tuah Keris ini akan membuat orang-orang senang dengan pemiliknya. Senang datang ke tempat usahanya dan senang untuk melakukan transaksi bisnis pemilik Keris tersebut. Contoh Keris yang memiliki tuah penglarisan adalah Keris Suratman Ketip.

Tuah Keris Pusaka Untuk Pengasihan

Keris yang memiliki tuah pengasihan cocok dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Terutama para pedagang, karyawan dan pegawai yang penghasilannya berasal dari gaji/upah.

Keris ini akan memancarkan aura pengasihan. Sehingga pemilik Keris ini akan dikasihi oleh orang lain di sekitarnya, oleh atasan ataupun bawahannya. Contoh Keris bertuah pengasihan adalah Keris Jaran Goyang Dan Pusaka Semar Mesem Pijetan.

Tuah Keris Pusaka Untuk Karisma

Keris yang memiliki tuah untuk karisma juga cocok dimiliki oleh siapa saja (tidak pemilih). Keris ini akan memancarkan aura wibawa dan karisma. Sehingga pemiliknya akan dihormati dan dikasihi oleh orang-orang disekitarnya, oleh atasan maupun bawahannya. Contoh Keris yang memiliki tuah untuk karisma adalah Keris Parung Sari.

Itulah sekilas tentang tuah keris pusaka yang banyak di buru oleh kolektor keris di Nusantara bahkan manca Negara. Sungguh luar biasa Pusaka Warisan nusantara, Sudah sewajarnya kita sebagai generasi muda untuk menjaga warisan Adiluhung ini.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

Loading

Posted on

Yoni Utama Pusaka | Tuah Pada Sebilah Pusaka

tuah pada sebilah keris

Tuah Pada Sebilah Pusaka – Yoni pusaka atau Orang awam sering menyebutkan sebagai khodam pusaka adalah sebuah manifestasi energi yang terlahir dari serangkaian lelaku, mantra dan doa – doa yang ditujukan kepada Sang Maha Pencipta. Serangkaian ritual ini dilakukan oleh Sang Empu untuk terkabulnya suatu maksud yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh sang pemilik Keris Pusaka, sebagai wasillah untuk menunjang kehidupannya.

Konon katanya Mantra dan doa yang dipanjatkan oleh Sang Empu ini disimpan di dalam setiap lipatan logam bahan pemnuatan Keris pusaka yang sedang dalam proses penciptaan. Banyak yang meyakini, bahwa semakin banyak tempa lipat suatu pusaka, maka tuah keris pusaka akan semakin ampuh dan kuat. Secara fisik keris dengan tempa lipat yang sangat banyak akan menjadi sebuah maha karya yang Kuat, ulet dan tidak mudah patah. Secara isoteri/spiritual berarti semakin banyak doa dan mantra yang terkandung didalamnya.

Tuah Pada Sebilah Pusaka: Yang Utama dan Karakteristiknya

Secara garis besar Tuah keris pusaka ini lah yang paling banyak dipesan oleh orang orang jaman dahulu. Tuah keris pusaka yang menjadi tuah utama keris yang beredar di Nusantara saat ini ialah Keris yang bertuah kesaktian, Kewibawaan, dan Tuah Kerejekian.

Seiring perkembangan jaman keris yang telah turun temurun diwariskan atau berpindah tangan dengan cara tertentu. Tuah keris Pusaka ini pun menyesuaikan kepadada pemiik barunya.  Dengan kata lain, kemungkinan besar Tuah keris sudah tidak lagi sama, ketika dimiliki oleh orang yang pertama menerima keris langsung dari sang empu pembuatnya.

Perubahan tuah utama ini bisa disebabkan oleh kondisi dan karakter sang pemilik saat ini, tidak lagi sama dengan karakter keris yang ia miliki. Fungsinya tidak lagi sama dengan tujuan awal keris tersebut di buat. Namun, bisa saja tuah yang lainnya yang cenderung lebih kuat, karena tuah tersebutlah yang cenderung cocok dengan karakteristik pemilik keris saat ini. Dalam Artikel ini Saya juga akan membahas bagaimana cara untuk merasakan energi/khodam/yoni sebuah keris pusaka.

Tuah Keris Pusaka Yang Utama Tetap Ada, Di Tambah Tuah Pelengkap Lainnya

Bahwasanya awal Keris pusaka ini dibuat adalah disesuaikan dengan Weton, Karakter, Profesi, dan Tujuannya. Jadi kemungkinan perbedaan karakter keris dengan karakter Anda sebagai pemiliki saat ini tetap ada. Namun prbedaan ini bisa diatasi, meskipun Tuah utamanya tidak lagi maksimal bisa Anda Rasakan. Itulah penuturan dari RM. Ashraff Sigid Seorang Kolektor Keris Kenamaan dari Kota Semarang.

Beliau Juga Menambahkan, Tuah Pusaka Keris yang utama ini sebenarnya masih ada dan tersimpan didalam Pusaka tersebut. Namun dikarenakan karakteristiknya yang berbeda dan tingkat penyatuan kebatinan tidak lagi benar – benar dapat selaras, maka Tuah ini seakan meredup. Langkah yang Saya sarankan untuk Anda bisa merasakan Tuah tersebut adalah dengan Menayuh keris Pusaka yang Anda miliki.

Saya tidak menjamin tuah pada sebilah pusaka yang Anda miliki akan berfungsi maksimal 100%. Namun dengan Cara Menayuh Keris Pusaka yang benar, maka Anda akan mendapatkan sebuah petunjuk atau flash back sejarah. Sehingga Anda bisa memahami keris pusaka milik Anda dan mendapatkan manfaatnya.


Artikel Menarik Lainnya:


Nah itulah sedikit wawasan terkait Tuah utama yang melekat dalam sebilah pusaka. Untuk tuah atau manfaat yang lebih mendetail, akan kita bahas di Episode selanjutnya ya..

Untuk mendapatkan Keris Pusaka Sepuh dan bertuah. Sesuai dengan manfaat yang akan menunjang kehidupan Anda dalam hal Kewibawaan, Kerejekian, Asmara dan Rumah Tangga. Silahkan Klik ikon Beranda disitus ini, Atau dengan Mengklik www.kolektorkeris.com.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

Loading

Posted on

Keris Dalam Pandangan Jawa | Magis, Mitis dan Mistis

keris dalam pandangan jawa

Keris Dalam Pandangan Jawa – Makna filosofis keris sebagai symbol pengantin pria adalah maknanya sebagai pandangan dunia. Kesakralan keris dalam wahana perkawinan yang berdimensi spiritual-keilahian memberitahukan mistisisme keris, bukan lagi magisme.

Terlebih dahulu, sebelum dielaborasi keris dalam pandangan dunia Jawa, ada baiknya disinggung pula perbedaan antara magisme dan mistisisme, antara sifat magis dan sifat mistis. Hal ini penting berhubung dengan salahkaprah di masyarakat yang tampaknya banyak terjadi. Salah-kaprah itu adalah tidak dikenalnya perbedaan tajam, atau pemakaian kosakata yang saling dipertukarkan antara “mistis” dengan “mitis/mitos”.

Kalau disebut magis dan magisme, hal itu berarti bahwa konteksnya adalah mitis, berasal kata mitis (myth). Sedangkan apabila disebut mistis (dengan “s” di tengah) asal katanya adalah mistik (mystique). Apabila demikian maka menjadi jelas bahwa mitos dan mistik itu memang sangat berbeda. Mitos atau myth adalah:

Pertama:

“An ancient story that is based on popular beliefs or that explains

natural or historical events.”

Kedua:

“A widely belief but false story or idea”.

(Oleh: Longman)

Dalam konteks kebudayaan manusia dikenal adanya tiga tahapan, yakni: Tahap Mitis, Tahap substansialistik dan Tahap fungsional (van Peursen, 1977).

Tahap mitis ini adalah tahapan sejarah budaya paling lama dan paling tua berhubung dengan ciri kepurbaannya, yang kadang-kadang secara sepihak disebut dengan tahapan primitif.

Masyarakat purba itu mempunyai asas kepercayaan ketuhanan animisme- dinamisme dengan unsur kekeramatan pada zat- zat fisik seperti lautan, sungai, danau, gunung, jurang, pohonpohon besar yang dalam kepercayaan keagamaan tertentu diikuti aksi meletakkan sesajen di dekat benda atau wujud yang dikeramatkan tersebut. Mantra, tabu dan ritual merupakan aksi sandingan yang melekat ke dalam jagat mitos.

Peran Adanya Mitos Dikalangan Masyarakat

Van Peursen menjelaskan bahwa jagat mitos mempunyai tiga fungsi pokok, yakni;

  • Menyadarkan adanya kekuatan ajaib atau alam gaib.
  • Memberi semacam jaminan kekinian, dan
  • Memberi pengetahuan tentang dunia. Mirip fungsi ilmu dan filsafat bagi jagat modern.

Berlandaskan pada fungsi- fungsi tersebut, keris dalam rangka pandangan dunia Jawa bukan hanya mewujudkan mistisisme dalam ciri mistik, melainkan sekaligus memenuhkan ke tiga fungsi mitos itu.

Keris dikeramatkan, menjadi dipersepsi secara gaib semisal pada jamasan pusaka setiap tanggal 1 Sura tahun Jawa. Paling tidak, dalam kerangka fungsi pertama mitos itu sering disaksikan unsur keajaiban dalam keris seperti bilah keris yang bisa berdiri di atas meja dengan posisi terbalik (sisi runcing di bawah, gagang keris di atas).

Dalam fungsi ke dua, jaminan masa kini, pemilik keris khususnya keris pusaka secara psikologis merasakan ketentaraman hidup. Dalam fungsinya yang ke tiga, yakni aspek kepengetahuannya, keris ternyata memberikan “kawruh kejawaan” khas yang bersifat, baik filosofis maupun gnosis (pengetahuan keilahian).

Adapun yang disebut magis adalah kelanjutan dari mitos. Yakni jenis mitos negatif, misalnya sihir, jengges, tenung dan santet. Minimal sifat magis ini merupakan pengkultusan lagi dari sesuatu mitos.

Jadi, jika mitos melekat di dalamnya ciri pemberhalaan, dalam magis pemberhalaan itu dikuadratkan sehingga bisa melahirkan sifat dan watak negatif.

Sedangkan mistik atau mystique adalah: “a special quality that makes person or thing seem myaterious and different, esp. causing admiration”.

Adapun mistisisme adalah: “the attempt to gain, or practice of gaining, a knowledge or real/ truth and union with God by prayer and meditation”. (Longman).

Keris Sebagai Gambaran Manunggal dengan Tuhan

Arti mistisisme dalam rumusan yang terakhir inilah yang melingkupi bahasan keris dalam pandangan dunia Jawa yang lazim dikenal dengan frasa “Manunggaling kawula Gusti.” Sering juga disebut dengan “Jumbuhing kawula Gusti,” atau “Pamoring kawula Gusti.” Mistisisme identik dengan tasawuf dan sufisme dalam Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Harun Nasution, bahwa:

“Tasawuf atau sufisme sebagaimana halnya dengan mistisisme di luar agama Islam, mempunyai tujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan. lntisari mistisisme termasuk di dalamnya sufisme, ialah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara ruh dengan Tuhan, dengan mengasingkan diri dan berkontemplasi”.

Kesadaran berada dekat Tuhan itu dapat mengambil bentuk ijtihad, bersatu dengan Tuhan.” (Simuh, 2003: 25).

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

Loading

Posted on

Harganya Milyaran, Pusaka Keris “WESI TOWO” Itu Seperti Ini.

Keris Wesi Towo – Bagi masyarakat Indonesia, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya besi towo. Kebanyakan orang pasti tau atau minimal pernah mendengar nama besi towo. Bagi Anda yang mungkin belum mengetahuinya, sebagai informasi dan wawasan saja, banyak sekali orang yang memburu wesi towo ini untuk hajat – hajat tertentu. Tidak tanggung – tanggung mereka berani membayar mahal untuk bisa mendapatkan wesi towo ini.

Tidak sedikit pula dari kalangan masyarakat menyebut bahwa wesi towo ini bisa digunakan dalam hal penyembuhan alternativ dan juga bisa menawarkan racun. Itulah kenapa besi jenis ini di sebut dengan nama Wesi “Towo”. Wesi yang artinya adalah “Besi”, sedangkan Towo adalah tawar (Tidak memiliki rasa atau kebal).

Namun, kali ini RM. Ashraff Sigid tidak ingin membahas tentang khasiat, manfaat atau harga yang fantastis dari wesi towo ini. Kali ini beliau, akan membahas dimana letak wesi towo dalam sebuah bilah keris? dan apakah bisa wesi towo dibuat keris tanpa ada logam lainnya? Simak video lengkapnya ya…

=================================================
Konsultasi Tosan Aji :

Mas Ashraff Sigid.
0811 – 2888 – 540 (WA/SMS/TLP)
=================================================

Artikel Menarik Lainnya:

 

Loading

Posted on

Mistis Jawa Kuno | Keterkaitan Keris Dengan Ungkapan Manunggaling Kawula Gusti

mistis jawa kuno

Mistis Jawa Kuno Manunggaling kawula Gusti adalah ungkapan khas mistisisme atau mistis Jawa Kuno yang seringkali disimbolkan dengan ungkapan lainnya dengan menggunakan kosakata keris (curiga) atau kodok (katak):

“curiga manjing warangka, warangka manjing curiga”. atau “kodok ngemuli lenge”. Kesemuanya mengacu kepada mono dualitas makrokosmos dan mikrokosmos yang mewujudkan realitas loro – loroning atunggal.

Bandingkan dengan pupuh Gambuh terdahulu: ” … kalbu kita kang wengku – winengku …. “

Narasumber paling terpercaya adalah P.J.Zoetmulder dalam desertasinya yang berjudul “Manunggaling Kawula Gusti” (terjemahan Dick Hartoko, 1990). Dalam teks pupuh macapat Maskumambang antara lain terungkap:

“Tunggal katon wawadah kalawan isi, ajro lulut atunggal, mapan sampurna ing jati, saking sih marga sampurna.”

Maknanya:

“(Wadah dan isi nampaknya bersatu, berluluh sedalam-dalamnya, menurut hakikat kodratnya mereka sempurna, akibat karunia Tuhan sumber kesempurnaan”.

Lebih jauh dalam ulasannya Zoetmulder menyatakan bahwa: “Perbedaan yang telah kami catat, yakni manusia didalam Tuhan dan Tuhan di dalam manusia dibahas juga dalam sastra suluk, yakni dengan perumpamaan mengenai keris dan sarungnya. Dalam seluruh sastra rohani Jawa, perumpamaan ini sangat digemari.”

Dalam teks Pupuh Macapat Asmaradana, pelukisaannya adalah sebagai berikut:

  1. Marmane sukma kinawi, sakeh ing sukma kang pada, dening akeh sukma mangke, tan ana sukma mangkana, jumbuh temen Ian suksma, fir duwung sarunganipun, mantep tunggal tiningalan
  2. Nyatane yen tunggal iki, duwung Ian sarunganira,duwung manjing warangkane, warangka manjing curiga, tan ana enggon ika, mantep warangka gonipun, dene wus dadi satunggal.
  3. Yek tenana den sayekti, pujinig warangka ika, yekti manjing ing duwunge, iku pada den prayitna, kawruhana warangka, den wruh panjign wetunipun, Iowan bakal ing paningal.
  4. La nano ujaring dalil, al insanu sirri ika, warangka manjing duwunge, duwung majing ign warangka, wana sirruhu ika,, bakda kun ing tegesipun, wus gumelar ngalam ika.
  5. Yektenana basa iki, warangka manjing curiga, kabla kun tegese mangke, duk manjing ana ing karsa, lanang wadon tan beda, ageng Ian awit ketung, miwah taksis assiya.

Terjemahannya:

  1. Sebabnya sukma dipuji diantara semua sukma lainnya ialah karena diantara sukma- sukma itu tak ada satu seperti yang ini, yang serupa dengan Sukma (Mutlak), bagaikan sebilah keris dengan sarungnya. Selalu dilihat manunggal.
  2. Kemanunggalan diantara keris dan sarung dinyatakan sbb. keris memasuki sarungnya, sarung memasuki kerisnya, Tempat dan leltaknya satu sama yang lain, tak dapat dibedakan lagi. Tempatnya di dalam sarung tak dapat diubah, kerena sudah menjadi satu.
  3. Yakinlah dirimu bagaimana sarung emmasuki keris, ia sungguh masuk kedala keris. Perhatikanlah dengan baik baik sarungnya, supaya kau memaklumi masuk dan keluarnya serta bahan renungan yang tersedia di sana.
  4. Adapun terdapat ucapan kitab suci “al-insanu sirri” manusia adalah rahasia-Ku. Artinya, sarung memasuki keris. Tetapi bila keris memasuki sarung, itulah diungkapkan dengan “wana sirruhu” Akulah rahasianya. Artinya ucapan terakhir ini ialah sesudah kata “kun” dunia menjadi nampak.
  5. Renungkanlah juga kenyataan kata-kata ini, sarung memasuki keris. lni berarti, sebelum kata “kun” diucapkan, jadi pada waktu kita berada menurut kehendak (ilahi), bila belum dibedakan antara pria dan wanita. Dan belum diperhitungkan besar dan kecilnya sesuatu, maupun cirri-ciri has setiap barang ciptaan.

Sarung memasuki keris, atau menurut bagian pertama hadits kudsi yang terkenal, dilukiskan dengan kata “al-insanu sirri, yaitu manusia di dalam Tuhan, itulah makhluk, atau pada umumnya semesta alam ciptaan, sebelum tampak pada kata cipatan “kun”.  Tersembunyi di dalam Tuhan dan seolah-olah merupakan raahsia-Nya.

Keris yang memasuki sarung, atau menurut bagian ke dua hadits · kudsi “Wanna Siruhu”  ialah Tuhan yang didalam manusia.

Namun demikian, frasa mistis manunggaling kawula gusti selain memiliki makna mistik. Juga mengenal arti sosiologis politis dalam konsep “Negara Integralistik,” yakni bahwa antara rakyat (Kawula) dan gusti (pemimpin resmi), menyatu secara rukun dan selaras.

Deskripsi Selo Sumadjan misalnya,

“Nama yang dipakai atau dipilih oleh Sultan Yogyakarta yang pertama mencerminkan kewajiban yang disadari karena kedudukannnya yang penting. Sebagai pangeran, dia diberi gelar “Mangkubumi,” yang artinya “Memangku dunia ini.” Tetapi sebagai sultan atau raja, dia memakai gelar Hamengkubuwono,” orang yang melindungi alam semesta.


Artikel Menarik Lainnya:


Nama ini memberi tanda kewajiban raja yang utama, yaitu menyatukan kerajaannya dengan alam semesta dengan perantaraan dirinya. Dengan tekanan pada kewajiban ini. Pertimbangan terpenting kenegaraan ada pada tercapainya persatuan antara kawula atau rakyat dan rajanya, atau manunggaling kawula gusti. Dalam aspek mistiknya, konsep ini bermakna persatuan antara manusia dengan alam gaib, dan juga antara manusia dengan penciptanya.”

Ada banyak cara untuk memahami warisan budaya Nusantara terkhusus Keris Pusaka. Salah satunya dengan mengkonsultasikan pusaka yang menjadi koleksi Anda kepada Pakarnya. RM. Ashraff Sigid adalah Kolektor Keris muda dari Kota semarang. Untuk berkomunikasi dengan Beliau, silahkan hubungi Kontak dibawah ini.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

Loading

Posted on

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka

Rahasia Penempaan Keris | Hingga Tuah Sebuah Keris Pusaka – Ketika pertama mendengar kata Keris pusaka, pasti kebanyakan dari kita akan merasa penasaran tentang cara pembuatannya. Terlebih bagaimana bisa sebuah benda yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun ini bertahan hingga saat ini. Proses pembuatan keris sendiri di sebut proses penempaan.

Pada jaman dahulu, ketika Seorang empu membabar sebuah pusaka (Gegaman) ataupun Keris Hias (Ageman), adalah sebuah wujud pengabiannya pada yang pencipta. Pada Era Hindu Buda, Seorang Empu membabar keris pusaka bisa diibaratkan sebagai prosesi peribadatan. sehingga proses pembuatan pusaka ini tidak boleh di ketahui oleh orang lain apalagi di tiru. Itulah kenapa kedudukan Seorang empu di jaman dahuli setara dengan priyayi, sangat di hormati dan di sakralkan keberadaannya.

Hal ini sangat berlawanan dengan keberadaan para pandai besi di era sekarang. Mereka selalu terbuka jika ada orang lain yang ingin melihat atau bahkan ingin belajar cara membuat pusaka. keterbukaan ini tidak lain dan tidak bukan agar supaya warisan budaya terutama keris pusaka ini dapat dilestarikan oleh generasi muda era modern ini.

Menurut budayawan asal madura ir. Djoyo Sunjojo, “Sebenarnya, sesuatu yang setengah dirahasiakan, justru akan menjadi sakral dan lestari dengan sendirinya. Sebab, hal rahasia yang tetap membutuhkan perjuangan berat, guna mendapatkannya, justru akan menjadi sebuah kepemilikan yang langgeng”.

Berbeda dengan hal yang mudah di dapatkan. Sesuatu, baik ilmu maupun kebendaan yang diperoleh dengan mudah, justru akan menjadikan penyandangnya cepat bosan dan mudah melupakan. Sebab, cara kinerja otak manusia yang disesuaikan dengan kefitrohannya cenderung mencari hal yang menantang. Semakin mudah di dapat maka, semakin mudah dilupakan karena sudah menjadi hal biasa-biasa saja.

Oleh sebab itulah, kenapa banyak bangsa asing yang memanfaatkan bahkan mengambil kekayaan pertiwi ini, untuk dijadikan sebuah keistimewaan di negrinya sendiri. Padahal, sesuatu yang kesannya direbut itu, sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja di negeri ini. Menurut saya, sebuah tinggalan lampau hendaknya jangan terlalu di fulgarkan. Lebih baik tetap menjadi sebuah setengah rahasia yang menantang bagi generasi muda kita,” terangnya.

Rahasia Penempaan Keris Pusaka Empu Jaman Dahulu

Satu hal yang tidak berubah dari proses pembuatan keris adalah tata cara dan perhitungannya yang terkenal rumit. Sebelum memulai rangkaian proses, terlebih dulu si mpu yang bersangkutan melakukan ritual tirakatan, puasa dan berdoa kepada Sang Pencipta.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan keris antara lain adalah logam mulia untuk keris lurus yang berbobot sekitar 12 kilogram. Sedangkan untuk keris berlekuk bobotnya mencapai 18 kilogram.

Baja yang diperlukan kurang lebih seberat 600 gram dan bahan pamor atau nikel seberat 350 gram. Di masa lampau, bahan pamor ini didapat dari batu meteorit yang dilebur sebelumnya. Tetapi saat ini tentu sangat sulit mendapatkan bahan tersebut, sehingga diganti dengan nikel.

Prosesi Awal Empu Dalam Membabar Keris Pusaka

Awal pembuatan keris dilakukan dengan menyatukan pamor dan besi. Caranya, bahan pamor dijepit dengan dua besi dan ditempa. Sehingga terbentuk lapisan atau lipatan pada besi dan pamor, bilah ini disebut besi kodokan. Nah dalam proses tempa kodokan inilah, sang mpu biasanya menyisipkan doa dan energinya pada setiap bungkus lipatan besi.

Sehingga di jaman dahulu tidaklah heran jika banyak keris yang memiliki daya magis bahkan berefek energi yang dahsyat. Hal ini disebabkan, meleburnya energi dan doa sang mpu pada setiap bilah keris yang diciptakannya.

Jaman dahulu, guna menghasilkan keris berkualitas tinggi, paling tidak dalam proses penempaan ini diperlukan ribuan lipatan. Makin banyak lipatannya, makin lama pula waktu yang diperlukan. Sebab pada dasarnya cara membuat keris adalah dengan pembakaran, penempaan dan pelipatan yang prosesnya tidak sebentar.

Selama proses tempa, sang mpu dan para panjak memasukkan besi dan bahan pamor berulang kali. Sehingga udara terasa sangat panas dengan abu pembakaran yang beterbangan. Sesekali, besi yang panas membara akan dicelupkan ke minyak secara mendadak sebagai proses pendinginan. Proses pendinginan ini disebut nyepuh yang tujuannya adalah untuk mendapatkan besi yang tua, kuat dan keras.

Setelah melewati rangkaian proses ini, baja dan bahan pamor yang tadinya berat akan berubah menjadi sebilah keris yang ringan, tipis namun kuat.


Artikel Menarik Lainnya:


Keris mentah kemudian ditatah dengan corak. Bisa berupa ukiran hiasan atau pola, seperti motif hewan, tumbuhan, wayang, ataupun rajah dan mantra. Hal ini tentu menyesuaikan dengan wangsit atau petunjuk sebelum dimulainya pembuatan keris.

Setelah semua beres, proses terakhir dalam pembuatan keris adalah proses marangi atau memunculkan bilah keris agar pamornya keluar. Caranya adalah dengan memoleskan warangan atau merendam bilah keris tersebut. Adapun warangan ini sendiri berupa cairan arsenikum yang sudah dicampur dengan air jeruk nipis.

Warangan yang dioleskan pada bilah keris akan memunculkan lapisan hitam pada besi, sedangkan bahan nikelnya tetap berwarna putih. Warna putih yang membentuk pola ini disebut pamor keris.

Manakala dinilai, harga sebilah keris yang berkualitas tinggi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Meskipun pada jamannya merupakan senjata, namun sejak dulu keris telah memiliki nilai lain dalam proses ritual, sekaligus memperlihatkan status sosial orang yang memilikinya.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

Loading

Posted on

7 Keris Paling Sakti Yang Banyak Dicari Kolektor Keris

7 Keris Paling Sakti Yang Banyak Dicari Kolektor Keris – Ada berbagai macam alasan seseorang dalam mengkoleksi sebuah keris pusaka. Diantaranya karena ingin Uri – Uri Budaya, Memndapatkan Tuah dan manfaatnya, hingga karena terpesona oleh bentuk keris yang begitu menakjubkan. Terlepas dari segala tujuan yang diinginkan, berikut telah kami rangkumkan, beberapa keris pusaka sakti yang banyak dicari oleh kolektor dan penikmat Spiritual Keris. Mungkin diantara pembaca sekalian, sudah memilikinya atau bahkan sedang mencari keris – keris dibawah ini.

KERIS KYAI SENGKELAT

keris mataram - 7 KERIS PALING SAKTIKeris Sengkelat adalah keris pusaka luk tiga belas yang diciptakan pada jaman Majapahit (1466 – 1478), yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertabhumi (Brawijaya V) karya Mpu Supa Mandagri.

Mpu Supa adalah salah satu santri Sunan Ampel. Konon bahan untuk membuat keris Sengkelat adalah cis, sebuah besi runcing untuk menggiring onta. Konon, besi itu didapat Sunan Ampel ketika sedang bermunajat. Ketika ditanya besi itu berasal darimana, dijawab lah bahwa besi itu milik Muhammad saw. Maka diberikan lah besi itu kepada Mpu Supa untuk dibuat menjadi sebilah pedang.

Namun sang mpu merasa sayang jika besi tosan aji ini dijadikan pedang, maka dibuatlah menjadi sebilah keris luk tiga belas dan diberi nama keris Sengkelat. Setelah selesai, diserahkannya kepada Sunan Ampel. Sang Sunan menjadi kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Maka oleh Sunan Ampel disarankan agar keris Sengkelat diserahkan kepada Prabu Brawijaya V.

Keistimewaan Keris Sengkelat | 7 Pusaka Paling Sakti

Ketika Prabu Brawijaya V menerima keris tersebut, sang Prabu menjadi sangat kagum akan kehebatan keris Kyai Sengkelat. Dan akhirnya keris tersebut menjadi salah satu piyandel (maskot) kerajaan dan diberi gelar Kangjeng Kyai Ageng Puworo, mempunyai tempat khusus dalam gudang pusaka keraton.

Pusaka baru itu menjadi sangat terkenal sehingga menarik perhatian Adipati Blambangan. Adipati ini memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencuri pusaka tersebut demi kejayaan Blambangan dan berhasil. Mpu Supa yang telah mengabdi pada kerajaan Majapahit diberi tugas untuk mencari dan membawa kembali pusaka tersebut ke Majapahit. Karena taktik yang jitu dari mpu sumpa akhirnya keris itu ia dapatkan kembali dan tanpa menyebabkan peperangan, Malah Ki Nambang akhirnya dianugerahi seorang putri kadipaten yang bernama Dewi Lara Upas, adik dari Adipati Blambangan itu sendiri.Sang Mpu yang berhasil melaksanakan tugas selalu mencari cara agar dapat kembali ke Majapahit.

Ketika kesempatan itu tiba maka beliau pun segera kembali ke Majapahit dan meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Sebelum pergi, beliau meninggalkan pesan kepada sang istri bahwa kelak jika anak mereka lahir laki-laki agar diberi nama Joko Suro, serta meninggalkan besi bahan untuk  membuat keris.

KERIS KYAI NAGA SASRA SABUK INTEN

7 keris pling sakti - keris naga sasraKeris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten adalah dua benda pusaka berbeda peninggalan Raja Majapahit. Nagasasra adalah nama salah satu dapur keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan menyatakan jumlah luk-nya agar tidak salah.

Pada keris dapur Nagasasra yang bagus, sebagian banyak bilahnya diberi kinatah emas, dan pembuatan kinatah emas semacam ini telah dirancang oleh sang empu sejak awal pembuatan. Pada tahap penyelesaian akhir, sang empu sudah membuat bentuk kinatah sesuai rancangan. Bagian-bagian yang kelak akan dipasang emas diberi alur khusus Berupa pamor, untuk “tempat pemasangan kedudukan emas” dan setelah penyelesaian wilah selesai, maka dilanjutkan dengan penempelan emas oleh pandai emas dari dalam kerajaan.

Salah satu pembuat keris dengan dapur Nagasasra terbaik adalah karya empu Ki Nom, merupakan seorang empu yang terkenal, dan hidup pada akhir zaman kerajaan Majapahit

KERIS NOGO SILUMAN

keris nogo siluman asli - 7 KERIS PALING SAKTIBanyak opini yang beredar mengenai Keris Nogo siluman Asli. Yang paling banyak terdengar adalah Keris Milik Pangeran Diponegoro yang konon katanya di sita oleh Belanda, saat penangkapan beliau. Dan akhirnya disimpan di Museum belanda. Memang pernah diusulkn untuk di kembalikan kepada Indonesia oleh Raden saleh. Namun secara tiba – tiba Keris Nogo Siluman menghilang tanpa jejak, dan tidak di ketahui keberadaannya hingga kini”. Menurut R.M Ashraff Sigid

Keris Nogo Siluman merupakan salah satu dhapur Keris Naga yang cukup populer dan banyak diburu oleh para kolektor benda pusaka serta orang-orang yang percaya pada tuah ghaibnya. Salah satu tokoh Nasional yang memiliki ageman Keris Nogo Siluman adalah Pangeran Diponegoro yang sangat disegani dan sering membuat repot pihak Belanda pada perang Kemerdekaan.

Pahlawan Nasional lainnya yang memiliki ageman Keris Nogo Siluman adalah Jenderal besar Soedirman yang dengan gagah berani memimpin pasukan PETA berperang melawan penjajah Belanda pada perang Kemerdekaan. Siluman atau Seluman dalam bahasa Sansekerta berarti khayalan (penglihatan), yaitu bayangan yang dibangkitkan oleh kekuatan magis. Maka pengertian Nogo Siluman secara harafiah dapat diartikan sebagai Naga yang tidak kelihatan atau Naga yang ada di alam khayalan (alam ghaib/mistis).

Keris dhapur Nogo Siluman tergolong langka, dan pada jaman dahulu banyak dipakai oleh tokoh agama atau orang-orang yang mendalami ilmu kebatinan/spiritual.

Ciri dan Filosofi Keris Nogo Siluman | 7 Keris Paling Sakti

Ciri Keris Nogo Siluman yaitu memiliki luk 13 dengan gandhik berbentuk kepala Naga mengenakan mahkota, sumping, dan juga kalung. Sedangkan badan Naga dibuat sedikit tersamar yang kemudian menghilang pada luk pertama menyatu dengan bilahnya yang mengandung makna sebagai himbauan agar Manusia dalam menjalani hidup ini harus bisa mengendalikan hawa nafsunya yang berupa kekuasaan, kemewahan atau kekayaan.

Makna simbolis ini dapat diartikan bahwa sebagai seorang pemimpin tidak boleh bertindak sewenang-wenang, karena apa yang dimilikinya adalah “sampiraning urip” (titipan sementara). Sedangkan mulut Naga yang terbuka cukup lebar yang kadang disumpal dengan butiran emas atau batu mulia. Diyakini dapat meredam kekuatan negatif atau hawa panas dari Keris Nogo Siluman tersebut.

Makna sesungguhnya yang menjadi pesan dari disumpalnya mulut Naga menggunakan emas atau batu mulia adalah bahwa Manusia harus mampu mengendalikan ucapannya. Masyarakat Jawa mengenal ungkapan yang berbunyi “ajining diri soko kedaling lati”, artinya kehormatan diri seseorang berasal dari ucapan atau kata-katanya.

Jika dihubungkan dengan sifat-sifat kepemimpinan. Pesan yang tersirat yaitu bahwa sabda seorang pemimpin tidak boleh berubah-ubah (sabda pandita ratu tan keno wola-wali). Dengan demikian kemulian seorang pemimpin tercermin dari kemampuannya untuk menyelaraskan antara perkataan dengan perbuatan.

KERIS EMPU GANDRING KERAJAAN SINGOSARI

Keris empu Gandring adalah Benda Pusaka yang sangat terkenal dalam riwayat berdirinya kerajaan singasari di Malang, Keris ganas yang sudah terkenal memakan korban para pendiri kerajaan, pembuat, bahkan pemakainya yaitu Ken Arok.Singkat Cerita, Keris yang Melegenda ini di buat oleh empu yang sangat sakti bernama Empu Gnadring, yang kemudian dimintakan membuat sebuh keris sangat sakti oleh ken Arok. Menurutu literaturnya keris ini juga termasuk kedalam 7 keris paling sakti dan ampuh di Nusantara.

Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris keris pusaka masa itu. Mpu Gandring menyelesaikan pekerjaannya membuat sarung keris tersebut. Namun belum lagi sarung tersebut selesai dibuat, Ken Arok datang mengambil keris tersebut yang menurutnya sudah satu hari dan harus diambil. Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dan terakhir Keris tersebut ditusukkannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji (karena sarung keris itu belum selesai dibuat) selebihnya bahkan dikatakan untuk menguji kemampuan keris tersebut melawan kekuatan supranatural si pembuat keris (yang justru disimpan dalam keris itu untuk menambah kemampuannya). Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengeluarkan sumpah kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok.Sampai sekarang keris mpu gandring ini belum ditemukan lagi oleh siapapun..

KERIS PUSAKA KALAMUNYENG KANJENG SUNAN GIRI

Dalam Riwayat Prabu Brawijaya murka. Pengaruh Sunan Giri salah satu dari sembilan Wali Songo, dianggap sudah mengancam eksistensi Kerajaan Majapahit. Patih Gajahmada dan pasukannya lalu dikirim ke Giri untuk memberikan serangan, Penduduk Giri pun panik dan menghambur ke Kedaton Giri. Sunan Giri yang saat itu sedang menulis begitu terkejut dan pena (kalam) yang tengah digunakannya ia lontarkan ke arah pasukan Majapahit. Atas kehendak Sang Pencipta pena yang terlontar itu menjelma menjadi keris ampuh dan keris inilah yang memporak porandakan pasukan Majapahit.

Sunan Giri yang nama kecilnya adalah Raden Paku alias Muhammad Ainul. Tidak hanya dikenal sebagai penyebar agama Islam yang gigih. letapi juga pembaharu pada masanya. Pesantrennya, yang dibangun di perbukitan desa Sidomukti di selatan Gresik, tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan agama dalam arti sempit, tetapi juga menjadi pusat pengembangan masyarakat. Gin Kedaton, pesantrennya di Gresik, bahkan tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa kala itu. Ketika Raden Patah (Demak Bintaro) melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Pada perkembangannya kemudian, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Dan Sunan Giri diakui sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan setanah Jawa.

Raja Majapahit Mulai Merasa Terganggu Eksistensinya

Meluasnya pengaruh Sunan Giri di Gresik membuat Prabu Brawijaya, raja Majapahit kala itu murka. la memerintahkan patihnya, Gadjah Mada, ke Gin Penduduk Giri ketakutan dan berlari ke kedaton Sunan, Babad Tanah jawa menuturkan, ketika itu Sunan Giri sedang menulis. Karena terkejut mendengar musuh berdatangan merusak Giri, pena (kalam) yang dipegangnya Beliau lontarkan. Sunan Giri kemudian berdoa pada Sang Pencipta.

Ternyata kalam yang terlempar itu berubah meniadi keris berputar-putar,Keris dari kalam itu mengamuk dan banyak tentara Majapahit yang menyerbu Giri tewas, Sisanya kabur berlarian kembali ke Majapahit. Dan keris dari kalam itupun dikisahkan kembali sendiri ke kedaton Giri tergeletak di hadapan Sunan dengan berlumuran darah. Sunan lalu berdoa pada Yang Maha Kuasa, dan mengatakan pada rakyat Giri bahwa kerisnya yang ampuh itu dinamai Kalam Munyeng.

Apakah keris Kalam Munyeng (pena yang berputar-putar) itu, modelnya seperti keris yang pada masa kini. Pusaka yang juga populer dengan nama Kala Munyeng (raksasa yang berputar-putar), wallahu alam. Namun keris Kala munyeng juga termasuk keris yang amat tersohor Namanya di nusantara ini.

KERIS PUSAKA KYAI SETAN KOBER

7 keris paling sakti - keris setan koberKeris setan kober ini dalam sejarah dibuat oleh mpu supo mandagri,beliau adalah keturunan seorang empu dari tuban. Dalam riwayat, Mpu supo memeluk islam dan berguru kepada sunan Ampel, sambil tetap membuat keris. Supo Mandagri adalah mpu sakti yang menjadikan karyanya begitu sangat terkenal. Diantara lain Keris Kyai Sengkelat dan Keris Kyai Nogo sosro. Keris setan kober ini sendiri, keris ini dulu bernama “Bronggot Setan Kober”. Pusaka sakti ini dibuat pada awal kerajaan islam demak Bintaro. Kemudian keris ini di serahkan kepada Syekh Jafar Soddiq atau Sunan Kudus. Dalam perjalananya, kemudian diberikan lagi kepada Arya penangsang.

KERIS PUSAKA KYAI CONDONG CAMPUR

7 keris paling sakti - keris condong campurCondong Campur adalah salah satu keris pusaka milik Kerajaan Majapahit yang banyak disebut dalam legenda dan folklor. Keris ini dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Condong Campur, yang juga termasuk kedalam 7 keris paling sakti di Nusantara ini.

Keris ini merupakan salah satu dapur keris lurus. Panjang bilahnya sedang dengan kembang kacang, satu lambe gajah, satu sogokan di depan. Sedangkan ukuran panjangnya sampai ujung bilah, sogokan belakang tidak ada. Selain itu, keris ini juga menggunakan gusen dan lis-lis-an.

Condong Campur merupakan suatu perlambang keinginan untuk menyatukan perbedaan. Condong berarti miring yang mengarah ke suatu titik, yang berarti keberpihakan atau keinginan. Sedangkan campur berarti menjadi satu atau perpaduan. Dengan demikian, Condong Campur adalah keinginan untuk menyatukan suatu keadaan tertentu.

Konon keris pusaka ini dibuat beramai-ramai oleh seratus orang mpu. Bahan kerisnya diambil dari berbagai tempat. Dan akhirnya keris ini menjadi keris pusaka yang sangat ampuh tetapi memiliki watak yang jahat.

Dalam dunia keris muncul mitos dan legenda yang mengatakan adanya pertengkaran antara beberapa keris. Keris Sabuk Inten yang merasa terancam dengan adanya keris Condong Campur akhirnya memerangi Condong Campur. Dalam pertikaian tersebut, Sabuk Inten kalah. Sedangkan keris Sengkelat yang juga merasa sangat tertekan oleh kondisi ini akhirnya memerangi Condong Campur. Hingga akhirnya Condong Campur kalah dan melesat ke angkasa menjadi Lintang Kemukus(komet atau bintang berekor). Dan mengancam akan kembali ke bumi setiap 500 tahun untuk membuat huru hara, yang dalam bahasa Jawa disebut ontran-ontran.

Itulah sekilas terkait 7 keris paling sakti yang hingga saat ini semakin sulit untuk di cari, yang mana yang benar – benar asli. Semoga artikel ini bisa membantu, memperluas wawasan Anda terkait Tosan Aji, Kususnya Pusaka Keris.

Chat Langsung Dengan RM. Ashraff Sigid Untuk PEMAHARAN dan KONSULTASI Pusaka.

RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris & Guru Spiritual

kegunaan keris tilam upih

Loading